Gerindra Persilakan PSI Jadikan Jateng ‘Kandang Gajah’
JAKARTA — Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa partainya tidak mempermasalahkan langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI
Latar Belakang: PSI Bidik Jateng
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PSI di Semarang, Kamis (24/10/2025), secara terbuka menyatakan partainya siap menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”. Istilah tersebut digunakan Kaesang untuk menggambarkan target menguasai provinsi yang selama ini identik sebagai basis kuat PDI Perjuangan—partai berlambang banteng moncong putih yang kerap disebut “kandang banteng”. “Jawa Tengah tidak selamanya milik satu partai. Kami akan buktikan PSI bisa membangun kandang gajah di sini,” ujar Kaesang di hadapan ratusan kader.
Deklarasi itu menjadi langkah ofensif pertama PSI secara terang-terangan mengincar provinsi dengan 29,1 juta pemilih tetap (data DPT Pemilu 2024), provinsi terbesar ketiga di Pulau Jawa setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. PDIP dalam Pemilu Legislatif 2024 masih mendominasi Jateng dengan perolehan sekitar 25% suara, sementara PSI hanya meraih 2,1% di provinsi tersebut.
Kronologi Respons Gerindra
- 24 Oktober 2025, pukul 16.30 WIB: Kaesang Pangarep mendeklarasikan target “kandang gajah” di hadapan 1.200 kader PSI se-Jawa Tengah di Hotel Gumaya, Semarang. Ia menginstruksikan seluruh pengurus daerah untuk segera melakukan konsolidasi hingga tingkat desa.
- 25 Oktober 2025, pukul 09.15 WIB: Ahmad Muzani ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, seusai menghadiri rapat pimpinan MPR. Ketika dimintai tanggapan, Muzani menyatakan: “Kami tidak masalah. Itu hak politik setiap partai, apalagi PSI adalah mitra kami di Koalisi Indonesia Maju.”
- 25 Oktober 2025, pukul 10.05 WIB: Muzani menambahkan bahwa Gerindra tetap fokus memperkuat basis di Jateng melalui program-program kerakyatan, namun tidak menganggap target PSI sebagai ancaman. “Masing-masing partai punya strategi. Yang penting tidak saling menyerang,” tegasnya.
- Hingga 25 Oktober 2025, pukul 18.00 WIB: PDI Perjuangan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait deklarasi PSI maupun sikap Gerindra.
Analisis: Soliditas Koalisi vs. Persaingan Akar Rumput
Sikap akomodatif Gerindra dinilai sebagai upaya menjaga soliditas Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. PSI dan Gerindra berada dalam satu koalisi pendukung pemerintah, sehingga pernyataan Muzani adalah sinyal bahwa persaingan elektoral tidak boleh mengganggu stabilitas koalisi di tingkat nasional.
Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa masuknya PSI secara agresif ke Jateng berpotensi menciptakan friksi di tingkat akar rumput, terutama di basis-basis suara Gerindra yang sama-sama membidik pemilih non-PDIP. “Jawa Tengah adalah kunci kemenangan pilpres, jadi wajar jika partai-partai KIM berebut pengaruh. Yang perlu dijaga adalah agar rivalitas tidak berubah menjadi benturan,” ujar pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Teguh Yuwono, yang dihubungi melalui sambungan telepon.
Comments (0)