Geely, pabrikan otomotif asal Tiongkok, secara resmi memperkenalkan sistem pengisian daya berteknologi tinggi bernama Geely Smart Charge untuk menantang dominasi BYD di pasar kendaraan listrik. Sistem ini diklaim mampu mengisi ulang daya baterai mobil listrik hanya dalam hitungan menit, ditopang stasiun pengisian berdaya mencapai 2.250 kW. Langkah tersebut diumumkan sebagai bagian dari strategi perluasan ekosistem kendaraan listrik di negeri Tirai Bambu.
Sistem Kecerdasan Buatan untuk Pengisian
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Geely Smart Charge beroperasi dengan mengandalkan model energi berbasis kecerdasan buatan yang diberi nama Xingrui PowerMind. Sistem tersebut memiliki tiga fungsi utama, yakni Extreme Charge, Smart Charge, dan Auto Charge, yang masing-masing mengatur tingkat kecepatan dan efisiensi pengisian sesuai kondisi baterai.
Secara teknis, teknologi ini memakai algoritma prediksi suhu untuk memperkirakan perubahan temperatur baterai hingga 30 detik ke depan. Setelah prediksi terbentuk, sistem menyesuaikan daya pengisian agar suhu rata-rata baterai tetap berada di bawah 55 derajat Celsius, sementara suhu puncak tidak melewati 65 derajat Celsius. Pengendalian temperatur tersebut menjadi kunci agar kecepatan pengisian tidak mengorbankan usia pakai sel baterai.
Pendekatan ini menempatkan Geely pada jalur persaingan langsung dengan BYD, pabrikan yang lebih dulu mempopulerkan teknologi pengisian ultra-cepat di Tiongkok. Dengan menawarkan kapasitas stasiun pengisian berdaya 2.250 kW, Geely menegaskan ambisinya mengejar ketertinggalan sekaligus memperluas pilihan konsumen terhadap kendaraan listrik berbasis pengisian cepat.
Baterai Aegis Golden Brick Generasi Baru
Selain sistem pengisian, Geely juga memperkenalkan baterai Aegis Golden Brick generasi terbaru dengan teknologi ultra-short blade. Baterai tersebut tersedia dalam dua konfigurasi, yakni 12C dan 6C, yang akan dipasang pada sejumlah model baru Geely serta merek-merek yang berada di bawah payung grup perusahaan.
Konfigurasi 12C, yang memiliki kapasitas pengisian lebih tinggi, dipasang pada Lynk & Co 10 dan Zeekr 001. Melalui baterai tersebut, proses pengisian daya dari 10 hingga 70 persen dapat diselesaikan dalam tempo sekitar 4 menit 30 detik. Angka tersebut menempatkan kedua model dalam kelas pengisian tercepat yang pernah ditawarkan Grup Geely.
Sementara itu, baterai 6C dengan panjang 370 milimeter melakukan debut pada Geely Galaxy E5. Konfigurasi ini memungkinkan pengisian daya dari 10 hingga 70 persen dalam waktu sekitar 8 menit 25 detik. Dengan dua varian tersebut, Geely membagi portofolionya ke dalam segmen premium berkecepatan sangat tinggi dan segmen massal yang tetap menawarkan kecepatan pengisian kompetitif.
Target Infrastruktur Pengisian hingga 2027
Dalam rencana jangka menengah, Geely menargetkan pembangunan lebih dari 100 ribu unit pengisian daya cepat di seluruh China hingga akhir 2027. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 ribu unit direncanakan akan mengadopsi teknologi Geely Smart Charge. Target ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan produk kendaraan, tetapi juga membangun jaringan pengisian sebagai penopang ekosistem.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perluasan ekosistem pengisian daya kendaraan listrik yang digarap Geely secara bertahap. Selain membangun infrastruktur, perusahaan juga menyiapkan insentif berupa saldo pengisian daya senilai seribu yuan atau sekitar Rp2,67 juta per tahun selama dua tahun bagi pembeli mobil baru yang telah mengadopsi Geely Smart Charge. Insentif tersebut diharapkan mendorong adopsi awal di kalangan konsumen.
Respons terhadap Persaingan BYD
Langkah Geely ini merupakan respons langsung terhadap BYD yang lebih dahulu memperkenalkan sistem pengisian super cepat ke pasar. Persaingan antara dua raksasa otomotif Tiongkok tersebut diperkirakan berfokus pada tiga aspek utama: kecepatan pengisian, ketersediaan infrastruktur, serta efisiensi biaya bagi konsumen.
Dengan menggabungkan kecerdasan buatan, baterai generasi terbaru, dan pembangunan stasiun pengisian dalam skala besar, Geely membangun fondasi teknologi yang menyeluruh. Keberhasilan strategi ini bergantung pada kecepatan penerapan infrastruktur serta penerimaan konsumen terhadap klaim kecepatan pengisian yang ditawarkan. Persaingan pengisian cepat antara Geely dan BYD pun diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.
Comments (0)