Fahira Idris Dorong FUHAB Perkuat Persaudaraan dan Generasi Muda

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Fahira Idris menyampaikan apresiasi atas pelantikan 1.500 pengurus Forum Ukhuwah Habib dan Ulama Betawi (FUHAB) Jakarta yang digela...

Fahira Idris Dorong FUHAB Perkuat Persaudaraan dan Generasi Muda

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Fahira Idris menyampaikan apresiasi atas pelantikan 1.500 pengurus Forum Ukhuwah Habib dan Ulama Betawi (FUHAB) Jakarta yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam keterangannya, Fahira menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat persaudaraan dan membina generasi muda di ibu kota.

Pelantikan tersebut, menurut Fahira, menjadi bukti keseriusan FUHAB Jakarta dalam menghadirkan peran ulama dan habib secara nyata di tengah masyarakat. Ia menilai organisasi ini merupakan salah satu kekuatan sosial-keagamaan yang ikut menjaga iklim kondusif di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang majemuk.

"Saya mengapresiasi pelantikan 1.500 pengurus FUHAB Jakarta. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menjadi penguat persaudaraan antarsesama warga sekaligus menjawab tantangan pembinaan generasi muda," ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).

Senator asal DKI Jakarta itu juga menyatakan bahwa ulama dan habib memiliki posisi strategis sebagai penjaga moral publik. Menurutnya, kehadiran mereka di setiap wilayah administrasi Jakarta dibutuhkan untuk merawat kerukunan yang selama ini menjadi ciri kehidupan warga ibu kota. Ia menambahkan, tugas tersebut kian relevan di tengah tingginya mobilitas dan keberagaman penduduk Jakarta.

Peran Ulama dalam Menjaga Keharmonisan

Fahira menegaskan bahwa keharmonisan masyarakat Jakarta tidak dapat dilepaskan dari peran tokoh agama yang hadir di tengah komunitas. Ulama, menurutnya, menjadi rujukan utama warga dalam berbagai persoalan, mulai dari kehidupan beragama hingga persoalan sosial kemasyarakatan. Keteladanan yang ditunjukkan para ulama diharapkan mampu menjadi contoh bagi warga dalam menjaga sikap saling menghormati antarsesama.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam masyarakat yang heterogen seperti Jakarta, potensi gesekan sosial selalu ada. Karena itu, peran ulama sebagai perekat sosial menjadi sangat penting. "Kehadiran ulama di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, tetapi harus hadir dalam praktik nyata, seperti memediasi persoalan warga dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan," ujarnya.

Menurut Fahira, organisasi keagamaan seperti FUHAB juga turut menjaga keutuhan bangsa. Kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di berbagai kelurahan dan kecamatan dinilai memperkuat ikatan kebersamaan antarkelompok masyarakat. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas sosial di ibu kota.

Fokus Pembinaan Generasi Muda

Selain persoalan keharmonisan, Fahira menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda sebagai salah satu prioritas kepengurusan FUHAB Jakarta. Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan penentu masa depan bangsa, sehingga pembinaan karakter dan keagamaan harus dimulai sejak dini. Ulama dan habib, menurutnya, memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat yang memudahkan proses pembinaan tersebut.

Fahira juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, termasuk derasnya arus informasi di era digital. Tanpa pembinaan yang baik, lanjutnya, generasi muda rentan terpapar pengaruh negatif. Karena itu, ia mendorong FUHAB Jakarta menghadirkan program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, seperti pendampingan keagamaan, pendidikan karakter, hingga penguatan literasi digital.

"Pembinaan generasi muda tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan tokoh agama agar nilai-nilai kebaikan tertanam kuat dalam diri anak-anak kita," tegas Fahira.

Harapan bagi Kepengurusan Baru

Fahira berharap kepengurusan FUHAB Jakarta yang baru dilantik dapat menindaklanjuti program-program yang telah disusun dan terus melakukan inovasi. Ia menilai bahwa 1.500 pengurus yang tersebar di wilayah Jakarta merupakan kekuatan besar yang harus dioptimalkan untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.

Kepengurusan yang dilantik, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari keputusan yang disepakati dalam Rapat Koordinasi organisasi. Fahira juga mendorong FUHAB Jakarta memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta berbagai lembaga lainnya. Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dinilai dapat mempercepat berbagai program pembangunan sosial dan keagamaan di ibu kota.

"Dengan kepengurusan yang solid dan semangat kebersamaan, saya yakin FUHAB Jakarta dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Jakarta," ujar Fahira mengakhiri keterangannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User