Helm, Botol, hingga Tas Ikut Antre: Potret Perjuangan Orang Tua Murid di Sukabumi
Kota Sukabumi - Suasana subuh yang dingin di Jalan Raya Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendadak ramai oleh para orang tua murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah dasar (SD). Ratusan orang tua su
Kota Sukabumi - Suasana subuh yang dingin di Jalan Raya Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendadak ramai oleh para orang tua murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah dasar (SD). Ratusan orang tua sudah berjejal di trotoar depan pintu gerbang besi yang masih terkunci rapat. Sejak pukul 04.00 WIB, area luar Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri (SDN CBM) Suryakencana, Kota Sukabumi, sudah dipenuhi antrean panjang. Para orang tua, yang didominasi kaum ibu, rela duduk lesehan demi mendapatkan nomor urut pendaftaran karena panitia membatasi jumlah pendaftar harian.
Pantauan Apaberita.com, pemandangan unik terlihat di tengah antrean tersebut. Botol minum (tumbler), buku, tas berkas, hingga helm motor sengaja diletakkan berjejer rapi di atas aspal. Benda-benda ini dijadikan penanda urutan antrean sekaligus pengganti diri saat orang tua harus ke toilet atau membeli sarapan. Padahal, pintu gerbang sekolah baru dijadwalkan dibuka pada pukul 07.30 WIB. Para orang tua saling menjaga barang milik sesama pendaftar agar posisi mereka tidak diserobot.
Antre Demi Sekolah Favorit
SDN CBM Suryakencana memang dikenal sebagai salah satu sekolah dasar favorit di Sukabumi. Sekolah ini memiliki fasilitas memadai dan sering meraih prestasi akademik. Tidak heran, setiap musim penerimaan peserta didik baru (PPDB), orang tua berbondong-bondong datang meskipun harus mengorbankan waktu istirahat. Yani (40), salah satu ibu yang telah mengantre sejak pukul 03.30 WIB, mengaku rela menitipkan helm dan botolnya sebagai penanda posisi.
"Saya letakkan helm dan botol minum ini supaya orang tahu tempat saya sudah ada yang punya. Tadi saya sempat ambil kopi sebentar, alhamdulillah tidak ada yang ganggu," ujarnya sambil menunjukkan botol merah muda yang bertengger di atas helm putih di depannya.
Fenomena antrean menggunakan benda-benda bukan hanya terjadi di Sukabumi. Di berbagai kota, orang tua kerap memanfaatkan tas, sepatu, hingga batu sebagai penanda di sekolah-sekolah negeri unggulan. Meskipun pemerintah sudah menerapkan sistem zonasi dan PPDB daring, antusiasme terhadap sekolah-sekolah tertentu masih memicu praktik antre fisik. Panitia pendaftaran mengimbau agar para orang tua tetap tertib karena masa pendaftaran masih berlangsung beberapa hari ke depan. Hingga siang itu, antrean masih mengular, dan benda-benda sederhana itu tetap setia menjaga harapan para orang tua demi masa depan anak-anak mereka.
Comments (0)