Gorong-gorong Lapuk Sebabkan Jalan Ambles Sedalam Satu Meter di Kebon Jeruk
Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dikejutkan oleh peristiwa amblesnya permukaan jalan pada Selasa (4/6) dini hari. Jalan yang biasa dilalui kendaraan berat
Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dikejutkan oleh peristiwa amblesnya permukaan jalan pada Selasa (4/6) dini hari. Jalan yang biasa dilalui kendaraan berat dan ringan itu tiba-tiba amblas membentuk cekungan sedalam sekitar 1 meter dengan diameter mencapai 2,5 meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian lalu lintas masih lengang. Namun, insiden ini kembali mencuatkan kekhawatiran soal maraknya infrastruktur bawah tanah yang usang di Ibu Kota.
Kronologi: Dari Bunyi Gemeretak hingga "Kawah" di Aspal
- Selasa, 4 Juni 2026, Pukul 02.30 WIB – Dua petugas keamanan ronda melaporkan mendengar suara gemeretak dari badan Jalan Arjuna Utara, persis di depan kompleks pertokoan. Aspal mulai retak rambut dan mengeluarkan bunyi seperti patahan.
- Pukul 02.45 WIB – Retakan melebar dengan cepat. Sebuah lubang kecil muncul di tengah jalan, disusul runtuhan aspal yang langsung menciptakan cekungan awal berdiameter 50 sentimeter.
- Pukul 03.10 WIB – Tanah di bawah aspal tergerus air, menyebabkan lubang membesar secara sporadis. Dalam hitungan menit, lubang berubah menjadi kawah sedalam 1 meter dan lebar 2,5 meter. Potongan aspal bergelantungan di sisi-sisinya.
- Pukul 03.30 WIB – Warga sekitar merekam video runtuhan dan segera melapor ke call center Jakarta Siaga 112. Rekaman amatir menunjukkan air keruh menggenangi dasar lubang, memperlihatkan sisa-sisa gorong-gorong yang sudah rapuh.
- Pukul 04.15 WIB – Unit penanganan darurat Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat tiba di lokasi. Petugas memasang barikade sementara dan mengalihkan arus lalu lintas.
Respons Cepat Pemprov Jakarta dan Pihak Kepolisian
Menjelang subuh, tim Dinas Bina Marga DKI Jakarta mendatangi lokasi untuk inspeksi awal. Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Jakarta Barat, Andri Maulana, menyatakan bahwa pengaspalan darurat akan dilakukan begitu sistem drainase bawah tanah direhabilitasi. “Kami sudah menurunkan alat berat untuk membongkar sisa aspal yang menggantung. Tapi prioritas adalah memperbaiki gorong-gorongnya lebih dulu agar amblesan tidak terulang,” ujarnya di sela-sela proses evakuasi.
Sementara itu, Satlantas Polres Metro Jakarta Barat memberlakukan pengalihan arus. Kendaraan dari arah Daan Mogot yang hendak menuju Kebon Jeruk dialihkan melalui Jalan Panjang. “Kami siagakan delapan personel untuk memandu pengendara hingga jalur kembali normal. Penutupan penuh diperkirakan berlangsung tiga hingga empat hari,” kata Kasat Lantas AKP Rendy Pratama. Pengalihan yang melibatkan ruas padat ini tetap memicu kemacetan sekitar 15 menit pada jam sibuk pagi.
Gorong-gorong Tua: Biang Kerok yang Sering Terabaikan
Hasil pengecekan visual tim teknis memperlihatkan bahwa gorong-gorong beton di bawah jalan sudah berusia lebih dari 40 tahun. Struktur beton lapuk, tulangan besi berkarat, dan dinding samping keropos. Air hujan yang merembes melalui retakan selama bertahun-tahun ikut menggerus tanah di sekitar gorong-gorong, menciptakan rongga besar di bawah aspal. “Ini bukan kasus pertama. Di titik yang sama dua tahun lalu kami sudah tambal retakan, tapi akar masalahnya, gorong-gorong ini memang harus diganti,” tutur Pengawas Lapangan Dinas Bina Marga, Suwarno.
Ahli geoteknik dari Universitas Indonesia, Prof. Eko Prasetyo, menekankan bahwa penanganan parsial hanya akan menjadi “bom waktu”. “Selama gorong-gorong tua tidak diganti, rongga di bawah jalan akan terus terbentuk. Butuh pemetaan bawah tanah secara berkala dengan ground-penetrating radar agar titik-titik rentan bisa diantisipasi sebelum ambles,” jelasnya. Ia menyayangkan minimnya anggaran pemeliharaan drainase bawah tanah yang lebih banyak tersedot untuk proyek-proyek di atas permukaan.
Dampak dan Keresahan Warga Sekitar
Amblesan ini turut meresahkan warga dan pelaku usaha di Jalan Arjuna Utara. Rini, pemilik warung makan yang berjarak sekitar 20 meter dari lubang, mengaku sempat mendengar dentuman kecil sebelum aspal runtuh. “Suara seperti ada yang jatuh di basemen. Pas keluar, jalan sudah bolong. Semenjak kejadian, pengunjung sepi,” keluhnya. Penutupan jalan juga menyulitkan akses kendaraan pengangkut barang, sehingga beberapa toko terpaksa mengurangi jam operasional.
Aktivis keselamatan jalan, Komunitas Peduli Infrastruktur Jakarta, mendesak audit menyeluruh terhadap seluruh gorong-gorong tua di Jakarta Barat. Data mereka menunjukkan sepanjang 2023–2026 terdapat tujuh insiden serupa, termasuk di Kembangan dan Palmerah. “Kalau terus-terusan darurat, Jakarta hanya berubah jadi tambal sulam. Harus ada terobosan penggantian massal gorong-gorong yang sudah pensiun,” tegas koordinator komunitas, Fikri Ramadhan.
Langkah Perbaikan dan Proyeksi Normalisasi
Pemprov Jakarta merencanakan perbaikan bertahap yang dibagi dalam tiga fase. Fase pertama, pengerukan rongga dan pembongkaran beton lama (6–8 Juni). Fase kedua, *pemasangan gorong-gorong baru berstandar box culvert beton mutu tinggi (9–13 Juni). Fase ketiga, pemadatan tanah, pelapisan subgrade, dan pengaspalan akhir (14–17 Juni). Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Irwan Hermawan, menargetkan jalur kembali dibuka penuh pada 18 Juni 2026.
Selama masa perbaikan, pemerintah akan menyiagakan tangki septik portabel dan pompa air untuk mengantisipasi genangan bila hujan turun. Warga diimbau mematuhi rekayasa lalu lintas dan segera melapor jika menemukan retakan mencurigakan di sekitar permukiman melalui aplikasi JAKI*. “Partisipasi warga sangat penting. Seringkali laporan pertama bukan dari sensor kami, melainkan dari masyarakat,” pungkas Irwan.
[SOCIAL_TWEET]: Jalan amblas sedalam 1 meter di Kebon Jeruk gegara gorong-gorong lapuk. Tidak ada korban. Perbaikan ditarget rampung 18 Juni. Warga diminta waspada dan lapor jika temukan retakan mencurigakan. #JakartaDaruratInfrastruktur[SOCIAL_TG]: Breaking: Jalan amblas sedalam satu meter di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, akibat gorong-gorong lapuk. Kronologi: retakan pukul 02.30, lubang melebar hingga membentuk kawah 2,5 m. Perbaikan dijadwalkan hingga 18 Juni. Sebarkan info ini agar warga mencari rute alternatif.
Comments (0)