Gunung Karangetang Siau Lontarkan Lava Pijar

JAKARTA — Gunung Karangetang yang terletak di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan menyemburkan material p...

Jul 13, 2026 - 04:23
0 0
Gunung Karangetang Siau Lontarkan Lava Pijar

JAKARTA — Gunung Karangetang yang terletak di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan menyemburkan material pijar dari kawah utama pada Sabtu sore. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan status gunung tetap bertahan pada Level II atau Siaga, tanpa perubahan eskalasi sejak penetapan terakhir.

Berdasarkan data instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Karangetang di Kampung Salili, lontaran lava pijar terpantau mencapai ketinggian sekitar 600 hingga 800 meter di atas puncak, mengarah dominan ke sektor tenggara dan selatan. Kepala Badan Geologi melalui keterangan tertulis menyampaikan, “Erupsi terjadi secara tiba-tiba pada pukul 16.22 WITA dengan amplitudo maksimum 42 milimeter dan durasi lebih kurang 210 detik. Lontaran material pijar sempat membakar vegetasi di sekitar lereng bagian atas, namun tidak mengancam permukiman penduduk.”

Fenomena alam ini terekam jelas oleh kamera pemantau milik PVMBG. Rekaman menunjukkan bongkahan lava pijar meluncur ke arah lereng selatan yang merupakan area tak berpenghuni. Hujan abu vulkanik tipis dilaporkan terjadi di Desa Bebali, Kecamatan Siau Timur, meskipun tidak sampai mengganggu aktivitas warga. Petugas pos pengamatan segera mengintensifkan pemantauan serta mengeluarkan peringatan dini kepada pemerintah daerah setempat.

Kronologi Erupsi dan Lontaran Material Pijar

Erupsi kali ini diawali oleh peningkatan gempa vulkanik dangkal sejak pagi hari. Data seismik mencatat sedikitnya empat kali gempa letusan dan 12 kali gempa embusan dalam selang waktu enam jam sebelum puncak erupsi. Visual di lapangan menunjukkan kolom asap tebal berwarna kelabu hingga hitam pekat dengan tekanan kuat yang menyertai lontaran lava pijar.

Kepala PVMBG, dalam pernyataan resminya yang dikutip, menambahkan, “Ini merupakan erupsi eksplosif minor yang bersumber dari kawah Utama. Material pijar yang dilontarkan berupa lava dan bom vulkanik berukuran kecil hingga sedang, serta abu. Berdasarkan pemodelan arah angin, zona bahaya saat ini terkonsentrasi pada radius dua kilometer dari puncak.”

Penetapan radius bahaya tersebut mengacu pada potensi lontaran material, aliran lava pijar, dan ancaman awan panas guguran yang kerap terjadi pada tubuh Gunung Karangetang. Sejak pukul 19.00 WITA, intensitas erupsi mulai menurun meskipun gempa tremor masih terekam dengan amplitudo rendah.

Status Gunung Tetap Level II (Siaga) dan Imbauan Warga

Hingga laporan terakhir diterima, status Gunung Karangetang masih berada pada Level II atau Siaga sesuai hasil evaluasi Badan Geologi pada 11 Juli 2026. Dengan status ini, masyarakat di sekitar kaki gunung diimbau tidak memasuki zona berbahaya yang telah ditetapkan, yakni area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama dan tambahan perluasan sektoral ke arah selatan dan tenggara sejauh 2,5 kilometer.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro langsung mengaktifkan posko siaga darurat di tiga titik desa terdekat. Kepala Pelaksana BPBD setempat memastikan belum ada kebutuhan evakuasi massal, namun jalur evakuasi dan titik kumpul telah disiapkan. “Kami meminta warga tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti arahan resmi dari PVMBG dan BPBD,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri juga mulai mendistribusikan masker kepada warga di desa terdampak abu vulkanik. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi gangguan saluran pernapasan yang mungkin timbul akibat paparan abu. Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Karangetang diingatkan agar waspada terhadap potensi banjir lahar dingin jika hujan deras turun di area puncak.

Aktivitas Vulkanik dalam Pemantauan Intensif

Gunung Karangetang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang memiliki dua kawah aktif, yakni Kawah Utara (Kawah Dua) dan Kawah Utama. Erupsi kali ini terpusat di Kawah Utama yang secara historis kerap memproduksi lava pijar dan awan panas. Data statistik dari PVMBG mencatat sepanjang tahun 2025 hingga 2026, gunung ini mengalami erupsi eksplosif sebanyak enam kali dengan kekuatan rendah hingga sedang.

Pakar vulkanologi dari Universitas Indonesia yang turut memantau aktivitas gunung tersebut menjelaskan bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih cukup aktif. “Pola erupsi Karangetang cenderung episodik. Peningkatan aktivitas ini dapat menjadi awal dari serangkaian erupsi yang lebih intens, meskipun untuk saat ini belum terdapat indikasi menuju erupsi besar. Pemantauan secara real-time sangat penting untuk mendeteksi perubahan perilaku gunung,” jelasnya.

PVMBG menegaskan terus memperbarui informasi setiap enam jam sekali melalui aplikasi Magma Indonesia yang dapat diakses publik. Data deformasi menggunakan peralatan tiltmeter dan GPS juga menunjukkan inflasi ringan pada tubuh gunung, yang mengindikasikan adanya akumulasi tekanan magma di kedalaman dangkal. Apabila tekanan tersebut mencapai batas kritis, potensi erupsi susulan dengan intensitas lebih besar tetap terbuka.

Sementara itu, penerbangan di wilayah utara Sulawesi belum terdampak secara signifikan. Otoritas Bandar Udara Sam Ratulangi Manado telah menerima pemberitahuan resmi dari PVMBG dan melakukan pemantauan sebaran abu vulkanik. Hingga malam ini, seluruh jadwal penerbangan masih beroperasi normal. Namun demikian, maskapai diimbau untuk terus memperhatikan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) yang diterbitkan secara berkala.

Masyarakat di Pulau Siau dan sekitarnya diharapkan tetap siaga, namun tidak panik. Gunung Karangetang adalah bagian dari kehidupan warga yang telah terbiasa dengan aktivitas vulkaniknya. Dengan status Level II, kegiatan di luar radius aman masih diperbolehkan, asalkan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan menjauhi zona yang direkomendasikan oleh otoritas berwenang. Badan Geologi menegaskan akan segera meningkatkan status menjadi Level III atau Awas jika ada indikasi peningkatan ancaman yang membahayakan penduduk.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User