Kapolda Banten Gandeng Ormas dan Ojol Perkuat Deteksi Gangguan Kamtibmas

Jakarta — Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Haryadi memimpin Apel Sabuk Kamtibmas Banten yang mengumpulkan sekitar 22 kelompok masyarakat di wilayah hukum Polda Banten pada Kamis (20/8/2026). Apel ter...

Kapolda Banten Gandeng Ormas dan Ojol Perkuat Deteksi Gangguan Kamtibmas

Jakarta — Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Haryadi memimpin Apel Sabuk Kamtibmas Banten yang mengumpulkan sekitar 22 kelompok masyarakat di wilayah hukum Polda Banten pada Kamis (20/8/2026). Apel tersebut digelar dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus membangun sinergi antara kepolisian, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan pengemudi ojek online (ojol) yang tersebar di berbagai daerah di Banten.

Dalam keterangannya setelah memimpin apel, Kapolda menegaskan bahwa keterlibatan elemen masyarakat merupakan bagian dari strategi kepolisian dalam menindaklanjuti arahan pimpinan terkait pemeliharaan stabilitas keamanan. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan menciptakan sistem peringatan dini berbasis partisipasi warga, sehingga setiap potensi gangguan dapat diidentifikasi dan diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.

Deteksi Dini Sebagai Benteng Pencegahan

Irjen Pol Hengki Haryadi menjelaskan bahwa pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, deteksi dini merupakan instrumen paling efektif untuk mencegah berbagai bentuk ancaman, mulai dari konflik sosial, aksi kriminalitas, hingga penyebaran informasi yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu gangguan terjadi baru kemudian bertindak. Deteksi dini adalah kunci. Dengan adanya Sabuk Kamtibmas, diharapkan setiap dinamika di masyarakat dapat terpantau sejak awal,” ujar Irjen Pol Hengki Haryadi di hadapan peserta apel.

Kapolda juga menegaskan bahwa seluruh komponen yang tergabung dalam apel tersebut akan berperan sebagai mata dan telinga kepolisian di lapangan. Setiap informasi yang dihimpun dari masyarakat akan diteruskan kepada aparat melalui kanal komunikasi yang telah disiapkan, guna memastikan respons yang cepat dan terukur terhadap setiap perkembangan situasi.

Peran Ormas dan Ojol di Lapangan

Keterlibatan sekitar 22 kelompok masyarakat dalam Apel Sabuk Kamtibmas Banten menandai perluasan jaringan kemitraan keamanan di wilayah tersebut. Para pengurus ormas diminta memanfaatkan jaringan kewilayahan mereka untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan sekaligus mendorong anggotanya berperan aktif menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, pengemudi ojek online dinilai memiliki mobilitas tinggi yang memungkinkan mereka menjangkau berbagai titik secara cepat. Kapolda menyatakan bahwa posisi strategis para pengemudi ojol dapat dimanfaatkan untuk memantau situasi di ruang publik dan melaporkan kejadian-kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang.

“Masyarakat adalah kekuatan terbesar kami. Sinergi antara polisi, ormas, dan ojol ini bukan sekadar seremonial, tetapi komitmen bersama untuk menjaga Banten tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Ajakan Jaga Ketertiban dan Anti-Hoaks

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks. Ia mengingatkan bahwa informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas keamanan.

Irjen Pol Hengki Haryadi menuturkan bahwa penyebaran hoaks kerap menjadi pemicu konflik horizontal di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat agar menyaring setiap informasi yang diterima sebelum disebarluaskan, dan menyerahkan penanganan isu-isu yang berpotensi memecah belah kepada aparat penegak hukum.

“Jangan mudah percaya dan jangan ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Mari kita jaga ketertiban bersama, karena keamanan adalah tanggung jawab kita semua,” kata Kapolda.

Langkah Tindak Lanjut

Setelah apel tersebut, Polda Banten akan menindaklanjuti pembentukan Sabuk Kamtibmas dengan menyusun mekanisme koordinasi dan pelaporan yang lebih terstruktur. Rapat koordinasi bersama seluruh unsur yang terlibat direncanakan digelar secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas program di lapangan.

Kapolda berharap inisiatif ini dapat menjadi model pengamanan berbasis partisipasi masyarakat yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen, diharapkan tingkat gangguan kamtibmas di wilayah Banten dapat ditekan secara signifikan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User