Pekerja Pertamina Jaga Pasokan Energi Pascagempa NTT
Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan pascagempa yang mengguncang sejumlah wilayah di provinsi itu, Kamis (20/8/2026). Pelayanan terseb...
Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan pascagempa yang mengguncang sejumlah wilayah di provinsi itu, Kamis (20/8/2026). Pelayanan tersebut dapat bertahan berkat dedikasi para pekerja di lapangan, mulai dari operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga Awak Mobil Tangki (AMT), yang memilih tetap menjalankan tugas di tengah kondisi darurat.
Melalui keterangan resminya, Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM) harus tetap tersedia bagi masyarakat luas. Pasokan tersebut tidak hanya dibutuhkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penopang utama kendaraan yang dikerahkan untuk penanganan bencana dan armada yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke desa-desa terdampak.
Para pekerja itu menjadi penjaga denyut energi NTT. Meski sebagian di antara mereka turut merasakan langsung dampak gempa, komitmen untuk tetap melayani masyarakat tidak lantas surut.
Operator SPBU Kembali Melayani Sejak Pagi
Salah satu kisah ketangguhan datang dari Fergilus Edy, operator SPBU 54.865.01 Mena Ruteng. Saat gempa berkekuatan besar terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, Fergilus masih berada di rumah bersama keluarganya. Guncangan yang kuat membuat mereka bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Tanpa menunggu terlalu lama, sekitar pukul 07.00 WITA Fergilus sudah kembali berada di lokasi kerja. Ia menegaskan SPBU yang ia jaga langsung membuka kembali pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan BBM.
"Kendaraan darurat seperti ambulans, armada penanggulangan bencana, hingga truk pengangkut kebutuhan pokok ke desa-desa mendapat prioritas utama," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (20/8).
Fergilus menuturkan bahwa hingga saat ini guncangan susulan masih kerap dirasakan, sehingga kewaspadaan menjadi keharusan. Meski demikian, ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti.
"Kami berharap masyarakat tetap memperoleh pelayanan terbaik, dan kami melayani dengan sepenuh hati," ujar Fergilus.
Awak Mobil Tangki Tetap Mengantar Pasokan
Kisah lain datang dari Hendrikus Nuba, Awak Mobil Tangki yang bertugas mengawal perjalanan pasokan BBM menuju wilayah Manggarai. Hendrikus merupakan warga Reo yang juga ikut merasakan dampak gempa.
Hingga kini, keluarganya masih menempati lokasi pengungsian karena gempa susulan masih terjadi. Dalam kondisi penuh kekhawatiran tersebut, Hendrikus tetap menjalankan penugasan membawa BBM demi memastikan kebutuhan masyarakat di daerah tujuan terpenuhi.
"Keluarga saya dalam keadaan selamat, hanya saja hingga kini masih berada di pengungsian. Menjadi AMT berarti kami wajib terus melayani masyarakat apa pun kondisinya, dan kami berharap warga Manggarai tidak kesulitan memperoleh BBM," ucap Hendrikus dalam keterangan resminya.
BBM, Kunci Penanganan Bencana
Dedikasi Fergilus dan Hendrikus menggambarkan peran vital pekerja lapangan dalam menjaga keberlangsungan layanan energi pascagempa. Operator SPBU menjadi garda depan yang memastikan BBM mengalir ke masyarakat, sementara AMT memastikan pasokan sampai ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Keberadaan bahan bakar menjadi kebutuhan krusial dalam masa tanggap darurat. BBM diperlukan untuk menggerakkan kendaraan evakuasi, ambulans, alat berat yang dikerahkan untuk penanganan bencana, hingga kendaraan logistik yang mengantarkan kebutuhan pokok ke desa-desa terdampak. Terputusnya pasokan BBM berpotensi memperlambat seluruh rangkaian respons bencana.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pelayanan energi tidak boleh terputus apa pun kondisi di lapangan. Para pekerja diminta tetap siaga dan waspada, terutama karena potensi gempa susulan masih membayangi sejumlah wilayah di NTT.
Ketangguhan di Tengah Darurat
Pilihan para pekerja untuk tetap bertugas di tengah kekhawatiran terhadap keselamatan diri dan keluarga menjadi bukti bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Mereka memilih mengesampingkan kepentingan pribadi demi memastikan masyarakat tidak kehilangan akses energi di masa sulit.
SPBU yang kembali membuka pintunya sejak pagi dan mobil tangki yang tetap melaju menuju Manggarai menjadi penanda bahwa denyut energi NTT tidak pernah berhenti. Di balik setiap liter BBM yang tersalurkan, terdapat perjuangan para pekerja yang menolak berhenti melayani meski bencana tengah melanda wilayahnya.
Comments (0)