Gempa M 6,5 Filipina Terasa hingga Sangihe Sulut, BMKG Jelaskan Pemicunya

Apaberita.com, Jakarta — Gempa bumi berkekuatan signifikan mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, dan getarannya dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara, khususnya Kepulauan Sangih

Jul 08, 2026 - 05:29
0 0
Gempa M 6,5 Filipina Terasa hingga Sangihe Sulut, BMKG Jelaskan Pemicunya

Apaberita.com, Jakarta — Gempa bumi berkekuatan signifikan mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, dan getarannya dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara, khususnya Kepulauan Sangihe. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena seismik yang menarik perhatian publik pada sore hari ini.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, peristiwa geologi tersebut terjadi pada pukul 18.43 WIB, waktu setempat. Awalnya, sistem monitoring gempa mencatat kekuatan awal sebesar magnitudo 6,8. Namun, setelah melalui proses analisis lebih mendalam oleh para seismolog, parameter gempa mengalami pembaruan menjadi magnitudo 6,5. Penyesuaian parameter seperti ini merupakan hal yang lazim dalam kajian seismologi untuk mendapatkan data yang lebih akurat.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update magnitudo 6,5 dari awalnya M 6,8. Episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 5,40° Lintang Utara, 125,23° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut, sekitar 200 kilometer Barat Laut Tahuna, Sulawesi Utara, pada kedalaman 31 kilometer," jelas pernyataan resmi BMKG yang dikutip Apaberita.com.

Lokasi episentrum yang berada di laut dengan kedalaman dangkal—hanya 31 kilometer di bawah permukaan—menjadi perhatian serius. Gempa yang berpusat di laut dan dangkal berpotensi memicu deformasi dasar laut. Kendati demikian, BMKG dalam peringatan dininya memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski begitu, getaran tetap mampu merambat jauh melintasi batas negara, membuat warga di pesisir Tahuna dan beberapa titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe melaporkan merasakan guncangan ringan hingga sedang.

Pemicu dari gempa ini, berdasarkan penjelasan BMKG, berasal dari aktivitas subduksi di wilayah tersebut. Zona subduksi Lempeng Filipina yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia di kawasan ini sangat aktif. Akumulasi energi akibat pergerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan itu akhirnya lepas dalam bentuk gempa bumi signifikan. Mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat adanya deformasi batuan dengan mekanisme sesar naik yang menjadi ciri khas dari zona tumbukan lempeng di perairan Filipina selatan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dan pemerintah daerah setempat masih melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi untuk memastikan kondisi masyarakat di Kepulauan Sangihe. Meski tidak ada laporan kerusakan struktural berat di wilayah Indonesia, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya selain dari lembaga resmi seperti BMKG dan laporan terpercaya dari Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User