Harga Bitcoin Melonjak Pasca AS dan Iran Sepakati Perdamaian
Jakarta - Pasar aset kripto dan logam mulia kompak menguat pada Selasa (16/6) setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan damai yang meredakan ketegangan geopolitik. Sentimen positif ini
Jakarta - Pasar aset kripto dan logam mulia kompak menguat pada Selasa (16/6) setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan damai yang meredakan ketegangan geopolitik. Sentimen positif ini langsung mendorong harga Bitcoin (BTC) melesat tajam dari level terendahnya dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Apaberita.com, dalam sepekan terakhir Bitcoin mencatatkan penguatan 5,87% menuju harga US$66.596 atau setara Rp1,17 miliar (menggunakan kurs Rp17.708 per dolar AS). Sebelumnya, pada awal pekan, Bitcoin sempat menyentuh level sekitar US$62.850. Lonjakan ini menjadi angin segar bagi investor kripto yang sebelumnya dihantui ketidakpastian akibat memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran.
Emas Ikut Terkerek, Pasar Sambut Damai AS-Iran
Tidak hanya Bitcoin, harga emas juga turut meroket. Dalam 24 jam, emas tercatat naik hampir 3% dan kini diperdagangkan di atas US$4.330 per troy ons. Kenaikan ini terjadi segera setelah pengumuman perdamaian yang membuat pelaku pasar kembali optimistis terhadap aset-aset safe haven dan alternatif. Kesepakatan AS-Iran yang ditengahi oleh Qatar ini mencakup penghentian sanksi ekonomi secara bertahap serta penghentian program nuklir Iran, dua isu yang selama ini menjadi pemicu utama ketegangan di Timur Tengah.
"Perjanjian damai ini membawa angin segar bagi aset-aset yang sensitif terhadap risiko geopolitik. Investor kembali melirik aset alternatif seperti emas dan Bitcoin sebagai lindung nilai sekaligus instrumen pertumbuhan di tengah meredanya tensi militer," ujar analis pasar Apaberita.com.
Kenaikan harga Bitcoin juga didukung oleh kembalinya minat institusi dan aliran dana ke produk investasi kripto. Dengan meredanya konflik di kawasan Teluk, persepsi risiko global menurun, sehingga Bitcoin yang selama ini dianggap sebagai aset berisiko justru mendapatkan limpahan likuiditas dari investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi di tengah stabilnya situasi. Selain Bitcoin, token utama lainnya seperti Ethereum (ETH) dan sejumlah altcoin ikut mencatatkan penguatan, meskipun belum sekuat pergerakan BTC. Kapitalisasi pasar kripto global naik 4,2% dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,6 triliun, menandakan kepercayaan diri pasar terus membaik.
Meski demikian, pengamat mengingatkan bahwa volatilitas harga masih tetap tinggi mengingat detail perjanjian damai masih dalam proses finalisasi dan implementasinya akan terus dicermati pasar. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap harga aset digital maupun logam mulia.
Comments (0)