Industri Desak Pasokan Gas Sesuai Kuota, Peringatkan Risiko Penurunan Produksi
Jakarta, Apaberita.com – Sektor manufaktur nasional menyampaikan kekhawatiran serius terkait ketersediaan pasokan gas bumi untuk kegiatan produksi. Para pelaku industri berharap implementasi kebija
Jakarta, Apaberita.com – Sektor manufaktur nasional menyampaikan kekhawatiran serius terkait ketersediaan pasokan gas bumi untuk kegiatan produksi. Para pelaku industri berharap implementasi kebijakan Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT) dapat berjalan optimal tanpa adanya pemangkasan di tingkat operasional.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan kepada media kami bahwa pihaknya secara aktif terus menyampaikan aspirasi sektor manufaktur kepada pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, kepastian volume gas adalah fondasi utama bagi keberlangsungan aktivitas pabrik dan daya saing produk dalam negeri.
"Aspirasi utama yang kami suarakan adalah memastikan agar kuota yang telah ditetapkan secara resmi dapat direalisasikan seratus persen di lapangan. Tidak boleh ada pengurangan sepihak," tegas Febri saat dihubungi Apaberita.com, Selasa (15/4/2025).
Tanpa Pemotongan di Lapangan
Berdasarkan catatan yang dihimpun redaksi kami, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi penekanan para pelaku industri. Poin pertama adalah permintaan agar penyaluran gas bumi melalui skema AGIT benar-benar dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku. Industri meminta tidak ada praktik pemotongan atau curtailment di level distribusi lapangan.
Kedua, para pelaku usaha manufaktur menolak keras segala bentuk pengurangan volume yang telah dialokasikan. Pengurangan sepihak dinilai akan menimbulkan efek domino yang merugikan, mulai dari penurunan kapasitas produksi hingga hilangnya efisiensi operasional pabrik secara signifikan.
Kemenperin menegaskan bahwa pihaknya akan terus memonitor realisasi distribusi gas untuk sektor industri. Stabilitas pasokan energi dianggap sebagai variabel kunci yang tidak bisa ditawar dalam upaya menjaga iklim investasi dan keberlanjutan sektor manufaktur Tanah Air.
Comments (0)