Hamparan Abu Masih Menyelimuti Kawasan Terdampak Karhutla Bromo

Jawa Timur — Hamparan abu dan sisa vegetasi yang hangus masih tampak menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur pada Kamis (20/8), menyusul kebakaran hutan dan lah...

Hamparan Abu Masih Menyelimuti Kawasan Terdampak Karhutla Bromo

Jawa Timur — Hamparan abu dan sisa vegetasi yang hangus masih tampak menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur pada Kamis (20/8), menyusul kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, total lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam kawasan TNBTS mencapai 1.121 hektare.

Kondisi tersebut terekam melalui dokumentasi visual yang memperlihatkan hamparan lahan menghitam, lapisan abu tipis yang menutupi permukaan tanah, serta batang-batang pohon yang hangus di sejumlah titik. Proses penanganan kebakaran dilakukan oleh petugas gabungan selama 13 hari sebelum kondisi akhirnya dinilai cukup terkendali.

Luas Lahan Terdampak Capai 1.121 Hektare

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Jawa Timur, kawasan terdampak karhutla di TNBTS tercatat seluas 1.121 hektare. Angka tersebut menjadi dasar bagi tim gabungan dalam menentukan strategi pemadaman serta penetapan prioritas area yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Luasan tersebut mencakup sejumlah titik yang tersebar di dalam kawasan taman nasional, termasuk area bervegetasi yang menjadi habitat alami berbagai jenis flora dan fauna khas pegunungan Tengger. Petugas menyatakan bahwa pemetaan wilayah terdampak terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan agar upaya pemulihan kawasan berjalan terukur dan tepat sasaran.

Proses Pemadaman Berlangsung Selama 13 Hari

Proses penanganan kebakaran di kawasan TNBTS berlangsung selama 13 hari. Dalam rentang waktu tersebut, petugas gabungan yang terdiri atas unsur pengelola taman nasional, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat sekitar dikerahkan untuk memadamkan api di sejumlah titik.

Penanganan dilakukan melalui kombinasi pemadaman langsung maupun tidak langsung, menyesuaikan dengan kondisi medan yang berat dan sulit dijangkau. Petugas juga mengerahkan sarana pendukung guna mempercepat proses pembasahan pada area yang masih berpotensi menyala kembali.

Setelah kondisi dinilai cukup terkendali, upaya penanganan kemudian bertransisi ke tahap pendinginan. Tahap ini dinilai krusial untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa di dalam tanah maupun di bawah lapisan abu.

TNBTS Kembali Dibuka untuk Wisatawan

Menindaklanjuti kondisi yang dinilai telah terkendali, kawasan TNBTS mulai dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan. Keputusan pembukaan kembali tersebut ditetapkan setelah melalui proses evaluasi terhadap kondisi lapangan serta tingkat keamanan di sejumlah area yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan.

Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan kesiapan petugas dalam menjaga stabilitas kondisi kawasan. Kendati demikian, pengunjung tetap diimbau untuk mematuhi ketentuan yang berlaku serta segera melaporkan setiap potensi gangguan selama berada di dalam kawasan.

Pendinginan dan Antisipasi Kemunculan Titik Api

Saat ini, petugas masih melakukan upaya pembasahan dan pendinginan di sejumlah area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di lokasi yang masih memiliki potensi bara atau panas di dalam tanah.

Petugas menegaskan bahwa tahap pendinginan menjadi penentu dalam memastikan kebakaran tidak kembali meluas. Area yang sebelumnya menjadi pusat api mendapat perhatian khusus, termasuk kawasan yang permukaan tanahnya masih mengeluarkan asap tipis.

Selain pembasahan, petugas juga melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi cuaca dan arah angin, mengingat faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap potensi penyebaran api. Pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh titik dinyatakan benar-benar aman.

Hingga berita ini ditulis, kondisi kawasan terdampak terus dipantau secara berkala oleh petugas. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kemunculan titik api di sekitar kawasan TNBTS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User