Diplomasi Pendidikan RI-Rusia Diperkuat dalam Pertemuan Terbaru

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Najamudin, menerima kunjungan resmi Senator Federasi Rusia, Ilyas Umakhanov, pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, di Gedung Nusantara V, Kompleks ...

Diplomasi Pendidikan RI-Rusia Diperkuat dalam Pertemuan Terbaru

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Najamudin, menerima kunjungan resmi Senator Federasi Rusia, Ilyas Umakhanov, pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang pendidikan serta perkembangan teknologi mutakhir di Rusia yang dapat diterapkan di Indonesia. Sultan Najamudin menyatakan bahwa diskusi berlangsung konstruktif dan menghasilkan kesepahaman untuk langkah selanjutnya.

Pendidikan sebagai Pilar Utama Kerja Sama Bilateral

Dalam rapat yang berlangsung sekitar dua jam, Sultan Najamudin menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan pilar fundamental dalam hubungan Indonesia-Rusia. "Kami telah menyepakati untuk memperluas program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta mengembangkan riset bersama di berbagai disiplin ilmu," ujarnya kepada wartawan setelah pertemuan. Ia menambahkan bahwa DPD RI akan menindaklanjuti kesepakatan ini dengan mengkoordinasikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk merancang mekanisme implementasi. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, peran DPD dalam diplomasi antardaerah dan internasional semakin diperkuat untuk mendukung pembangunan nasional.

Senator Ilyas Umakhanov menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. "Rusia memiliki banyak universitas terkemuka yang siap bermitra dengan institusi pendidikan di Indonesia. Kami berharap dapat menandatangani memorandum of understanding dalam waktu dekat," katanya. Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi Rusia unggul dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, yang relevan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dalam konteks ini, kedua belah pihak membahas potensi beasiswa penuh untuk pelajar Indonesia di universitas Rusia, serta program sertifikasi guru dalam metodologi pembelajaran digital.

Perkembangan Teknologi Pendidikan di Rusia

Pembicaraan juga mengarah pada perkembangan teknologi pendidikan yang telah diimplementasikan di Rusia. Sultan Najamudin menyatakan ketertarikan untuk mengadopsi sistem manajemen pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang telah sukses di Rusia. "Teknologi ini dapat membantu personalisasi kurikulum dan meningkatkan aksesibilitas pendidikan di daerah terpencil Indonesia," jelasnya. Ia memaparkan bahwa DPD RI akan mempelajari lebih lanjut platform digital Rusia yang telah menjangkau jutaan pengguna.

Senator Umakhanov memberikan presentasi mendalam tentang inisiatif "Pendidikan Digital Rusia" yang diluncurkan pada tahun 2024. "Platform kami menggunakan algoritma adaptif yang menyesuaikan materi pembelajaran dengan kecepatan belajar masing-masing siswa. Kami siap berbagi lisensi dan keahlian teknis dengan mitra Indonesia," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama teknologi ini juga mencakup pelatihan tenaga pengajar dalam penggunaan alat digital, yang merupakan bagian dari upaya Rusia untuk memperluas pengaruh soft power melalui pendidikan. Kedua delegasi sepakat untuk membentuk tim ahli gabungan yang akan menyusun peta jalan kerja sama teknologi dalam rapat koordinasi berikutnya.

Langkah Strategis dan Komitmen Politik

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi yang berlangsung dalam Rapat Koordinasi Komite III DPD RI pada bulan Juli 2026, yang membahas diplomasi parlemen. Sultan Najamudin menegaskan bahwa hasil pertemuan akan dibawa ke Rapat Pleno DPD RI untuk mendapatkan persetujuan formal. "Keputusan ini mencerminkan komitmen lintas fraksi dalam memperkuat hubungan internasional untuk kepentingan nasional," ujarnya. Ia menyebutkan bahwa Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Golongan Karya, dan Fraksi Partai Nasional Demokrat telah menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Senator Umakhanov, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Dewan Federasi Rusia, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan dialog antarparlemen. "Indonesia adalah mitra strategis Rusia di Asia Tenggara, dan kami percaya kerja sama di bidang pendidikan akan mempererat ikatan kedua bangsa," katanya. Ia menambahkan bahwa delegasi Rusia akan mengunjungi beberapa universitas di Indonesia pada hari berikutnya untuk melanjutkan diskusi teknis. Pertemuan ini diakhiri dengan penandatangananPiagam Niat Kerja Sama Pendidikan yang menetapkan kerangka waktu untuk implementasi program-program prioritas.

Wakil Ketua DPD RI, Lestari Moerdijat, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi internasional. "Kami berharap kerja sama ini dapat menghasilkan dampak nyata dalam meningkatkan kompetensi lulusan Indonesia di era global," ujarnya. Dalam konteks yang lebih luas, pertemuan ini juga membahas potensi kerja sama dalam bidang vokasi dan pelatihan tenaga kerja, yang merupakan prioritas pembangunan Indonesia periode 2025-2029.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User