Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Bantul, Getaran Terasa Tiga Detik

Gempabumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (20/8/2026) pukul 17.20 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisi...

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Bantul, Getaran Terasa Tiga Detik

Gempabumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (20/8/2026) pukul 17.20 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan getaran gempa dangkal tersebut dirasakan di sejumlah titik di Kota Yogyakarta, meskipun hanya berlangsung singkat.

Pusat Gempa di Tenggara Bantul

Berdasarkan informasi yang diunggah BMKG di situs resminya, pusat gempa berada pada 11 kilometer di tenggara Bantul dengan kedalaman 10 kilometer. Parameter itu menempatkan peristiwa ini dalam kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan selatan Jawa. Gempa dangkal umumnya menghasilkan guncangan yang lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa berkedalaman besar pada magnitudo yang sama.

Dengan magnitudo 3,6, kekuatan gempa ini tergolong kecil. BMKG menegaskan bahwa gempa berskala demikian lazim terjadi di wilayah selatan Jawa dan secara umum tidak berpotensi menimbulkan kerusakan yang berarti. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, terutama bagi warga yang berada di bangunan bertingkat.

Getaran Singkat di Gedung DPRD Kota Yogyakarta

Getaran gempa terasa cukup jelas di Kota Yogyakarta. Salah satu pantauan dilakukan di lantai dua Gedung DPRD Kota Yogyakarta, tempat guncangan terasa sekitar tiga detik sebelum mereda. Aktivitas di dalam gedung sempat berhenti sejenak sebagai langkah antisipasi, kemudian berjalan kembali seperti sedia kala.

Sensasi getaran yang dirasakan penghuni bangunan bertingkat memang cenderung lebih kuat dibandingkan mereka yang berada di permukaan tanah. Semakin tinggi lantai, semakin besar amplitudo goyangan yang dirasakan, meskipun magnitudo gempa di episentrum relatif kecil. Hal ini menjelaskan mengapa getaran berdurasi tiga detik tersebut tetap terasa jelas oleh sejumlah orang.

Belum Ada Laporan Kerusakan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Kondisi masyarakat dilaporkan kembali normal dalam hitungan menit setelah getaran berhenti. Warga yang sempat keluar ruangan untuk menyelamatkan diri telah kembali menjalani aktivitas masing-masing.

Pihak berwenang menindaklanjuti kejadian ini dengan melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten dan provinsi terus berkoordinasi guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman. Hasil pemantauan sementara menunjukkan tidak ada dampak signifikan yang memerlukan penanganan khusus.

Pengalaman menghadapi gempa bukan hal baru bagi masyarakat Bantul. Pada Mei 2006, gempa berkekuatan sekitar 5,9 magnitudo yang berpusat di kawasan ini menimbulkan kerusakan besar dan menelan ribuan korban jiwa. Pengalaman tersebut membentuk kesadaran kebencanaan yang cukup kuat di kalangan warga, terlihat dari respons cepat dan tertib yang ditunjukkan saat gempa sore ini.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Menyikapi kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh informasi mengenai gempa bumi disarankan untuk diverifikasi melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi perangkat bergerak yang tersedia.

Wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk DIY, merupakan kawasan dengan aktivitas kegempaan yang relatif tinggi. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah-langkah keselamatan dasar, antara lain berlindung di bawah meja yang kokoh saat getaran terjadi, menjauhi jendela dan benda yang mudah jatuh, serta segera menuju lapangan terbuka apabila guncangan berlangsung lama dan kuat.

Bagi penghuni bangunan bertingkat, masyarakat disarankan tidak terburu-buru menggunakan tangga darurat selama getaran masih berlangsung karena berisiko terjadi kepadatan dan jatuh. Setelah gempa mereda, warga diminta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal serta mewaspadai potensi gempa susulan yang umumnya berkekuatan lebih kecil.

BMKG menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Bantul dan sekitarnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai gempa susulan yang menyusul guncangan utama pada Kamis sore tersebut. Masyarakat diharapkan tetap siaga dan terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User