Ini Penyebab Kematian Gajah Indro yang Berusia 45 Tahun di TNTN

Pelalawan – Kabar duka kembali menyelimuti upaya konservasi satwa liar di Indonesia. Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, baru saja kehilangan salah satu gajah Sumatera (E

Jul 07, 2026 - 23:25
0 0
Ini Penyebab Kematian Gajah Indro yang Berusia 45 Tahun di TNTN

Pelalawan – Kabar duka kembali menyelimuti upaya konservasi satwa liar di Indonesia. Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, baru saja kehilangan salah satu gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dewasa bernama Indro. Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, gajah jantan berusia 45 tahun itu dinyatakan mati pada Senin dini hari, 29 Juni 2026, sekitar pukul 03.45 WIB.

Kematian Indro menjadi pukulan telak bagi para konservasionis yang selama ini berjuang mempertahankan populasi gajah Sumatera di habitat alaminya yang kian terdesak. Dari hasil investigasi dan keterangan resmi yang diterima Apaberita.com, penyebab utama kematian Indro bukanlah perburuan liar atau konflik dengan manusia, melainkan kondisi fisiologis alamiah yang seringkali luput dari perhatian publik: komplikasi kesehatan pada fase musth.

Fase Musth dan Penurunan Nafsu Makan yang Mematikan

Fase musth merupakan periode biologis yang dialami gajah jantan dewasa, ditandai dengan lonjakan hormon testosteron yang sangat tinggi. Pada fase ini, gajah menjadi lebih agresif, gelisah, dan seringkali mengalami penurunan nafsu makan yang drastis. Meskipun bersifat periodik, fase musth dapat memicu tekanan metabolisme luar biasa pada tubuh gajah, terutama pada individu yang telah berusia lanjut seperti Indro yang menginjak usia 45 tahun.

Tim medis gabungan yang terdiri dari dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo telah berupaya maksimal memberikan perawatan intensif. Namun, penurunan nafsu makan yang berkepanjangan pasca-fase musth memicu serangkaian komplikasi akut yang akhirnya menyebabkan kegagalan organ vital pada tubuh Indro.

"Gajah Indro dinyatakan mati setelah mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim gabungan Balai Besar KSDA Riau dan Balai TN Tesso Nilo akibat komplikasi kesehatan yang dipicu oleh penurunan nafsu makan pasca-fase musth," demikian keterangan resmi Balai TN Tesso Nilo yang dikutip Apaberita.com dari akun Instagram resmi mereka pada Selasa (30/6/2026).

Hingga saat ini, tim medis terus melakukan prosedur nekropsi atau bedah bangkai untuk memastikan penyebab pasti kematian dan mengumpulkan data medis yang diperlukan bagi penanganan kasus serupa di masa depan. Langkah ini juga diambil untuk memastikan tidak ada faktor infeksius atau patogen lain yang mungkin menjadi penyebab sekunder dari kematian Indro.

Kehilangan Indro menambah panjang daftar tantangan konservasi gajah di TNTN, salah satu kantung populasi gajah Sumatera yang tersisa di Pulau Sumatra. Konflik lahan, fragmentasi habitat, dan tekanan ekologis terus menjadi ancaman laten di luar faktor kesehatan alami yang mengintai satwa dilindungi ini. Masyarakat dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini, terutama dalam memahami bahwa fase musth pada gajah jantan tua bukanlah kondisi yang bisa diabaikan begitu saja, melainkan memerlukan monitor intensif guna mencegah kematian serupa di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User