Aug 28, 2026
Politik

Gracious Project Bali Menembus Pasar Nasional dengan Skincare Nabati

Gracious Project, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Denpasar, Bali, mengembangkan produk perawatan tubuh berbahan nabati sejak 2020 dan memperluas penjualannya ke pasar nasional melalui pro...

Gracious Project Bali Menembus Pasar Nasional dengan Skincare Nabati

Gracious Project, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Denpasar, Bali, mengembangkan produk perawatan tubuh berbahan nabati sejak 2020 dan memperluas penjualannya ke pasar nasional melalui produk ritel, kerja sama bisnis, serta pemasaran digital. Usaha yang didirikan Gracia Chandra tersebut memanfaatkan bahan baku dari petani Bali dan Lombok, menerapkan standar perizinan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta melayani kebutuhan konsumen perorangan hingga vila dan hotel.

Berawal dari Kebutuhan Keluarga

Gracia memulai Gracious Project ketika pandemi melanda Indonesia pada 2020. Latar belakangnya sebagai formulator mendorong dia meracik produk perawatan kulit dan tubuh yang dinilai aman bagi anggota keluarganya. Penggunaan pribadi itu kemudian berkembang menjadi kegiatan usaha setelah produk tersebut mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Menurut Gracia, gagasan utama usahanya tidak hanya menjual produk, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan bahan alami yang berada di sekitar masyarakat. Proses tersebut dilakukan dengan mengolah bahan nabati menjadi produk perawatan yang memiliki nilai guna dan dapat diproduksi sesuai kebutuhan pasar.

“Awalnya kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahan tersebut kemudian diracik menjadi produk yang mendukung perawatan dan kesehatan,” kata Gracia Chandra, pemilik Gracious Project, di Denpasar, Bali, Kamis, 27 Agustus 2026.

Perkembangan permintaan membuat Gracious Project tidak lagi hanya memproduksi dalam jumlah terbatas untuk kebutuhan keluarga. Produk yang dihasilkan kini dipasarkan kepada pelanggan secara langsung maupun melalui kanal daring. Strategi itu menempatkan usaha tersebut pada segmen perawatan tubuh berbasis bahan lokal dengan rentang harga yang dapat dijangkau berbagai kelompok konsumen.

Bahan Baku dari Petani Bali dan Lombok

Gracious Project menempatkan bahan baku lokal sebagai salah satu unsur utama dalam proses produksinya. Bahan-bahan tersebut diperoleh dari petani di Bali dan Lombok. Beberapa bahan yang digunakan antara lain minyak kelapa, cocoa butter, minyak serai, dan minyak citronella.

Gracia menyatakan pemilihan bahan baku dilakukan dengan mempertimbangkan asal-usul, mutu, serta kesesuaiannya dengan ketentuan perizinan. Salah satu produk yang dibuat adalah body lotion yang tidak menggunakan mineral oil. Formula tersebut memanfaatkan minyak kelapa yang berasal dari wilayah Bali dan Lombok.

“Kami memperoleh minyak kelapa dari petani, kemudian menggunakan cocoa butter, minyak serai, dan minyak citronella sesuai kebutuhan formulasi,” ujar Gracia.

Penggunaan bahan lokal, menurut dia, harus diikuti dengan pengawasan kualitas. Karena itu, Gracious Project memastikan bahan yang digunakan berasal dari pemasok yang memenuhi persyaratan sertifikasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi produk sekaligus menindaklanjuti ketentuan yang berlaku bagi industri kosmetik dan perawatan tubuh.

Gracia menegaskan bahwa status bahan sebagai produk lokal tidak berarti mengurangi standar keamanan. Seluruh bahan yang digunakan diproses dengan memperhatikan persyaratan BPOM. Kualitas bahan baku dan proses produksi menjadi bagian penting sebelum produk dipasarkan kepada konsumen.

Melayanai Konsumen Ritel hingga Hotel

Produk Gracious Project dipasarkan dengan harga mulai dari Rp25.000 hingga Rp150.000 per produk. Selain kemasan ritel untuk pelanggan perorangan, usaha tersebut juga menerima pesanan dalam skala lebih besar dari mitra bisnis, termasuk vila dan hotel.

Pesanan bisnis-ke-bisnis atau B2B dapat diproduksi dalam volume hingga ratusan liter, bergantung pada permintaan dan kebutuhan mitra. Produk tersebut digunakan untuk mendukung layanan perawatan tubuh yang tersedia di sejumlah akomodasi pariwisata. Gracious Project juga mengoperasikan layanan hair spa yang menggunakan produk buatannya sendiri.

“Kami memproduksi hingga ratusan liter berdasarkan pesanan. Ada pula kerja sama B2B dengan vila dan hotel. Produk kami digunakan untuk layanan hair spa serta perawatan pelanggan yang memesan secara daring,” kata Gracia.

Model produksi berdasarkan pesanan memungkinkan Gracious Project menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan pasar. Pada sisi lain, penjualan eceran tetap dijalankan untuk menjaga hubungan langsung dengan konsumen. Kombinasi kedua segmen tersebut memberikan ruang bagi UMKM untuk melayani kebutuhan rumah tangga sekaligus kebutuhan usaha pariwisata.

Kerja sama dengan vila dan hotel juga memperluas penggunaan produk berbahan lokal di sektor jasa. Produk perawatan tubuh tidak hanya ditawarkan sebagai barang konsumsi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman layanan bagi tamu. Pola tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkuat posisi melalui kemitraan dengan industri pariwisata.

Pemasaran Digital Perluas Jangkauan

Di tengah persaingan produk perawatan tubuh, Gracious Project memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen di luar Bali. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah siaran langsung atau live untuk memperkenalkan produk, menjelaskan kegunaan, serta melayani pertanyaan calon pembeli.

Aktivitas pemasaran tersebut dijalankan oleh karyawan Gracious Project melalui kanal daring. Interaksi secara langsung memberikan kesempatan bagi konsumen untuk memperoleh informasi mengenai bahan, cara penggunaan, dan pilihan produk sebelum melakukan pembelian.

Strategi digital juga mendukung penjualan kepada pelanggan yang berada di luar wilayah Denpasar. Dengan demikian, distribusi produk tidak hanya mengandalkan kunjungan ke lokasi usaha atau kerja sama dengan mitra pariwisata. Kanal daring menjadi bagian dari keputusan bisnis untuk memperluas pasar secara bertahap.

Gracia menyatakan pengembangan usaha akan tetap diarahkan pada penggunaan bahan lokal dan pemenuhan standar keamanan. Menurut dia, keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan oleh jumlah produk yang terjual, tetapi juga oleh kemampuan menjaga mutu, membangun kepercayaan konsumen, dan bekerja sama dengan pemasok serta mitra usaha.

Gracious Project kini menempatkan pengalaman produksi sejak masa pandemi sebagai dasar untuk memperkuat kegiatan usaha. Dari racikan yang semula dibuat bagi keluarga, usaha tersebut berkembang menjadi produsen perawatan tubuh yang melayani konsumen ritel, pelanggan daring, vila, dan hotel. Pemanfaatan bahan dari petani Bali serta Lombok menjadi ciri utama dalam upaya memperluas pasar nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User