Gibran Tinjau Posko Pengungsian Korban Gempa di Sikka

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau posko pengungsian warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (20/8/2026). Kunjungan kerja tersebut difokuskan p...

Gibran Tinjau Posko Pengungsian Korban Gempa di Sikka

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau posko pengungsian warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (20/8/2026). Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada pemeriksaan lokasi pengungsian di SD Inpres LXXVI Wairklau, yang menjadi tempat berlindung bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Dalam kunjungan itu, Gibran berkeliling ke sejumlah tenda pengungsian dan memeriksa langsung fasilitas pelayanan yang tersedia, mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, hingga pasokan air bersih. Wakil Presiden juga berdialog dengan para pengungsi untuk menyerap langsung keluhan dan kebutuhan warga di lapangan.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan penanganan bencana ini,” ujar Gibran dalam keterangannya di lokasi kunjungan.

Peninjauan Kondisi Warga dan Fasilitas Pengungsian

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden menyampaikan sejumlah arahan terkait percepatan penanganan pengungsian. Gibran menegaskan pentingnya memastikan ketersediaan logistik, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang berada di lokasi pengungsian.

Di posko tersebut, layanan kesehatan darurat disiagakan untuk menangani warga yang mengalami luka maupun keluhan kesehatan pascagempa. Petugas kesehatan juga memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan guna mencegah memburuknya kondisi kesehatan para pengungsi selama masa tanggap darurat.

Wakil Presiden turut meminta jajaran terkait memperhatikan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak penyintas yang terdampak bencana. Menurutnya, proses belajar mengajar tidak boleh terhenti lama, sehingga diperlukan penanganan khusus agar anak-anak tetap memperoleh hak pendidikannya meski berada di masa darurat.

Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat dalam menindaklanjuti laporan dampak gempa di wilayah NTT. Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, ratusan unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Koordinasi Penanganan Bencana

Pemerintah pusat disebut telah menindaklanjuti situasi darurat dengan menerjunkan personel dan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta unsur TNI dan Polri.

Dalam rapat koordinasi yang digelar setelah peninjauan, Gibran meminta agar pendataan korban dan kerusakan dilakukan secara cepat dan akurat. Pendataan yang valid, menurutnya, menjadi dasar penetapan besaran bantuan serta langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Saya minta pendataan dilakukan dengan teliti. Data yang akurat akan menentukan seberapa besar bantuan yang dapat disalurkan dan bagaimana rencana pemulihan ke depan,” tegas Gibran.

Wakil Presiden juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, sementara pemerintah menyiapkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko korban jiwa.

Langkah Pemulihan Pascabencana

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melakukan pemulihan menyeluruh pascabencana. Selain bantuan darurat, langkah rehabilitasi dan rekonstruksi akan disiapkan berdasarkan hasil pendataan kerusakan yang dilakukan tim gabungan di lapangan.

Gibran menyatakan bahwa proses pemulihan akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga terkait, serta partisipasi masyarakat. Keputusan terkait skema bantuan dan pembangunan kembali infrastruktur akan ditetapkan setelah seluruh data dari lapangan terkumpul.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan pengungsi di lokasi. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, serta peralatan untuk mendukung operasional dapur umum di posko pengungsian.

Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih terus bekerja melakukan pendataan dan penanganan darurat di wilayah terdampak. Pemerintah daerah setempat bersama instansi terkait menyatakan kesiapannya mempercepat proses pemulihan dan memastikan warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User