IHSG Ditutup Melemah 1,28%, Masih Betah di Bawah 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026). Berdasarkan laporan Apaberita.com, indeks acuan bursa domestik ini ditutup merosot ke l

Jul 08, 2026 - 00:29
0 0
IHSG Ditutup Melemah 1,28%, Masih Betah di Bawah 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026). Berdasarkan laporan Apaberita.com, indeks acuan bursa domestik ini ditutup merosot ke level 5.820, atau melemah sebesar 75 poin (1,28%). Padahal, IHSG sempat dibuka di zona hijau pada level 5.932, namun tekanan jual yang masif sepanjang sesi membuatnya berbalik arah dan terperangkap di bawah level psikologis 6.000.

Perjalanan IHSG Hari Ini: Dari Hijau ke Merah Pekat

Pada awal sesi, IHSG masih menunjukkan optimisme dengan menyentuh level tertinggi harian 5.950. Namun, setelah satu jam perdagangan, sentimen mulai berbalik. Data perdagangan yang dihimpun Apaberita.com menunjukkan volume transaksi mencapai 18,5 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp 9,2 triliun.

Investor asing turut memperberat tekanan dengan mencatatkan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp 520 miliar. Sektor infrastruktur dan keuangan menjadi pemberat utama, masing-masing terkoreksi 1,8% dan 1,5%. Sementara itu, sektor konsumsi dan energi juga ikut terseret ke zona merah, meskipun penurunannya lebih terbatas.

Sentimen Global dan Domestik Menekan Pasar

Pelemahan IHSG tidak lepas dari sentimen eksternal yang kurang kondusif. Pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian kebijakan suku bunga global, terutama dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang diperkirakan akan kembali menahan suku bunga dalam pertemuan mendatang. Di sisi lain, harga komoditas ekspor andalan Indonesia juga menunjukkan pelemahan, mengurangi daya tarik saham-saham terkait.

“Pasar terlihat cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Selain itu, penurunan harga batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) turut menekan saham-saham sektor energi dan agrikultur,” ujar analis pasar modal, Dian Permata, kepada Apaberita.com.

Dari sisi domestik, investor juga mengkhawatirkan potensi perlambatan konsumsi menjelang akhir kuartal II-2026. Meskipun fundamental ekonomi Indonesia masih solid, optimisme investor jangka pendek tampaknya memudar akibat minimnya katalis positif baru.

Direktur Perdagangan Bursa Efek Indonesia, dalam pernyataan singkatnya, menyebutkan bahwa koreksi ini masih dalam batas wajar sebagai bagian dari konsolidasi. "Kami melihat aktivitas perdagangan tetap ramai dan likuiditas terjaga. IHSG memiliki peluang rebound jika sentimen global membaik," katanya.

Dengan penutupan di level 5.820, IHSG telah terkoreksi lebih dari 3% dalam sepekan terakhir. Para pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi terbaru dan arah kebijakan moneter yang dapat menjadi penentu arah indeks selanjutnya. Apakah IHSG mampu kembali menembus level 6.000, atau justru terus merayap turun? Semua bergantung pada pergerakan sentimen global dan kepercayaan investor dalam beberapa hari ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User