CFD Sudirman-Thamrin Disulap Jadi Arena Nobar Piala Dunia

Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya memadati kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi (12/7...

Jul 13, 2026 - 04:52
0 0
CFD Sudirman-Thamrin Disulap Jadi Arena Nobar Piala Dunia

Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya memadati kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi (12/7/2026). Mereka tumpah ruah menyaksikan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tim nasional Argentina melawan Swiss melalui layar raksasa yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pukul 06.30 WIB, masyarakat mulai berdatangan dan memilih posisi strategis di depan layar yang terletak di sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Acara nonton bareng (nobar) ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CFD yang dikemas secara khusus oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ribuan Warga Antusias Sejak Subuh

Antusiasme warga terlihat sejak dini hari. Banyak di antara mereka yang membawa tikar, alas duduk, serta aneka makanan dan minuman untuk menikmati pertandingan. Suasana semakin semarak dengan nyanyian dan yel-yel yang membahana ketika kedua tim memasuki lapangan. Salah seorang warga, Andi Prasetyo (38) dari Kebayoran Baru, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk merasakan pengalaman nobar di ruang publik.

"Ini pengalaman pertama saya nobar di CFD. Seru sekali karena bisa berkumpul dengan banyak orang sambil menikmati udara pagi,"
ujarnya.

Sementara itu, mahasiswi Universitas Indonesia, Nila Sari (21), menyatakan bahwa acara semacam ini perlu sering diadakan untuk mempererat kebersamaan warga.

"Saya berharap pemerintah sering menggelar nobar seperti ini, tidak hanya saat Piala Dunia, tetapi juga pada ajang olahraga lainnya,"
katanya.

Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, yang hadir di lokasi, menyatakan bahwa kegiatan nobar ini diinisiasi untuk memberikan hiburan sehat dan gratis bagi masyarakat.

"Kami ingin menjadikan CFD tidak hanya sebagai ruang olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang positif. Hari ini kami menindaklanjuti arahan Penjabat Gubernur DKI untuk mengoptimalkan ruang publik bagi kegiatan yang menginspirasi warga,"
tuturnya.

Layar Raksasa dan Dukungan Teknis

Menurut Andhika, layar raksasa berukuran 12x7 meter tersebut didatangkan khusus dari vendor penyedia layar outdoor terkemuka di Jakarta. Pemasangan dilakukan sejak Sabtu malam dengan melibatkan 30 teknisi dan didukung oleh PT PLN (Persero) untuk pasokan listrik yang stabil.

"Kami memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal agar warga dapat menikmati tayangan dengan kualitas terbaik,"
jelasnya.

Selain layar utama, Disparekraf juga menyediakan 10 titik pengeras suara di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga depan Gedung Sarinah. Hal ini dilakukan untuk menjangkau warga yang berada di area yang lebih jauh dari pusat nobar. Petugas kebersihan pun disiagakan untuk menjaga lingkungan tetap asri selama dan setelah acara.

Pengamanan dan Pengalihan Arus Lalu Lintas

Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menerjunkan 150 personel gabungan dari Satuan Lalu Lintas, Satuan Sabhara, dan Satpol PP untuk mengamankan jalannya acara. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Adi Wibowo, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara ketat namun humanis.

"Kami telah memetakan titik-titik potensi kerumunan dan menyiapkan personel untuk mengatur arus penonton. Rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran HI kami berlakukan sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB,"
paparnya.

Pengalihan arus dilakukan di Jalan MH Thamrin arah selatan yang dilanjutkan ke Jalan Kebon Sirih, sementara kendaraan dari arah Sudirman dialihkan ke Jalan Gatot Subroto. Meskipun jumlah penonton membeludak, situasi keamanan tetap kondusif. Berdasarkan estimasi petugas di lapangan, jumlah penonton yang hadir mencapai 7.500 orang pada puncak acara. Tidak ada insiden berarti yang dilaporkan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengonfirmasi bahwa pengalihan arus berjalan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan parah.

"Kami bersyukur, masyarakat mematuhi rambu-rambu dan petunjuk petugas di lapangan,"
ujarnya.

Geliat Ekonomi di Sekitar Lokasi

Ribuan warga yang memadati CFD juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Pedagang kaki lima yang menjajakan makanan, minuman, serta pernak-pernik bertema sepak bola mengaku meraup omzet dua kali lipat dari biasanya. Sunarti (50), pedagang sate ayam di kawasan Dukuh Atas, mengaku telah menyiapkan 500 tusuk sate dan habis hanya dalam dua jam.

"Saya senang sekali, hari ini ramai sekali pembeli. Semoga sering ada acara begini,"
katanya sambil tersenyum.

Selain kuliner, penjualan atribut sepak bola juga meningkat tajam. Seorang pedagang bendera Argentina, Budi (47), menyatakan berhasil menjual 100 lembar bendera hanya dalam waktu satu jam. Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan DKI Jakarta, Rina Anggraini, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan pembinaan kepada sekitar 50 pedagang binaan untuk berjualan secara higienis di sekitar area nobar.

"Kami ingin menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui even-even publik seperti ini,"
ujarnya.

Dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga

Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora, Andi Mulya, yang turut meninjau acara, menyatakan apresiasi atas inisiatif Pemprov DKI.

"Kegiatan nobar seperti ini sejalan dengan program Nasional Sport for All. Kami berharap ke depannya semakin banyak daerah yang menggelar acara serupa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga,"
katanya. Ia menambahkan bahwa Kemenpora siap mendukung penuh pemerintah daerah yang ingin mereplikasi konsep nobar di ruang terbuka sebagai bentuk pembudayaan olahraga.

Sementara itu, warga tetap menikmati pertandingan yang berlangsung sengit. Hingga berita ini diturunkan, pertandingan antara Argentina dan Swiss masih berlangsung dengan skor imbang. Warga terus bersorak dan memenuhi jalan protokol, menciptakan pemandangan yang jarang terjadi di pusat bisnis ibu kota. Kegiatan nobar ini diharapkan menjadi agenda rutin yang dapat mengakrabkan warga dengan ruang kota serta meningkatkan kebersamaan di tengah pluralitas Jakarta.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User