Inovasi Kalung Satelit Pertama Dunia Lacak Anjing Hilang
Jakarta, Apaberita – Industri teknologi hewan peliharaan memasuki babak baru dengan diluncurkannya perangkat kalung anjing yang sepenuhnya terkoneksi jaringan satelit. Pada Rabu (12/3) di Jakarta In...
Jakarta, Apaberita – Industri teknologi hewan peliharaan memasuki babak baru dengan diluncurkannya perangkat kalung anjing yang sepenuhnya terkoneksi jaringan satelit. Pada Rabu (12/3) di Jakarta International Expo, perusahaan teknologi konsumen SatGuard resmi memperkenalkan OrbitPaw, kalung pelacak pertama di dunia yang tidak memerlukan sinyal seluler untuk beroperasi. Produk ini diyakini menjadi solusi bagi pemilik yang kerap kehilangan anjing peliharaannya di kawasan terpencil.
Menurut data American Pet Products Association, satu dari tiga hewan peliharaan berisiko hilang setidaknya sekali seumur hidup, dan sebagian besar insiden terjadi di jalur pendakian, hutan lindung, atau daerah pedesaan yang belum terjangkau menara telekomunikasi. Kondisi serupa sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki banyak wilayah dengan infrastruktur sinyal terbatas.
Mekanisme Pelacakan Lintas Satelit
Direktur Teknologi SatGuard, Michael Hendrawan, menjelaskan bahwa OrbitPaw memanfaatkan konstelasi satelit orbit rendah (LEO) untuk mengirimkan data koordinat secara real-time ke aplikasi di telepon pintar pemilik. “Berbeda dengan pelacak berbasis GPS seluler, perangkat ini tetap berfungsi di tengah gurun, di atas kapal, atau di dalam hutan lebat. Begitu anjing keluar dari zona aman yang ditetapkan, sistem otomatis mengirimkan peringatan teks dan surel berisi tautan peta,” ujar Hendrawan dalam konferensi pers.
Kalung ini dilengkapi modul komunikasi dua arah yang memungkinkan pemilik mengirimkan perintah getar atau suara dari jarak jauh untuk memandu hewan kembali. Material nilon balistik antigigitan serta sertifikasi tahan air hingga kedalaman 10 meter menjadikan perangkat ini andal dalam berbagai kondisi cuaca.
Fitur Keamanan dan Daya Tahan Baterai
OrbitPaw ditenagai baterai lithium-polimer 2.800 mAh yang mampu bertahan 5 hari dalam mode pelacakan aktif dan 14 hari pada mode siaga. Pengisian ulang dilakukan secara nirkabel melalui dock magnetis. Perangkat ini juga menyematkan tombol SOS yang dapat diaktifkan pemilik saat terjadi keadaan darurat di lapangan, serta sensor aktivitas untuk memantau kesehatan harian anjing.
Aplikasi pendampingnya memungkinkan setiap pengguna menentukan radius zona aman hingga 500 meter. Data lokasi disimpan di cloud dengan enkripsi AES-256, menjamin privasi pengguna. Dokter hewan lulusan Universitas Indonesia, drh. Ratna Dewi, menyatakan, “Kalung satelit semacam ini akan menekan angka kematian dan kehilangan anjing peliharaan secara signifikan, khususnya di negara kepulauan seperti Indonesia. Pemilik bisa lebih tenang saat mengajak peliharaannya berwisata alam.”
Antusiasme Pasar dan Ketersediaan di Indonesia
SatGuard menetapkan harga eceran USD 299 (sekitar Rp4,6 juta) untuk satu unit OrbitPaw, dengan biaya berlangganan layanan satelit 15 dolar AS per bulan. Pemesanan mulai dibuka melalui situs resmi perusahaan, dan pengiriman perdana dijadwalkan pada 30 April 2026. Distributor lokal, PT Satelit Hewan Nusantara, telah menyiapkan jalur distribusi melalui klinik hewan dan toko perlengkapan khusus di kota-kota besar.
CEO SatGuard, Alan Rusli, mengungkapkan bahwa respons pasar melampaui ekspektasi. “Dalam 48 jam setelah peluncuran, kami sudah menerima ribuan pemesanan awal. Kami sedang mengembangkan varian untuk kucing dan hewan ternak kecil yang ditargetkan siap tahun depan,” katanya. Riset Grand View Research menunjukkan pasar pelacak hewan peliharaan global bernilai USD 2,1 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan 12% per tahun. SatGuard optimistis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan menjadi kontributor utama perluasan teknologi satelit di sektor ini.
Baca juga:
Comments (0)