Wall Street Melonjak Usai Data Inflasi AS Menurun

NEW YORK — Bursa saham Amerika Serikat mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (10/8/2022) setelah data inflasi konsumen menunjukkan penurunan

Jul 11, 2026 - 22:08
0 1
Wall Street Melonjak Usai Data Inflasi AS Menurun

NEW YORK — Bursa saham Amerika Serikat mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (10/8/2022) setelah data inflasi konsumen menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan.

Di lantai New York Stock Exchange (NYSE), para pedagang terlihat lebih optimistis setelah rilis indeks harga konsumen (CPI) bulan Juli. Indeks utama kompak menguat, dengan investor berharap Federal Reserve akan mengurangi agresivitas kebijakan moneternya.

Pasar Menanti Data Penting

Sejak awal pekan, pelaku pasar di Wall Street berada dalam mode antisipasi. Fokus tertuju pada data CPI Juli yang dijadwalkan rilis pukul 08.30 pagi waktu setempat. Sebelum pembukaan, indeks berjangka menunjukkan pergerakan terbatas karena investor menahan diri dari posisi besar.

Konsensus ekonom yang disurvei memperkirakan inflasi tahunan akan berada di kisaran 8,7 persen, sedikit turun dari 9,1 persen pada bulan Juni. Namun, kejutan positif datang dari data resmi.

Rilis CPI dan Reaksi Cepat Pasar

Data resmi menunjukkan CPI Juli tetap datar secara bulanan (0,0%) setelah meningkat 1,3% pada Juni, sementara secara tahunan inflasi mereda ke 8,5 persen dari sebelumnya 9,1 persen. Angka ini jauh di bawah ekspektasi. Inflasi inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi juga hanya naik 0,3 persen bulanan, lebih rendah dari proyeksi 0,5 persen.

Segera setelah data dirilis, indeks saham berjangka berubah dari datar menjadi hijau tajam. Pada pembukaan resmi pukul 09.30, Dow Jones Industrial Average melonjak lebih dari 400 poin hanya dalam hitungan menit.

Sektor Teknologi Memimpin Reli

Saham-saham teknologi yang peka terhadap suku bunga menjadi pemimpin penguatan. Indeks Nasdaq Composite melesat 2,89 persen, ditopang oleh saham Apple, Microsoft, dan Alphabet yang masing-masing naik di atas 2 persen. Investor menilai The Fed kemungkinan besar hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan September, bukan 75 basis poin seperti sebelumnya dikhawatirkan.

“Ini adalah sinyal kuat bahwa tekanan inflasi mulai melonggar, memberikan The Fed ruang untuk bernapas. Pasar merespons positif karena risiko kenaikan suku bunga agresif berkurang,” ujar Mark Heppenstall, Chief Investment Officer di Penn Mutual Asset Management.

Indeks Utama Melonjak

Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 535,10 poin atau 1,63 persen menjadi 33.309,51. Sementara itu, S&P 500 naik 2,13 persen ke level 4.210,24. Ini menjadi hari terbaik bagi S&P 500 dalam hampir dua bulan terakhir.

Seluruh 11 sektor di S&P 500 mengakhiri hari di zona hijau. Sektor teknologi informasi dan consumer discretionary memimpin kenaikan masing-masing sekitar 2,5 persen, sementara sektor energi menjadi yang paling lambat dengan kenaikan tipis seiring stabilnya harga minyak.

Volume dan Sentimen Pelaku Pasar

Volume perdagangan di Bursa AS mencapai sekitar 10,5 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir. Meski demikian, rasio saham naik terhadap turun di NYSE mendekati 5:1, menunjukkan optimisme yang luas.

Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan FOMC September anjlok dari 68 persen menjadi hanya 32 persen setelah rilis CPI. Ini semakin mengokohkan optimisme investor bahwa era pengetatan moneter ekstrem mungkin segera mencapai puncaknya.

Pasar obligasi juga merespons positif, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun turun ke 2,78 persen dari sebelumnya di atas 2,80 persen. Indeks volatilitas CBOE (VIX) turun di bawah 20, menandakan tingkat ketakutan pasar yang lebih rendah.

Para analis menekankan bahwa satu titik data belum cukup untuk menyimpulkan tren inflasi sudah tertangani, tetapi setidaknya ini menjadi titik balik yang diantisipasi oleh banyak investor. S&P 500 kini telah pulih sekitar 14 persen dari titik terendah Juni lalu, meskipun masih turun 12 persen secara tahun kalender.

[SOCIAL_TWEET]: Wall Street melesat usai inflasi AS melandai tajam ke 8,5%. Dow Jones terbang 535 poin, S&P 500 naik 2,13%, Nasdaq lompat 2,89%. Pelaku pasar bersorak—ekspektasi kenaikan suku bunga agresif mengecil. #WallStreet #Inflasi #SahamAS[SOCIAL_TG]: 🔥 Wall Street terbang! Inflasi AS mendingin, Dow Jones lompat 535 poin. Nasdaq melonjak 2,89%. The Fed diprediksi gak bakal agresif naikin suku bunga. Pasar lega!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User