Wakapolri Instruksikan Percepatan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pengungsi Gempa NTT

JAKARTA — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menginstruksikan percepatan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara T...

Wakapolri Instruksikan Percepatan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pengungsi Gempa NTT

JAKARTA — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menginstruksikan percepatan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi penanganan bencana yang digelar secara virtual pada Kamis (20/8) dan diikuti jajaran Markas Besar Polri serta Kepolisian Daerah (Polda) NTT.

Dalam rapat tersebut, Dedi meminta seluruh jajaran bergerak cepat mendata kebutuhan logistik dan anggaran di lapangan. Setiap kebutuhan itu wajib dilaporkan secara rinci agar bantuan dapat segera didistribusikan ke titik-titik bencana. Wakapolri menekankan bahwa kecepatan respons menjadi kunci utama dalam penanganan darurat pascagempa.

Kasatgas Humas Operasi Amanusa II Bencana Alam NTT Kombes Bayu Suseno menyatakan bahwa arahan Wakapolri bersifat tegas dan menyeluruh. "Kebutuhan logistik serta anggaran di lapangan diinstruksikan agar segera dilaporkan secara rinci, sehingga bantuan dapat didistribusikan ke titik-titik bencana," kata Bayu dalam keterangannya pada Kamis (20/8).

Arahan Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Susulan

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Wakapolri juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel di tingkat Polres hingga Polsek. Kesiapsiagaan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat mengguncang kembali wilayah terdampak.

"Seluruh personel di tingkat Polres dan Polsek diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan gempa susulan, demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat," ujar Dedi.

Menurut Wakapolri, peningkatan kesiapsiagaan mencakup kesiapan personel, peralatan, hingga sistem komando di lapangan. Seluruh unsur diminta bekerja secara terpadu dengan instansi terkait agar setiap potensi risiko dapat dimitigasi sejak dini.

Kondisi Terkini di Tujuh Kabupaten Terdampak

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Asisten Operasi (Waastamaops) Irjen Pol Laksana memaparkan kondisi terkini di tujuh kabupaten yang terdampak gempa. Ketujuh wilayah tersebut adalah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Berdasarkan paparan tersebut, gempa mengakibatkan kerusakan pada ribuan unit rumah warga serta sejumlah fasilitas umum. Kantor pemerintah, rumah sakit, puskesmas, tempat ibadah, dan sekolah dilaporkan rusak. Akses jalan serta jembatan penghubung antarwilayah juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan infrastruktur tersebut berpotensi menghambat kelancaran distribusi bantuan ke wilayah terdalam. Karena itu, penanganan darurat dilakukan secara terpadu antara Polri dan instansi terkait, termasuk dalam pemulihan akses jalan dan jembatan agar rantai logistik dapat segera berjalan normal kembali.

Penguatan Personel dan Dukungan Psikososial bagi Warga

Untuk mendukung operasi penanganan di lapangan, Polri menyiagakan personel di setiap Polres wilayah terdampak. Pasukan yang dikerahkan diperkuat oleh unsur Brimob Polda NTT, BKO Brimob, Detasemen K-9 Baharkam, serta Dokpol Polri yang bertugas menangani identifikasi korban.

Selain kekuatan fisik, Polri juga menurunkan sejumlah konselor yang bertugas memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada warga. Kehadiran konselor dinilai penting mengingat banyak korban mengalami tekanan mental akibat kehilangan tempat tinggal, harta benda, hingga anggota keluarga.

Polri menegaskan komitmennya mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi pulih. Seluruh satuan kerja diminta menjaga koordinasi yang solid, baik dengan pemerintah daerah maupun lembaga kemanusiaan, sehingga penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan akuntabel.

Wakapolri juga mengingatkan agar seluruh personel tetap menjaga profesionalisme dalam bertugas. Bantuan yang disalurkan harus didasarkan pada data kebutuhan yang valid agar tidak terjadi ketimpangan distribusi antarwilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Upaya evakuasi serta penyelamatan korban terus dilakukan seiring dengan pemulihan infrastruktur di ketujuh kabupaten terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User