15.520 Relawan Kencana-Kaltana Dibentuk BPBD Makassar
MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar secara resmi menginisiasi pembentukan 15.520 personel relawan yang akan menjadi tulang punggung kesiapsiagaan dan penanggulangan b...
MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar secara resmi menginisiasi pembentukan 15.520 personel relawan yang akan menjadi tulang punggung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di wilayah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu. Ribuan relawan yang terhimpun dalam dua wadah, yakni Korps Relawan Kesiapsiagaan Bencana (Kencana) dan Kampung Tangguh Bencana (Kaltana), disiapkan untuk dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Daerah Kota Makassar yang menekankan pengarusutamaan peran masyarakat dalam mitigasi risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Andi Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa pembentukan relawan Kencana-Kaltana merupakan wujud konkret komitmen pemerintah kota dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan responsif terhadap berbagai ancaman bencana. ‘Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya pada peralatan dan infrastruktur. Kekuatan utama penanggulangan bencana justru terletak pada kesiapan masyarakat di tingkat paling bawah. Oleh karena itu, 15.520 relawan ini akan menjadi garda terdepan yang mampu bergerak cepat saat kejadian bencana melanda,’ ujarnya di sela-sela Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana di Makassar, Selasa (2/9).
Membangun Ketangguhan Berbasis Kelurahan
Dari total 15.520 relawan, BPBD Makassar merinci bahwa rekrutmen dilakukan menyasar seluruh kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan. Program Kencana dikhususkan untuk membekali para relawan dengan keterampilan teknis pertolongan pertama, evakuasi korban, serta penanganan logistik darurat. Sementara itu, Kaltana diarahkan untuk memperkuat kapasitas ketahanan kampung atau komunitas lokal agar mampu melakukan deteksi dini, peringatan dini, dan respons mandiri sebelum bantuan pemerintah tiba. Keputusan ini ditetapkan setelah melalui serangkaian pleno bersama fraksi-fraksi di DPRD Kota Makassar yang mendukung penuh penguatan kapasitas kebencanaan.
Setiap relawan, lanjut Andi Muhammad Yusuf, akan menjalani pelatihan intensif selama dua bulan yang mencakup manajemen posko, komunikasi lapangan, hingga psikososial bagi penyintas. ‘Kami bekerja sama dengan Basarnas, Palang Merah Indonesia, serta akademisi dari Universitas Hasanuddin untuk merancang modul pelatihan yang adaptif terhadap karakteristik bencana di Makassar, seperti banjir rob, angin puting beliung, kebakaran permukiman padat, dan potensi gempa,’ jelasnya. Dengan struktur komando yang jelas hingga ke tingkat RT/RW, para relawan Kencana-Kaltana diharapkan mampu memangkas waktu tanggap darurat yang selama ini masih terkendala koordinasi lintas sektor.
Pengukuhan Simbolis oleh Wali Kota
Prosesi pengukuhan yang akan dipimpin Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, menjadi penanda resmi operasionalnya ribuan relawan tersebut. Dalam pidato persiapan yang disampaikan di hadapan para camat dan lurah, Wali Kota menekankan bahwa keberadaan relawan Kencana-Kaltana bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari transformasi tata kelola kebencanaan menuju kota yang lebih resilien. ‘Pengukuhan ini adalah ikrar bersama bahwa kita tidak akan tinggal diam saat bencana melanda. Saya instruksikan seluruh OPD terkait untuk memberikan dukungan penuh, mulai dari sarana prasarana hingga insentif dasar bagi para relawan yang bertugas di garis depan,’ tegas Pomanto.
Pemerintah Kota Makassar juga telah menyiapkan ruang sekretariat di 153 kelurahan yang akan difungsikan sebagai pos pantau dan pusat koordinasi relawan. Di dalamnya tersedia peralatan dasar seperti tandu darurat, jaket pelampung, alat pemadam api ringan (APAR), serta sistem komunikasi radio dua arah yang terhubung langsung dengan Pusdalops BPBD Makassar. Dengan kesiapan ini, setiap kelurahan diharapkan memiliki kemampuan tanggap bencana yang terstandarisasi dan terintegrasi dalam satu rantai komando kota.
Dukung Target Nasional Pengurangan Risiko Bencana
Pembentukan 15.520 relawan Kencana-Kaltana juga menjadi langkah strategis Kota Makassar dalam mendukung target nasional Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2025-2029 yang menekankan peningkatan kapasitas masyarakat melalui desa/kelurahan tangguh bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mendorong setiap pemerintah daerah untuk membentuk minimal 100 orang relawan terlatih per 10.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Makassar yang mendekati 1,5 juta jiwa, pencapaian 15.520 relawan dinilai telah melampaui kuota minimal yang dipersyaratkan.
Ketua Komisi X DPRD Kota Makassar yang membidangi kesejahteraan rakyat, Arifuddin, mengapresiasi langkah BPBD dan mengingatkan agar keberlanjutan program ini dijamin melalui Peraturan Wali Kota. ‘Kami di DPRD siap mengawal penganggaran untuk pembinaan berkelanjutan para relawan ini. Jangan sampai setelah pengukuhan, semangat mereka padam karena minimnya perhatian. Relawan Kencana-Kaltana harus menjadi arus baru kesadaran bencana di Makassar,’ ujarnya saat diwawancarai terpisah. Dengan jumlah tersebut, Makassar kini memiliki rasio relawan terlatih tertinggi di Sulawesi Selatan, mengungguli daerah lain yang baru pada tahap perintisan.
BPBD Kota Makassar optimistis bahwa dengan sinergi antara relawan, aparat kewilayahan, dan seluruh unsur pentaheliks, risiko bencana di Makassar dapat ditekan secara signifikan. Sosialisasi ke sekolah-sekolah, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri pun sudah diagendakan untuk memperluas jangkauan kesiapsiagaan. ‘Kami menargetkan pada akhir tahun 2026, seluruh warga Makassar minimal pernah mengikuti simulasi bencana. Relawan Kencana-Kaltana akan menjadi motor penggeraknya,’ pungkas Andi Muhammad Yusuf.
Baca juga:
Comments (0)