Al Haris: Profil dan Kinerja Gubernur Jambi
Al Haris: Profil dan Kinerja Gubernur Jambi
Profil Singkat
Al Haris, atau lengkapnya Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., lahir di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi, pada 12 November 1973. Ia berasal dari keluarga sederhana di pelosok Jambi, namun tekad dan kerja keras mengantarnya menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor di bidang hukum. Sebelum menduduki kursi Gubernur Jambi, ia dikenal luas sebagai birokrat dan politikus yang menghabiskan sebagian besar kariernya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin, hingga akhirnya menjabat sebagai Bupati Merangin selama dua periode berturut-turut, yakni 2013–2018 dan 2018–2021. Pada Pilkada Serentak 2020, Al Haris berpasangan dengan Abdullah Sani dan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi masa jabatan 2021–2026. Pelantikannya pada 7 Juli 2021 menandai babak baru kepemimpinan di provinsi dengan kekayaan alam melimpah namun masih menghadapi ketimpangan pembangunan.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier Al Haris dimulai dari jalur birokrasi setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta dan meraih gelar Sarjana Ilmu Sosial. Ia mengawali kiprah sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Merangin pada awal 2000-an. Ketekunannya membawanya menempati sejumlah posisi strategis, seperti Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan, hingga Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin. Pengalaman panjang di birokrasi inilah yang menjadi modal penting saat ia memutuskan maju dalam kontestasi pemilihan bupati pada 2013. Setelah dua periode memimpin Merangin, Al Haris membangun reputasi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan fokus pada pembangunan infrastruktur desa. Puncak karier politiknya tercapai ketika ia memenangi Pemilihan Gubernur Jambi 2020 dengan dukungan sejumlah partai besar, mengalahkan beberapa kandidat kuat, termasuk petahana saat itu.
Kinerja dan Program Unggulan
Sejak dilantik pada pertengahan 2021, Al Haris langsung dihadapkan pada tantangan pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19 yang melumpuhkan banyak sektor andalan Jambi, seperti perkebunan sawit, karet, dan pariwisata. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Jambi meluncurkan sejumlah program prioritas yang tertuang dalam visi “Jambi Maju, Aman, Nyaman, dan Sejahtera”. Berikut beberapa program unggulan yang menjadi sorotan:
- Pembangunan Infrastruktur Merata: Al Haris melanjutkan tradisinya sebagai “bupati pembangunan” dengan mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan provinsi, jembatan, serta akses menuju kawasan perdesaan dan sentra produksi pertanian. Proyek strategis seperti peningkatan Jalan Lintas Timur dan pembangunan jembatan di sejumlah kabupaten menjadi prioritas untuk membuka isolasi wilayah.
- Kesejahteraan Petani dan Harga Komoditas: Sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi Jambi mendapat perhatian khusus. Gubernur Al Haris rutin menggelar pertemuan dengan kelompok tani dan pengusaha sawit untuk menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang kerap anjlok. Program bantuan bibit unggul, pupuk bersubsidi, dan pembukaan akses pasar baru juga digulirkan.
- Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan: Pada 2025, Pemprov Jambi mengalokasikan anggaran signifikan untuk pembangunan dan renovasi sekolah, terutama di daerah terpencil, serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Di bidang kesehatan, program Jambi Sehat dan penguatan fasilitas rumah sakit daerah terus berjalan, termasuk pengadaan alat kesehatan modern dan penambahan tenaga medis di puskesmas.
- Tata Kelola Pemerintahan dan Digitalisasi: Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, pemerintahan Al Haris mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Layanan perizinan terintegrasi melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) diresmikan di beberapa kabupaten/kota, memangkas birokrasi dan waktu pengurusan izin usaha.
“Kami ingin Jambi tumbuh dari desa. Ketika desa kuat, kota pun akan ikut kuat. Pembangunan harus dirasakan oleh masyarakat di pelosok, bukan hanya di pusat kota,” ujar Al Haris dalam sebuah kesempatan di hadapan para kepala desa se-Jambi pada awal 2026.
Tantangan dan Harapan
Meski sejumlah capaian positif telah diraih, kepemimpinan Al Haris tidak lepas dari tantangan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jambi masih berada di bawah rata-rata nasional, dengan disparitas mencolok antara kawasan barat yang relatif maju dan kawasan timur yang tertinggal. Ketergantungan ekonomi pada komoditas mentah membuat provinsi ini rentan terhadap fluktuasi harga global. Isu lingkungan, seperti deforestasi akibat perluasan perkebunan ilegal dan kebakaran hutan
Comments (0)