Harga Ayam-Telur Anjlok di Peternak, Bapanas Guyur Subsidi Jagung Pakan
Apaberita.com – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah cepat menstabilkan harga ayam hidup dan telur di tingkat peternak yang sempat tertekan. Kepala Bapanas Andi Amra
Apaberita.com – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah cepat menstabilkan harga ayam hidup dan telur di tingkat peternak yang sempat tertekan. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, mengungkapkan bahwa intervensi dilakukan lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Langkah ini diharapkan dapat menahan biaya produksi peternak mandiri yang selama ini kerap terimbas fluktuasi harga bahan baku pakan.
Amran menjelaskan, pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk menggelontorkan jagung subsidi kepada peternak dengan sasaran awal 213,2 ribu ton. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total alokasi sebesar 242 ribu ton yang disiapkan untuk tahun 2026. Program ini mulai berjalan sejak awal Mei lalu dan diyakini telah membantu meredam gejolak di tingkat produsen.
“Kalau jagung pakan, sudah kita subsidi. Ada jagung kita 200 ribuan ton itu subsidi melalui SPHP. Kita kasih dengan harga yang baik untuk peternak,” kata Amran dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Beban Biaya Produksi Terkikis
Berdasarkan laporan Apaberita.com, anjloknya harga ayam hidup dan telur di tingkat peternak dalam beberapa pekan terakhir sejalan dengan kenaikan harga jagung pakan yang cukup tinggi. Sebagai komponen utama pakan ternak, kenaikan harga jagung secara langsung menekan margin peternak. Dengan hadirnya jagung bersubsidi dari Bulog, peternak dapat memperoleh jagung dengan harga lebih murah sehingga biaya produksi bisa ditekan. Hal ini pada akhirnya menjaga harga jual di tingkat peternak tidak merosot lebih dalam.
Subsidi jagung melalui program SPHP tidak hanya memberi kepastian pasokan, tetapi juga memutus rantai spekulasi harga di pedagang besar. Selama ini, disparitas harga antara jagung di sentra produksi dan di tingkat peternak sering kali melebar akibat permainan distribusi. Kehadiran Bulog sebagai offtaker menjamin harga beli di tingkat peternak tetap berada pada batas yang wajar.
Dengan alokasi 213,2 ribu ton untuk tahap awal, pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan mendesak khususnya di sentra peternakan ayam petelur dan pedaging di Pulau Jawa. Data Bapanas menunjukkan bahwa serapan jagung di sektor peternakan nasional mencapai jutaan ton per tahun, sehingga subsidi ini diharapkan menjadi penyangga sementara sambil menunggu kestabilan harga jagung di pasar global kembali normal.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada jagung impor. Bapanas mendorong Bulog untuk menyerap jagung petani lokal dengan harga yang kompetitif, sehingga subsidi jagung pakan kepada peternak sekaligus menjadi instrumen melindungi petani jagung dalam negeri.
Comments (0)