BYD Siapkan Flash Charging di Indonesia, Isi Daya Penuh dalam Hitungan Menit
Jakarta — PT BYD Motor Indonesia dikonfirmasi tengah menyiapkan infrastruktur pengisian daya cepat atau flash charging bagi kendaraan listrik buatannya di pasar domestik. Persiapan tersebut tampak d...
Jakarta — PT BYD Motor Indonesia dikonfirmasi tengah menyiapkan infrastruktur pengisian daya cepat atau flash charging bagi kendaraan listrik buatannya di pasar domestik. Persiapan tersebut tampak dari sejumlah lowongan kerja strategis yang dibuka perusahaan melalui platform perekrutan tenaga kerja profesional, yang dalam deskripsi jabatannya secara eksplisit mencantumkan pengembangan fasilitas flash charging di Indonesia.
Rekrutmen Tenaga Ahli Jadi Sinyal Kesiapan
Pada platform pencarian kerja daring, BYD Indonesia membuka sejumlah posisi strategis, antara lain Commercial and Partnership Executive dan Business Operation Manager. Pada kolom deskripsi masing-masing posisi, perusahaan mencantumkan keterangan yang berkaitan langsung dengan fasilitas flash charging.
Pembukaan lowongan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa pabrikan tengah menghimpun tenaga insinyur hingga sumber daya manusia pendukung sebelum mengoperasikan fasilitas pengisian daya itu di Tanah Air. Pengumpulan sumber daya manusia pada tahap awal menjadi langkah yang lazim ditempuh perusahaan otomotif sebelum meluncurkan infrastruktur baru di sebuah pasar.
Kemampuan Pengisian Daya dalam Hitungan Menit
Konsep flash charging ala BYD sejatinya telah berjalan di negara asal perusahaan. Kendaraan listrik yang mengusung teknologi ini diklaim mampu mengisi daya baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam durasi sekitar lima menit.
Keunggulan lain yang diklaim pabrikan adalah stabilitas performa pengisian daya pada kondisi suhu ekstrem. Pada suhu minus 30 derajat Celsius, proses pengisian dari 20 persen hingga 97 persen hanya bertambah sekitar tiga menit dibandingkan dengan kondisi suhu normal. Klaim tersebut menunjukkan teknologi pengisian cepat ini dirancang untuk tetap andal di berbagai kondisi iklim.
Perbandingan dengan teknologi pengisian daya konvensional yang banyak digunakan saat ini, durasi flash charging terbilang jauh lebih singkat. Sebagian besar kendaraan listrik yang beredar di pasaran masih memerlukan waktu puluhan menit untuk menambah daya baterai dalam jumlah yang signifikan.
Selaras dengan Baterai Generasi Kedua
Pengembangan infrastruktur pengisian cepat tersebut sejalan dengan rencana peluncuran teknologi Blade Battery generasi kedua untuk kendaraan elektrifikasi pabrikan pada masa mendatang. Fokus pengembangan baterai generasi terbaru itu adalah kemampuan durasi pengisian daya listrik yang mendekati waktu pengisian bahan bakar pada mobil bensin konvensional.
Jika terealisasi, konsumen kendaraan listrik tidak lagi harus menunggu lama dalam proses pengisian daya. Kecepatan pengisian menjadi salah satu faktor kunci yang kerap menjadi pertimbangan calon pembeli sebelum beralih ke kendaraan elektrifikasi, di samping jangkauan tempuh dan ketersediaan stasiun pengisian daya.
Konfirmasi Manajemen BYD Indonesia
Disinggung mengenai pengadaan fasilitas tersebut untuk pasar domestik, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan kajian dan studi kelayakan terhadap potensi bisnis flash charging.
“Ya memang kami sudah masuk studi dan research serta review tentang potensi bisnis di sisi flash charging,” ujar Luther Panjaitan.
Kendati demikian, manajemen menyatakan bahwa realisasi fasilitas tersebut masih membutuhkan sejumlah pertimbangan. Perusahaan perlu menilai kesiapan produk dan infrastruktur pendukung terlebih dahulu sebelum memutuskan pengoperasian flash charging di Indonesia.
Dampak bagi Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Kehadiran teknologi flash charging dipandang akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional yang terus bertumbuh. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir gencar mendorong percepatan adopsi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif fiskal.
Namun demikian, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi adalah pemerataan infrastruktur pengisian daya di berbagai wilayah. Kehadiran teknologi pengisian ultra cepat berpotensi menjawab kekhawatiran konsumen terkait waktu pengisian yang lama, yang selama ini menjadi salah satu hambatan dalam konversi penggunaan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Langkah BYD tersebut sekaligus menambah dinamika persaingan industri otomotif nasional, seiring semakin banyaknya pabrikan yang menghadirkan kendaraan listrik ke pasar Indonesia. Kecepatan dalam menghadirkan teknologi dan infrastruktur pendukung akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing masing-masing merek di tengah kompetisi tersebut.
Hingga saat ini, manajemen belum menyampaikan jadwal pasti pengoperasian flash charging di Indonesia. Publikasi lebih lanjut diperkirakan akan mengikuti perkembangan kesiapan produk dan kajian kelayakan yang tengah berjalan.
Comments (0)