Gempa NTT Rusak 11.925 Rumah di Wilayah Reo

Gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah Reo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 17 Agustus 2026, dan menimbulkan kerusakan masif pada permukiman warga. Berdasarkan pendataan seme...

Gempa NTT Rusak 11.925 Rumah di Wilayah Reo

Gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah Reo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 17 Agustus 2026, dan menimbulkan kerusakan masif pada permukiman warga. Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, sebanyak 11.925 unit rumah dilaporkan rusak akibat getaran kuat yang berlangsung beberapa saat. Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan warga di beberapa titik terpaksa mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pendataan Kerusakan Terus Berjalan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyatakan bahwa angka 11.925 rumah rusak merupakan hasil rekapitulasi sementara yang masih akan diperbarui. "Tim di lapangan masih melakukan verifikasi dan pendataan. Kemungkinan angka ini bertambah seiring selesainya pengecekan di wilayah yang belum terjangkau," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 18 Agustus 2026.

Berdasarkan asesmen awal, kerusakan rumah diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Kategori rusak berat mencakup bangunan yang mengalami keruntuhan struktur, sedangkan rusak sedang dan rusak ringan mencakup bangunan dengan keretakan dinding serta kerusakan atap. Selain rumah tinggal, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, antara lain gedung sekolah, tempat ibadah, dan puskesmas. Pendataan menyeluruh ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan dan menjadi dasar penetapan jenis serta besaran bantuan.

Penanganan Darurat dan Evakuasi Warga

Pemerintah daerah menindaklanjuti kondisi tersebut dengan menetapkan masa tanggap darurat. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Koordinasi penanggulangan bencana yang digelar di kantor bupati, Selasa, 18 Agustus 2026. Seluruh perangkat daerah, aparat keamanan, dan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi serta pendistribusian logistik.

Posko pengungsian didirikan di sejumlah titik, antara lain halaman kantor kecamatan, lapangan desa, dan rumah ibadah yang dinyatakan aman. Ribuan warga yang rumahnya rusak berat memilih mengungsi, sementara warga lain memilih tinggal di rumah kerabat di wilayah yang tidak terdampak.

"Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan layanan dasar, mulai dari tempat pengungsian, makanan, hingga layanan kesehatan. Perangkat daerah dikerahkan sepenuhnya untuk menangani dampak gempa ini," kata kepala daerah setempat dalam keterangan pers.

Kebutuhan Mendesak Warga Terdampak

Berdasarkan laporan dari posko lapangan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tenda keluarga, terpal, air bersih, makanan siap saji, serta obat-obatan. Warga lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil menjadi prioritas dalam pelayanan kesehatan di posko pengungsian.

"Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tenda keluarga, air bersih, dan makanan siap saji. Kami juga membutuhkan dukungan logistik dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar penanganan dapat berjalan cepat," ujar koordinator posko pengungsian.

Sejumlah warga belum berani kembali ke kediamannya karena khawatir terhadap gempa susulan. Petugas mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi pengungsian dan mengikuti arahan petugas hingga kondisi dinyatakan aman. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Langkah Pemulihan dan Rekonstruksi

Pemerintah daerah menyatakan akan menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa berdasarkan peraturan perundang-undangan. Rapat Koordinasi lanjutan dijadwalkan digelar pekan ini untuk membahas hasil pendataan, kebutuhan anggaran, serta mekanisme penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah.

Dalam pembahasan tersebut, pimpinan DPRD setempat menyatakan dukungan terhadap percepatan penanganan. "Fraksi-fraksi di DPRD menyatakan komitmen untuk mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan tepat waktu. Kami mendorong agar anggaran penanganan bencana dibahas melalui mekanisme yang cepat tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas," ujar ketua DPRD setempat.

Pemerintah menegaskan bahwa verifikasi penerima bantuan dilakukan secara transparan dan melibatkan pendamping dari tingkat desa hingga kecamatan. Data tunggal korban dan kerusakan akan disahkan dalam Pleno tingkat kabupaten sebagai dasar penyaluran bantuan. Proses tersebut dimaksudkan agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Gempa yang mengguncang wilayah Reo pada Senin lalu menjadi pengingat akan tingginya kerentanan wilayah NTT terhadap bencana geologi. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menaati arahan petugas selama masa tanggap darurat berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User