Pendapatan Iran Menguap Rp 8,87 Triliun/Hari Gegara Perang Lawan AS

Apaberita.com, Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) merilis catatan terbaru mengenai dampak ekonomi perang di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Salah satu temuan

Jul 08, 2026 - 00:49
0 0
Pendapatan Iran Menguap Rp 8,87 Triliun/Hari Gegara Perang Lawan AS

Apaberita.com, Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) merilis catatan terbaru mengenai dampak ekonomi perang di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Salah satu temuannya yang paling mencengangkan adalah hilangnya pendapatan Iran hingga US$500 juta per hari, atau setara Rp8,87 triliun dengan asumsi kurs Rp17.741 per dolar AS. Angka ini muncul sebagai akibat langsung dari blokade dan serangan yang membuat pengiriman minyak Iran nyaris lumpuh total.

Blokade AS Lumpuhkan Pendapatan Minyak Iran

Anggota DEN, Firman Hidayat, memaparkan data tersebut dalam Seminar Islamic Economic Outlook di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (17/6/2026). Ia menjelaskan bahwa sebelum perang berkecamuk, Iran rutin mengekspor minyak dan memperoleh pendapatan besar dari komoditas tersebut. Kini, situasi berbalik drastis.

“Iran yang tadinya bisa kirim oil-nya gitu ya, mereka dapet revenue, sekarang akhirnya US$ 500 juta per day revenue-nya Iran itu stop karena US juga blockade, pokoknya nggak boleh ada yang lewat termasuk Iran,” ungkap Firman.

Pernyataan ini menegaskan bahwa blokade total yang diterapkan oleh Amerika Serikat tidak hanya memutus rantai pendapatan utama Teheran, tetapi juga memperparah isolasi ekonomi Iran. Kehilangan pendapatan sebesar itu dalam satu hari menjadi pukulan telak bagi negeri yang mengandalkan minyak sebagai tulang punggung fiskal.

Efek Domino ke Harga BBM di Amerika Serikat

Laporan DEN yang disampaikan oleh Firman Hidayat juga menyoroti dampak perang terhadap perekonomian Amerika Serikat sendiri, terutama pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kendati AS menerapkan blokade, ketegangan di kawasan Teluk dan gangguan rantai pasok justru memicu lonjakan harga energi di pasar global. Kondisi ini membuat konsumen di AS ikut menanggung beban, karena biaya BBM domestik meningkat seiring dengan naiknya harga minyak mentah dunia.

Perang dan Krisis Energi Global

Konflik Iran-AS yang terus memanas di Timur Tengah bukan hanya merugikan kedua negara secara langsung, tetapi juga membayangi kestabilan energi dunia. Blokade pengiriman minyak dari Iran mengurangi pasokan global, sementara krisis di jalur strategis seperti Selat Hormuz memperparah ketidakpastian. Para analis yang dikutip dalam laporan media kami menilai, jika perang berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan terjadi gejolak harga minyak yang lebih tajam di seluruh dunia.

Dengan temuan DEN ini, kian jelas bahwa perang bukan sekadar persoalan militer, melainkan juga membawa konsekuensi ekonomi besar yang dirasakan langsung oleh kedua belah pihak—mulai dari hilangnya pendapatan nasional Iran hingga beban hidup yang meningkat bagi warga Amerika Serikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User