Glycolic Acid Efektif Cerahkan Ketiak? Ini Penjelasan Ahli
Dermatolog dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Dr. Rina Astuti, SpKK, menegaskan bahwa asam glikolat merupakan salah satu bahan aktif yang terbukti secara klinis ...
Dermatolog dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Dr. Rina Astuti, SpKK, menegaskan bahwa asam glikolat merupakan salah satu bahan aktif yang terbukti secara klinis mampu mengurangi hiperpigmentasi di area lipatan tubuh, termasuk ketiak. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi kesehatan daring bertajuk 'Inovasi Perawatan Kulit Aman' yang digelar pada Selasa, 15 Maret 2025. Menurutnya, senyawa alfa hidroksi asam (AHA) ini bekerja dengan cara spesifik sehingga aman digunakan jika mengikuti panduan yang tepat.
Mekanisme Kerja Asam Glikolat pada Ketiak
Dr. Rina menjelaskan bahwa asam glikolat memiliki ukuran molekul paling kecil di antara golongan AHA lainnya. Karakteristik ini memungkinkan penetrasi ke lapisan epidermis lebih dalam, sehingga proses eksfoliasi berjalan efektif. “Asam glikolat mengangkat penumpukan sel kulit mati yang mengandung melanin berlebih akibat gesekan, pencukuran, atau iritasi deodoran,” ujarnya. Menurut data yang dikutip dari Journal of Cosmetic Dermatology edisi 2023, penggunaan rutin lotion dengan konsentrasi 8% selama 12 minggu mampu mencerahkan area lipatan secara signifikan pada 78 persen responden. Hasil ini menempatkan asam glikolat sebagai alternatif non-invasif yang lebih terjangkau dibandingkan prosedur laser.
Manfaat Ganda untuk Kesehatan Kulit Ketiak
Selain mencerahkan, Dr. Rina memaparkan bahwa asam glikolat juga memperbaiki tekstur kulit yang kasar. “Banyak pasien mengeluhkan ketiak gelap sekaligus bertekstur seperti kulit ayam. Eksfoliasi rutin dengan AHA membantu menghaluskan area tersebut,” jelasnya. Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa pembersihan pori-pori dari sisa keringat dan bakteri oleh asam glikolat dapat mengurangi bau badan. Namun, manfaat ini hanya akan optimal jika pengguna konsisten dan tidak terpapar faktor pemicu, seperti deodoran berbasis alkohol atau kebiasaan mencukur terlalu sering.
Panduan Aman Penggunaan
Untuk menghindari iritasi, Dr. Rina menjabarkan beberapa langkah penting. Pertama, pilih produk dengan konsentrasi rendah, idealnya 5 hingga 10 persen. “Bagi pemula, mulai dari 5 persen dengan frekuensi dua kali seminggu pada malam hari, lalu tingkatkan bertahap,” sarannya. Kedua, aplikasikan hanya pada kulit ketiak yang bersih, kering, dan bebas luka. Hindari area yang baru dicukur atau mengalami iritasi ringan. Ketiga, selalu gunakan pelembap setelah pemakaian untuk mempertahankan barier kulit. Keempat, jangan mencampur dengan bahan aktif keras seperti retinol, benzoil peroksida, atau eksfolian fisik secara bersamaan. “Kombinasi itu bisa memicu peradangan,” tegasnya.
Risiko dan Efek Samping
Meski tergolong aman, asam glikolat bukan tanpa risiko. Penggunaan konsentrasi terlalu tinggi atau frekuensi berlebihan dapat menyebabkan kemerahan, sensasi terbakar, hingga pengelupasan berlebih. “Kulit ketiak sangat sensitif, sehingga asam glikolat murni tanpa pengenceran tidak boleh digunakan langsung. Jika muncul iritasi, segera hentikan dan konsultasikan ke dokter,” imbau Dr. Rina. Ia juga menekankan bahwa ibu hamil, menyusui, dan individu dengan riwayat alergi AHA disarankan menghindari produk ini tanpa pengawasan medis. Data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2024 mencatat adanya sejumlah laporan reaksi iritasi akibat penyalahgunaan produk eksfoliasi di area lipatan, yang memperkuat perlunya edukasi publik.
Kombinasi dengan Bahan Aktif Lain
Dr. Rina menyarankan untuk memadukan asam glikolat dengan niacinamide atau vitamin C pada rutinitas terpisah guna mengoptimalkan hasil. “Niacinamide menenangkan kulit dan bisa dipakai pagi hari, sedangkan asam glikolat bekerja di malam hari. Keduanya sinergis dalam mencerahkan dan meratakan warna kulit,” katanya. Ia mengingatkan bahwa penggunaan tabir surya pada ketiak dianjurkan jika area tersebut sering terpapar sinar matahari, meski bukan hal lazim, untuk mencegah hiperpigmentasi pascainflamasi. Selain itu, pemilihan deodoran bebas alkohol dan penggantian metode hair removal ke waxing atau laser dapat mengurangi kekambuhan gelap.
Alternatif dan Pencegahan Jangka Panjang
Dr. Rina menegaskan bahwa asam glikolat bukan solusi permanen. Perawatan topikal harus diiringi perubahan kebiasaan yang memicu penggelapan. “Mengurangi frekuensi mencukur, memilih pakaian yang tidak terlalu ketat, serta menjaga berat badan ideal mengurangi gesekan antar kulit,” pungkasnya. Untuk mereka yang tidak cocok dengan AHA, bahan alternatif seperti asam laktat, asam mandelat, atau krim pencerah berbasis arbutin bisa menjadi opsi setelah berkonsultasi dengan dokter. Dengan pemakaian yang tepat dan disiplin menjaga pemicu, pencerahan ketiak secara bertahap dapat dicapai tanpa risiko berarti.
Comments (0)