Hotel Sunan Solo Isi Liburan Sekolah lewat Diskusi Buku

Solo — The Sunan Hotel Solo bersama komunitas Solo Book Party menggelar acara bertajuk “Coffee Talks with Book” pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mengisi waktu liburan sekol...

Jul 13, 2026 - 21:21
0 0

Solo — The Sunan Hotel Solo bersama komunitas Solo Book Party menggelar acara bertajuk “Coffee Talks with Book” pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mengisi waktu liburan sekolah dengan aktivitas literasi yang menggabungkan diskusi buku dan kenikmatan kopi, menarik perhatian puluhan peserta dari berbagai kalangan usia.

Inisiasi Kolaborasi Dua Pihak

Kerja sama antara The Sunan Hotel Solo dan Solo Book Party lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca di kalangan remaja. Andi Prasetyo, General Manager The Sunan Hotel Solo, menyatakan bahwa pihaknya sengaja memilih momentum liburan sekolah untuk menyasar segmen pelajar. “Kami ingin menyediakan ruang alternatif yang positif bagi anak-anak muda. Daripada menghabiskan waktu dengan gawai, lebih baik mereka berdiskusi dan membaca buku,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Sementara itu, koordinator Solo Book Party, Dewi Larasati, menegaskan bahwa komunitasnya sudah lama merencanakan acara semacam ini. “Kami sangat bersyukur The Sunan Hotel bersedia menjadi tuan rumah. Konsep coffee talks ini kami yakini bisa mendekatkan buku ke lebih banyak orang tanpa terkesan formal dan membosankan,” katanya.

Rangkaian Kegiatan Interaktif

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sesi perkenalan peserta dan pembagian kelompok diskusi. Setiap kelompok mendapatkan satu judul buku fiksi atau non-fiksi untuk dibedah bersama. Buku-buku yang dipilih meliputi karya sastra Indonesia kontemporer, biografi tokoh nasional, hingga buku pengembangan diri yang sedang populer di kalangan anak muda.

Menariknya, sesi diskusi tidak hanya berlangsung di dalam ruangan, tetapi juga di area terbuka hotel yang dikelilingi tanaman hijau. Peserta bisa menikmati secangkir kopi atau minuman non-kafein sembari bertukar gagasan. Panitia juga menyediakan pojok baca dengan koleksi lebih dari 500 buku yang bisa diakses secara gratis selama acara berlangsung.

Selain diskusi, ada pula segmen “Meet the Author” yang menghadirkan penulis muda asal Solo, Raka Bramantya. Ia berbagi pengalaman menulis novel pertamanya yang masuk nominasi penghargaan nasional. Sesi ini memicu antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta. “Saya senang melihat adik-adik sekecil ini sudah berani mengkritisi isi buku dan bertanya tentang proses kreatif. Ini pertanda baik,” ujar Raka.

Antusiasme Peserta Melampaui Ekspektasi

Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah peserta yang hadir melebihi target awal panitia. Tercatat 120 orang mengikuti kegiatan ini, sebagian besar adalah pelajar SMP dan SMA di Solo dan sekitarnya. Beberapa peserta bahkan datang dari luar kota seperti Karanganyar dan Sukoharjo. Mereka mengaku tertarik karena konsep acara yang menggabungkan unsur santai dan edukatif.

Seorang peserta bernama Aulia, siswi kelas XI dari salah satu SMA negeri di Solo, mengungkapkan bahwa ia jarang menemukan kegiatan serupa. “Biasanya liburan saya hanya di rumah main ponsel. Dengan datang ke sini, saya jadi punya teman baru yang sama-sama suka membaca. Ternyata diskusi buku itu seru,” tuturnya.

Panitia juga menyediakan permainan interaktif bertajuk “Tebak Tokoh” dan “Cerita Berantai” yang mampu mencairkan suasana. Hadiah buku dan voucer menginap di The Sunan Hotel Solo menambah semangat para peserta.

Komitmen Hotel dalam Mendukung Literasi

The Sunan Hotel Solo tidak hanya memfasilitasi acara ini, tetapi juga menyatakan kesiapannya untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Andi Prasetyo menegaskan bahwa perusahaan memiliki program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan. “Kami sedang merancang program beasiswa untuk anak-anak karyawan dan juga kemitraan dengan sekolah-sekolah. Coffee Talks with Book ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendorong budaya literasi di Solo,” imbuhnya.

Dewi Larasati menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan berupaya menggaet lebih banyak sponsor agar acara bisa digelar secara berkala, tidak hanya saat liburan sekolah. “Kami ingin membentuk semacam klub buku yang bertemu sebulan sekali di hotel ini. Respons positif dari peserta hari ini membuat kami optimistis,” ucapnya.

Menumbuhkan Kebiasaan Membaca di Era Digital

Para pengamat pendidikan menilai bahwa kegiatan seperti Coffee Talks with Book sangat relevan di tengah gempuran konten digital yang seringkali bersifat superfisial. Dengan membaca dan mendiskusikan buku secara langsung, anak-anak dilatih berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan menghargai sudut pandang berbeda. Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa membaca adalah aktivitas sosial yang bisa dinikmati bersama.

Acara ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat partisipasi. Panitia juga memberikan kuesioner untuk mengukur kepuasan peserta dan mengumpulkan saran. Hasil sementara menunjukkan bahwa 95 persen responden menyatakan akan mengikuti acara serupa jika diadakan kembali.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Coffee Talks with Book, The Sunan Hotel Solo dan Solo Book Party membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor perhotelan dan komunitas literasi dapat menciptakan dampak positif yang nyata bagi generasi muda. Ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berbudaya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User