Fiki Naki Akui Kesulitan Akting Tawon Masuk Mata di Film Paket Santet

JAKARTA — YouTuber Fiki Naki mengakui sempat kewalahan membawakan adegan yang bertumpu pada imajinasi dalam debut aktingnya di film Paket Santet produksi BASE Entertainment, terutama ketika diminta ...

Fiki Naki Akui Kesulitan Akting Tawon Masuk Mata di Film Paket Santet

JAKARTA — YouTuber Fiki Naki mengakui sempat kewalahan membawakan adegan yang bertumpu pada imajinasi dalam debut aktingnya di film Paket Santet produksi BASE Entertainment, terutama ketika diminta memerankan momen seekor tawon masuk ke dalam mata karakter Firza yang ia perankan. Pengakuan tersebut disampaikan Fiki saat berbincang dengan awak media di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

Nama Fiki Naki dikenal luas berkat konten obrolan daringnya bersama orang-orang dari berbagai negara melalui platform Ome TV. Gaya komunikasinya yang lugas dan spontan membuat namanya populer di kanal YouTube. Namun, kebiasaan tampil tanpa persiapan itu justru menjadi tantangan tersendiri ketika ia menapaki dunia akting untuk pertama kalinya.

Fiki menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok antara aktivitasnya sebagai kreator konten dan pekerjaannya sebagai pemeran film. Ia mengaku sempat merasa tertekan ketika harus bekerja di bawah arahan naskah dan sutradara, sesuatu yang tidak pernah ia alami sepanjang kariernya di dunia maya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan tersebut justru ia jadikan motivasi untuk memberikan penampilan terbaik di film perdananya.

"Bermain film benar-benar berbeda dengan membuat konten YouTube. Sebab, selama ini saya tidak pernah membuat video yang disusun berdasarkan naskah atau arahan tertentu," kata Fiki saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Menekuni YouTube dan Beradaptasi dengan Skrip

Dalam keterangannya, Fiki menjelaskan bahwa seluruh konten YouTube yang ia produksi selama ini tidak pernah melalui proses perencanaan yang ketat. Ia mengaku tidak pernah menyusun naskah, menyiapkan daftar pertanyaan, atau menetapkan arah bahasan sebelum merekam setiap videonya.

"Tidak pernah ada perencanaan seperti 'hari ini saya akan membahas apa'. Semuanya mengalir begitu saja," tuturnya.

Alhasil, isi setiap video ditentukan oleh situasi yang berkembang saat rekaman berlangsung. Kondisi tersebut, lanjut Fiki, membuat proses pembuatan kontennya terasa ringan dan alami. Kebalikannya, di lokasi syuting film Paket Santet, setiap gerak dan ucapan harus selaras dengan tuntutan skenario serta visi sutradara, sehingga ia dituntut lebih disiplin dalam berlatih dan memahami karakter.

Adegan Imajinasi Menjadi Ujian Terberat

Di antara berbagai tantangan teknis yang ia hadapi, Fiki menilai adegan yang melibatkan efek visual atau CGI menjadi ujian terberat. Dalam adegan seperti itu, pemeran dituntut bereaksi terhadap objek yang tidak hadir secara fisik di lokasi syuting karena objek tersebut baru akan ditambahkan melalui proses pascaproduksi.

Salah satu contohnya adalah adegan ketika seekor tawon masuk ke dalam mata karakter Firza. Fiki harus membangun ekspresi kaget, panik, dan kesakitan tanpa benar-benar melihat serangga tersebut berada di depannya.

"Yang paling sulit adalah akting yang bertumpu pada imajinasi, misalnya saat ada tawon yang masuk ke dalam mata Firza," ucap Fiki.

Fiki mengungkapkan bahwa ia sempat merasa kebingungan ketika sutradara memberikan arahan untuk adegan tersebut. Ia kesulitan membayangkan situasi yang tidak pernah ia saksikan atau rasakan secara langsung, sehingga seluruh penampilannya harus dibangun dari pengandaian semata. Proses tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan paling rumit yang pernah ia lakukan selama menjalani produksi.

Debut Pertama Tanpa Bekal Kelas Akting

Fiki menegaskan bahwa film Paket Santet merupakan pengalaman pertamanya tampil di layar lebar. Ia menyebut belum pernah mengikuti pendidikan formal akting sebelum proyek ini berjalan, sehingga hampir seluruh kemampuannya diperoleh melalui proses belajar di lokasi syuting dan arahan sutradara.

"Saya sempat bingung, mana mungkin ada tawon masuk ke mata lalu seperti ini. Saya tidak bisa membayangkannya, apalagi ini film pertama saya dan saya belum pernah mengikuti kelas akting," ungkapnya.

Kendati menghadapi kesulitan, Fiki menilai pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga tentang dunia perfilman, mulai dari proses pembacaan skenario hingga pemahaman teknis produksi. Terlebih, ia memandang setiap proses yang dijalaninya sebagai modal untuk terus berkembang di industri perfilman. Ia berharap penonton dapat menilai hasil karyanya secara objektif dan menikmati film Paket Santet sebagai karya bersama seluruh pemain serta tim produksi.

Sebagai informasi, film Paket Santet merupakan produksi BASE Entertainment. Jajaran pemain dan tim produksi film tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Pusat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User