Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Menguat 0,52 Persen di Level 7.215
JAKARTA, Apaberita — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (4/7/2024) di zona hijau. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini nai
JAKARTA, Apaberita — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (4/7/2024) di zona hijau. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini naik 37,21 poin atau setara 0,52 persen ke posisi 7.215,64. Penguatan terjadi di tengah optimisme investor terhadap data ekonomi domestik dan sentimen positif dari pasar global.
Kronologi Penguatan IHSG
Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG dibuka pada level 7.180,17 dan bergerak di rentang 7.165,33—7.224,08 sepanjang sesi. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian pada pukul 14.12 WIB sebelum mengalami sedikit koreksi teknis jelang penutupan. Total volume transaksi mencapai 16,2 miliar saham dengan nilai Rp 11,8 triliun.
Sebanyak 287 saham menguat, 248 saham melemah, dan 195 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat naik menjadi Rp 9.345 triliun, menambah kekayaan investor sebesar Rp 48 triliun dalam sehari.
Sektor Pendorong dan Tekanan
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan di sektor keuangan, infrastruktur, dan konsumsi primer. Indeks sektor keuangan memimpin dengan kenaikan 1,08 persen, disusul infrastruktur yang naik 0,87 persen. Sektor konsumsi primer menguat 0,61 persen, terutama didorong oleh saham emiten ritel dan makanan-minuman.
Sebaliknya, sektor teknologi mengalami tekanan dengan koreksi 0,43 persen, diikuti sektor barang baku yang melemah 0,21 persen. Investor cenderung melakukan rotasi dari saham pertumbuhan ke saham nilai.
Investor Asing Catatkan Net Buy
Data mencatat investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 652 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, net buy asing mencapai Rp 537 miliar, dengan saham perbankan besar menjadi sasaran utama. Akumulasi beli asing ini mengindikasikan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia pasca rilis data inflasi yang terkendali pada Juni 2024.
"IHSG menguat setelah data inflasi inti Juni menunjukkan stabilitas pada level 2,58 persen year-on-year. Ini berada dalam kisaran target Bank Indonesia, sehingga ekspektasi penurunan suku bunga kembali meningkat," ujar Rizki Pratama, analis pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas, kepada Apaberita.
Rizki menambahkan, sentimen eksternal dari meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September turut mendorong capital inflow ke aset berisiko termasuk saham Indonesia.
Rupiah Menguat, Optimisme Menjelang Rilis Data
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga ditutup menguat 28 poin ke level Rp 16.230 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan IHSG, menciptakan sinyal positif bagi pasar keuangan domestik. Pasar kini menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2024 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
Para pelaku pasar tetap mewaspadai risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis pekan depan, karena dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS. Namun demikian, analis memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Jumat (5/7/2024) dengan support di level 7.180 dan resistance 7.245.
Dengan demikian, IHSG memperpanjang tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan mendekati level tertinggi sepanjang masa yang sempat disentuh pekan lalu. Investor disarankan mencermati saham-saham defensif dan menjaga likuiditas portofolio di tengah volatilitas yang masih mungkin terjadi.
Comments (0)