Aug 28, 2026
Politik

Onderdil Mobil China Mulai Dicari di Pasar Bekas

Peredaran mobil buatan China di Indonesia mulai memengaruhi perdagangan suku cadang bekas di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat. Sejumlah konsumen telah menanyakan dan membeli komponen copotan untuk mobi...

Onderdil Mobil China Mulai Dicari di Pasar Bekas

Peredaran mobil buatan China di Indonesia mulai memengaruhi perdagangan suku cadang bekas di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat. Sejumlah konsumen telah menanyakan dan membeli komponen copotan untuk mobil bermesin pembakaran internal dari merek China, meskipun permintaannya masih terbatas dibandingkan onderdil mobil Jepang. Sementara itu, komponen kendaraan listrik belum menunjukkan perputaran penjualan yang berarti karena pemilik kendaraan masih lebih banyak menggunakan mobil berbahan bakar bensin.

Permintaan Komponen Mulai Terlihat

Perubahan tersebut terpantau di salah satu sentra perdagangan suku cadang mobil bekas di Jakarta Barat. Awang, pedagang onderdil di Pasar Asem Reges, menyatakan konsumen mulai mencari bagian tertentu dari mobil China yang telah beroperasi di jalan raya. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah permintaan tersebut belum menyamai kebutuhan terhadap suku cadang mobil Jepang.

“Untuk mobil China yang masih menggunakan bahan bakar minyak, sudah ada satu-dua permintaan. Namun, untuk kendaraan listrik, penjualannya masih sangat terbatas karena masyarakat masih lebih banyak memilih mobil berbahan bakar bensin,” kata Awang saat ditemui di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, Senin, 24 Agustus.

Menurut Awang, Wuling termasuk merek yang komponen bekasnya mulai ditanyakan oleh konsumen. Selain itu, permintaan terhadap suku cadang BYD dan Chery juga mulai muncul. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan alternatif ketika pemilik kendaraan mengalami kesulitan memperoleh komponen tertentu melalui jaringan penjualan resmi.

Pedagang tersebut menyatakan sebagian konsumen mendatangi pasar onderdil bekas karena komponen untuk beberapa model mobil China belum seluruhnya tersedia di diler resmi. Faktor ketersediaan dan harga menjadi pertimbangan dalam memilih suku cadang copotan, terutama bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan perbaikan dalam waktu relatif singkat.

Transmisi Menjadi Komponen yang Dicari

Komponen yang paling sering ditanyakan konsumen adalah bagian transmisi. Awang menyebut sejumlah pemilik mobil datang untuk mencari transmisi bekas setelah kendaraan mereka mengalami gangguan pada sistem tersebut. Permintaan itu belum membentuk pasar besar, tetapi menjadi tanda bahwa mobil China mulai memiliki jejak dalam rantai perdagangan suku cadang bekas.

“Konsumen paling sering mencari bagian transmisi. Banyak yang datang karena transmisi kendaraannya mengalami masalah,” ujar Awang.

Perdagangan komponen copotan biasanya bergantung pada jumlah kendaraan yang beredar, usia kendaraan, tingkat kerusakan, serta ketersediaan komponen baru. Semakin banyak unit mobil yang digunakan masyarakat, semakin besar kemungkinan terbentuknya kebutuhan terhadap komponen pengganti. Dalam konteks mobil China, pasar tersebut masih berada pada tahap awal karena sebagian model relatif baru hadir di Indonesia.

Keadaan itu berbeda dengan perdagangan suku cadang mobil Jepang yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Komponen untuk Toyota Avanza, Daihatsu Gran Max, Daihatsu Sigra, dan Suzuki Carry memiliki perputaran lebih cepat karena kendaraan tersebut digunakan secara luas untuk keperluan keluarga, niaga, serta layanan transportasi daring.

Mobil Jepang Masih Mendominasi

Mobil yang digunakan sebagai kendaraan niaga atau taksi daring cenderung menempuh jarak lebih jauh dibandingkan kendaraan pribadi. Intensitas pemakaian tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap komponen mesin, sistem transmisi, kaki-kaki, dan bagian pendukung lain. Karena jumlah unitnya besar dan penggunaan hariannya tinggi, permintaan suku cadang mobil Jepang tetap dominan di pasar bekas.

Pedagang juga telah memiliki jaringan pasokan dan pengetahuan teknis yang lebih mapan untuk merek-merek tersebut. Konsumen lebih mudah menemukan komponen yang sesuai, sementara mekanik telah terbiasa menangani model kendaraan yang sama. Keunggulan jaringan itu membuat suku cadang mobil Jepang tetap menjadi pilihan utama meskipun mobil China terus bertambah di jalanan Indonesia.

Awang menyatakan konsumen mobil China masih perlu menyesuaikan diri dengan ketersediaan komponen. Sebagian pemilik kendaraan memilih mendatangi diler resmi, sedangkan lainnya mencari onderdil bekas melalui pasar khusus. Perbedaan saluran tersebut membuat volume penjualan komponen mobil China belum dapat disamakan dengan kendaraan yang telah lama digunakan masyarakat.

Kendaraan Listrik Belum Membentuk Pasar Bekas

Rendahnya permintaan terhadap suku cadang kendaraan listrik menjadi catatan tersendiri. Menurut pedagang, konsumen di Pasar Asem Reges masih lebih banyak mencari komponen untuk mobil bermesin pembakaran internal. Keterbatasan jumlah kendaraan listrik, perbedaan teknologi, dan kebutuhan penanganan khusus turut memengaruhi belum terbentuknya pasar onderdil copotan untuk kendaraan tersebut.

Komponen kendaraan listrik tidak sepenuhnya sama dengan suku cadang mobil konvensional. Sistem baterai, motor listrik, pengendali daya, dan perangkat elektronik memerlukan penanganan yang berbeda. Karena itu, perdagangan komponen bekas kendaraan listrik membutuhkan jaringan pemasok serta tenaga teknis yang memiliki keahlian khusus.

Perkembangan pasar suku cadang mobil China pada masa mendatang akan dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan kendaraan, ketersediaan layanan purnajual, serta lamanya kendaraan digunakan oleh konsumen. Apabila jumlah mobil China terus meningkat, kebutuhan terhadap komponen bekas berpotensi ikut bertambah. Namun, perubahan tersebut tetap bergantung pada keputusan konsumen, kebijakan industri otomotif, dan kemampuan diler menyediakan suku cadang.

Dengan demikian, kemunculan Wuling, BYD, Chery, dan merek China lainnya di pasar onderdil bekas belum menggantikan posisi mobil Jepang. Perkembangan yang terlihat saat ini baru berupa meningkatnya pertanyaan dan permintaan terhadap komponen tertentu, terutama transmisi. Pasar kendaraan listrik juga belum menunjukkan aktivitas yang setara dengan mobil berbahan bakar bensin. Pedagang menilai dinamika itu akan terus dipantau seiring bertambahnya usia kendaraan dan meluasnya penggunaan mobil China di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User