Kerumunan orang yang masih berada di sekitar jalur kereta antara Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, menyebabkan perjalanan Commuter Line tujuan Tanah Abang dan sebaliknya belum dapat diberangkatkan pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026. KAI Commuter menyatakan penundaan dilakukan demi keselamatan penumpang karena kondisi di sekitar lintasan masih belum dinyatakan aman dan berpotensi menimbulkan keterlambatan serta perubahan pola operasi.
Informasi mengenai kondisi tersebut disampaikan KAI Commuter pada pukul 04.50 WIB. Operator perjalanan kereta menyatakan bahwa keputusan untuk menahan keberangkatan diambil setelah mempertimbangkan keberadaan massa di sekitar jalur Palmerah-Tanah Abang dan kemungkinan gangguan terhadap operasional kereta.
“Demi keselamatan dan keamanan pengguna Commuter Line, perjalanan tujuan Tanah Abang pulang-pergi masih menunggu kondisi aman untuk diberangkatkan. Perjalanan berpotensi mengalami keterlambatan dan penyesuaian pola operasi sesuai kondisi di lintas,” kata KAI Commuter.
Perjalanan Empat Kereta Dibatasi
Menindaklanjuti kondisi di lintasan, KAI Commuter menetapkan penyesuaian perjalanan terhadap sejumlah kereta yang berangkat dari wilayah Parungpanjang dan Serpong. Kereta yang semula dijadwalkan menuju Stasiun Tanah Abang hanya melanjutkan perjalanan sampai Stasiun Palmerah.
Setelah tiba di Stasiun Palmerah, rangkaian kereta tersebut kemudian diarahkan kembali menuju wilayah Rangkasbitung. Penyesuaian ini dilakukan untuk menghindari jalur yang masih berada dalam pengamanan dan belum dapat dilintasi secara normal.
Kereta dengan nomor perjalanan KA 1613D dari Parungpanjang menuju Tanah Abang hanya beroperasi sampai Palmerah. Rangkaian itu kemudian kembali sebagai KA 1614D dengan tujuan Palmerah-Rangkasbitung.
Penyesuaian serupa berlaku bagi KA 1615D relasi Serpong-Tanah Abang. Perjalanan kereta tersebut dipangkas sampai Palmerah dan dilanjutkan kembali sebagai KA 1616D menuju Rangkasbitung.
Sementara itu, KA 1617 yang berangkat dari Parungpanjang juga hanya melayani perjalanan sampai Stasiun Palmerah. Setelah itu, rangkaian dioperasikan kembali menggunakan nomor perjalanan KA 1618D pada rute Palmerah-Rangkasbitung.
Rute KA 1619D dari Parungpanjang menuju Tanah Abang turut mengalami perubahan. Kereta hanya sampai Palmerah dan kemudian kembali sebagai KA 1620D menuju Rangkasbitung.
Kerumunan Berada di Sekitar Jalur Rel
Keberadaan massa dilaporkan berada di sekitar jalur kereta yang menghubungkan Palmerah dan Tanah Abang. Situasi tersebut membuat operator harus memastikan aspek keamanan sebelum membuka kembali perjalanan pada lintasan yang terdampak.
Kawasan sekitar jalur tersebut sebelumnya mengalami kericuhan dengan aparat kepolisian. Peristiwa berlangsung di area bawah kolong jalan layang Slipi, pada arah Pejompongan menuju Stasiun Palmerah, Jakarta.
Kericuhan mulai berlangsung pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, setelah kegiatan penyampaian aspirasi di sekitar kompleks Dewan Perwakilan Rakyat berakhir. Massa kemudian masih terlihat di sejumlah titik yang berada dekat jalur kereta dan kawasan Palmerah.
Dalam kondisi tersebut, keselamatan pengguna jasa, petugas, serta perjalanan kereta menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan operasional. KAI Commuter belum membuka kembali seluruh lintasan sebelum situasi dinilai aman.
Penumpang Diminta Memperhatikan Informasi Operasi
KAI Commuter menyatakan pola perjalanan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Penumpang yang akan menggunakan layanan menuju Tanah Abang, Palmerah, Serpong, Parungpanjang, atau Rangkasbitung perlu memperhatikan pengumuman resmi mengenai jadwal dan rute perjalanan.
Perubahan pola operasi tersebut dapat berdampak pada waktu tempuh dan kepadatan di stasiun-stasiun yang menjadi titik akhir sementara perjalanan. Penumpang dari arah Parungpanjang dan Serpong yang semula menuju Tanah Abang kemungkinan harus menyesuaikan rencana perjalanan setelah turun di Stasiun Palmerah.
Operator kereta menegaskan bahwa perjalanan hanya akan kembali normal setelah jalur Palmerah-Tanah Abang dinyatakan aman untuk dilalui. Keputusan itu akan menyesuaikan hasil pemantauan petugas di lintasan dan perkembangan pengamanan di sekitar lokasi.
KAI Commuter juga mengimbau pengguna Commuter Line untuk mengikuti arahan petugas di stasiun, tidak mendekati area jalur rel, serta memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat. Langkah tersebut diperlukan agar penumpang dapat mengantisipasi keterlambatan dan perubahan perjalanan selama proses pengamanan berlangsung.
Comments (0)