Antusiasme Tinggi di CFD Rasuna Said: Lebih Adem, Tak Terlalu Padat

Jakarta, Apaberita – Ribuan warga memadati kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), Minggu (12/7/2026). Antusiasm...

Jul 13, 2026 - 04:53
0 0
Antusiasme Tinggi di CFD Rasuna Said: Lebih Adem, Tak Terlalu Padat

Jakarta, Apaberita – Ribuan warga memadati kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), Minggu (12/7/2026). Antusiasme masyarakat untuk berolahraga di ruas jalan protokol yang dibebaskan dari kendaraan bermotor itu tampak meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Berdasarkan pantauan Apaberita di lapangan, keramaian mulai terlihat sejak pukul 06.00 WIB, dengan pengunjung yang didominasi oleh pesepeda, pelari, dan keluarga yang membawa anak-anak.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, yang ditemui di sela kegiatan, menyatakan bahwa CFD di Rasuna Said memang dirancang untuk memberikan alternatif ruang publik yang lebih nyaman. "Kami menerima banyak masukan dari warga agar HBKB tidak hanya terpusat di Sudirman-Thamrin. Rasuna Said memiliki karakteristik yang berbeda, dengan pepohonan besar di sepanjang jalur sehingga suhu udara terasa lebih sejuk," ujarnya.

Suasana Sejuk di Bawah Rindangnya Pepohonan

Kondisi geografis dan tata hijau di sepanjang Jalan HR Rasuna Said menjadi daya tarik utama. Pengunjung mengaku merasakan perbedaan signifikan dibandingkan CFD yang biasa digelar di kawasan Sudirman-Thamrin. Pepohonan trembesi dan angsana yang menjulang di median serta sisi jalan menciptakan kanopi alami yang meneduhkan. Pada pukul 07.30 WIB, suhu udara di lokasi tercatat 26 derajat Celsius, lebih rendah dua derajat dibandingkan area terbuka di Sudirman pada jam yang sama.

Salah seorang warga Tebet, Marini (38), yang rutin bersepeda setiap akhir pekan, mengungkapkan kepuasannya. "Di sini lebih adem, tidak terlalu gerah. Anak saya yang masih kecil juga lebih betah karena nggak kepanasan. Biasanya di Bundaran HI, jam delapan sudah terik sekali," tuturnya. Marini datang bersama suami dan dua anaknya menggunakan tiga sepeda lipat.

Hal serupa disampaikan oleh komunitas pesepeda Bike2Work Indonesia yang hadir dengan sekitar 50 anggota. Koordinator lapangan mereka, Darmawan, menyebut kawasan Rasuna Said memberikan pengalaman bersepeda yang lebih ramah bagi pemula dan keluarga. "Jalurnya tidak terlalu panjang, sekitar 3,5 kilometer, dan relatif datar. Cocok untuk rekreasi, bukan sekadar olahraga serius," katanya.

Tidak Terlalu Padat, Warga Lebih Lebluasa Bergerak

Kepadatan pengunjung di CFD Rasuna Said masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan rasa sesak. Berbeda dengan CFD Sudirman-Thamrin yang kerap dipadati hingga 80 ribu orang per Minggu, jumlah pengunjung di Rasuna Said diperkirakan baru mencapai 20-25 ribu orang. Jarak antarpengunjung masih cukup longgar sehingga aktivitas olahraga seperti jogging, skating, dan yoga massal dapat dilakukan tanpa saling bertabrakan.

"Saya bisa lari dengan pace yang stabil tanpa harus zig-zag menghindari orang. Ini sangat membantu buat yang serius latihan," ujar Rizky, pelari maraton yang tengah mempersiapkan diri mengikuti Borobudur Marathon 2026. Ia mencatat waktu tempuh 5 kilometer dalam 22 menit, lebih cepat dibandingkan saat berlatih di tempat lain.

Keunggulan lain yang disorot adalah ketersediaan lahan parkir yang lebih memadai. Meski tidak ada kantong parkir khusus yang disediakan pemerintah, banyak gedung perkantoran di sekitar Rasuna Said yang membuka area parkir basement untuk umum dengan tarif normal. Hal ini memudahkan warga dari luar Jakarta Selatan yang datang menggunakan mobil pribadi.

Dukungan Regulasi dan Rencana Pengembangan

Penyelenggaraan CFD di Rasuna Said telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang direvisi dengan Pergub Nomor 35 Tahun 2024. Dalam beleid terbaru, Pemprov DKI Jakarta menetapkan tiga lokasi tetap CFD setiap Minggu, yaitu Sudirman-Thamrin, Rasuna Said, dan Cipayung Jakarta Timur. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian kualitas udara dan peningkatan angka partisipasi olahraga masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, sebelumnya menyampaikan bahwa pemantauan kualitas udara di Rasuna Said selama CFD menunjukkan penurunan indeks PM 2,5 hingga 40 persen pada pukul 06.00-10.00. "Ini bukti bahwa kebijakan HBKB berkontribusi langsung pada perbaikan udara ambien, terutama di koridor perkantoran yang biasanya padat polutan," jelasnya dalam rapat koordinasi lintas dinas, Kamis (9/7/2026).

Wacana penambahan fasilitas pendukung juga tengah dibahas di tingkat DPRD DKI. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengusulkan pembangunan sheltered bike parking dan pos kesehatan permanen di dua titik. Usulan itu direspons positif oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria, yang menyatakan akan mengkaji alokasi anggaran perubahan tahun 2027. "Kami ingin CFD tidak hanya jadi ajang olahraga, tapi juga pusat edukasi kesehatan dan lingkungan," ujar Riza.

Selain itu, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berjualan di sepanjang jalur CFD mengaku omzet mereka naik 30-50 persen dibandingkan hari biasa. Sukirman, pedagang minuman tradisional, mengaku bisa menjual hingga 200 gelas jamu dalam tiga jam. "Ramainya pas, tidak sampai desak-desakan. Jadi pembeli juga nyaman," katanya. Pihak Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Jakarta Selatan telah menerbitkan 120 izin usaha temporer untuk area CFD Rasuna Said.

Dengan segala potensi yang dimiliki, CFD Rasuna Said diproyeksikan menjadi model pengelolaan ruang publik terpadu yang tidak hanya menyehatkan warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Koordinasi antara Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemuda dan Olahraga akan terus diperkuat guna menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung setiap Minggu pagi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User