Jarak Pandang Terbatas, Dua Truk Tabrakan Akibat Kabut Asap di Banjar

Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan — Dua truk bertabrakan di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Rabu (19/8/2026) pagi ketika kabut asap akibat ke...

Jarak Pandang Terbatas, Dua Truk Tabrakan Akibat Kabut Asap di Banjar

Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan — Dua truk bertabrakan di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Rabu (19/8/2026) pagi ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membatasi jarak pandang pengendara di sejumlah wilayah kabupaten tersebut. Kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut kendaraan roda dua dan truk fuso itu mengakibatkan kedua sopir mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Agung, menegaskan bahwa tebalnya kabut asap pada pagi hari diduga menjadi salah satu pemicu utama tabrakan. Meski demikian, penyidik masih mendalami peristiwa tersebut dan tidak menutup kemungkinan terdapat faktor lain yang turut menyebabkan kecelakaan di jalur tersebut.

"Perkiraan sementara, kabut asap yang cukup tebal pada pagi hari menjadi salah satu faktornya. Namun, pendalaman masih terus kami lakukan, dan kami tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang ikut menyebabkan tabrakan ini," kata Iptu Agung saat dikonfirmasi melalui telepon.

Dua Kendaraan Berat Terlibat Benturan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, insiden terjadi di ruas Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, yang merupakan salah satu jalur penghubung utama di wilayah Kabupaten Banjar. Pada jam-jam awal hari, kabut asap karhutla yang menyelimuti sejumlah wilayah di kabupaten itu membuat pandangan pengemudi menjadi terbatas sehingga risiko kecelakaan meningkat.

Kendaraan yang terlibat dalam tabrakan adalah truk pengangkut kendaraan roda dua serta truk fuso. Sopir truk pengangkut kendaraan roda dua diketahui bernama Aliansyah (58), warga Jalan Sukamaju, Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru. Sementara itu, truk fuso dikemudikan oleh Muhammad Rahul (25), warga Pantai Harapan, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Korban Dirawat di Rumah Sakit Sultan Agung

Dampak benturan menyebabkan kedua pengemudi mengalami cedera. Aliansyah menderita luka lecet pada bagian tangan, sedangkan Muhammad Rahul mengalami luka pada bagian kaki. Kedua korban langsung dievakuasi oleh petugas dan dilarikan ke Rumah Sakit Sultan Agung, Kota Banjarbaru, untuk menjalani perawatan medis secara intensif.

Agung menjelaskan, kondisi para korban saat ini telah mendapatkan penanganan dari tim medis rumah sakit. Ia menambahkan, prioritas utama petugas di lokasi kejadian adalah keselamatan para pengemudi, dan setelah itu memulihkan kelancaran arus lalu lintas di sekitar tempat kejadian perkara.

Penyelidikan Polisi dan Evakuasi Kendaraan

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Banjar masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi pasti kecelakaan tersebut. Iptu Agung mengungkapkan, polisi belum menemukan saksi mata yang melihat langsung jalannya peristiwa di lokasi, sehingga keterangan para korban menjadi bahan pendalaman penyidik.

Menindaklanjuti kejadian itu, petugas melakukan dua langkah utama. Pertama, menyelamatkan para sopir dengan mengevakuasi keduanya ke rumah sakit. Kedua, kendaraan yang terlibat tabrakan dikeluarkan dari badan jalan agar arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal.

Tabrakan tersebut sempat menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi selama kurang lebih satu jam. Setelah kedua truk berhasil dievakuasi dari badan jalan, situasi lalu lintas di Jalan Gubernur Syarkawi dilaporkan telah kembali berjalan lancar dan kondusif.

Kewaspadaan Pengendara Saat Kabut Asap

Kondisi kabut asap akibat karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pengguna jalan, khususnya pada pagi hari ketika ketebalan asap cenderung lebih tinggi. Jarak pandang yang terbatas mengharuskan pengemudi menyalakan lampu utama, mengurangi kecepatan kendaraan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.

Kecelakaan di Jalan Gubernur Syarkawi menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga keselamatan berlalu lintas. Penanganan kebakaran hutan dan lahan diharapkan terus dipercepat agar kabut asap segera teratasi dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan tanpa gangguan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User