Oct 14, 2026
Politik

Fadli Zon Resmikan Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional

Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi membuka Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, pada Selasa (13/10). Peresmian tersebut menandai hadirnya ruang pameran perma...

Fadli Zon Resmikan Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional

Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi membuka Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, pada Selasa (13/10). Peresmian tersebut menandai hadirnya ruang pameran permanen yang secara khusus menampilkan arca Prajnaparamita, salah satu mahakarya seni klasik dari era Kerajaan Singhasari. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan permuseuman kepada masyarakat.

Galeri yang menempati lantai dasar Gedung B Museum Nasional Indonesia ini dapat dikunjungi publik sesuai dengan jam operasional museum. Kehadiran ruang pameran baru tersebut diharapkan memperkuat posisi Museum Nasional Indonesia sebagai institusi rujukan dalam pengelolaan koleksi cagar budaya berskala nasional maupun internasional.

Arca dari Akhir Abad ke-13

Arca Prajnaparamita yang menjadi koleksi utama galeri tersebut ditemukan di kawasan percandian Singhasari dan diperkirakan berasal dari akhir abad ke-13. Sosok yang dipahat dalam arca tersebut menggambarkan dewi kebijaksanaan dalam tradisi Buddha Mahayana. Tingkat kerumitan pahatannya terlihat pada detail mahkota, perhiasan, serta busana yang dikenakan, sehingga arca ini dinilai sebagai salah satu pencapaian tertinggi seni pahat klasik Indonesia.

"Kehadiran galeri ini merupakan bagian dari transformasi layanan museum melalui pendekatan edukasi yang inovatif dan inklusif," kata Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin dalam keterangannya saat peresmian.

Berdasarkan catatan kepurbakalaan, penempatan arca dalam sebuah galeri khusus memungkinkan pengunjung memahami konteks sejarah, keagamaan, dan estetika dari peradaban Singhasari secara lebih utuh. Pendekatan kuratorial semacam ini ditetapkan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang belajar publik, bukan sekadar tempat penyimpanan benda kuno.

Fasilitas Edukasi Inklusif

Selain menyajikan koleksi arca, Galeri Prajnaparamita dilengkapi dengan sejumlah fasilitas edukasi inklusif. Fasilitas tersebut meliputi buku taktil berhuruf braille, objek timbul, serta miniatur arca yang dapat disentuh langsung oleh pengunjung. Sarana ini dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas, terutama pengunjung dengan gangguan penglihatan, agar dapat mengenal koleksi museum secara lebih dekat.

Langkah ini menindaklanjuti komitmen Museum Nasional Indonesia dalam menyediakan akses setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Penyandang disabilitas beserta satu orang pendamping juga mendapatkan tiket masuk gratis, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pengelola museum. Dengan demikian, aspek inklusivitas tidak hanya menyangkut sarana fisik, tetapi juga kebijakan layanan yang berpihak pada kelompok rentan.

Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan galeri tematik akan terus dilakukan pada masa mendatang. Setiap penambahan ruang pameran diarahkan untuk memperkuat narasi sejarah nasional sekaligus mendorong kunjungan publik ke lembaga permuseuman. Berdasarkan kebijakan Kementerian Kebudayaan, transformasi museum dijalankan melalui tiga pilar utama, yaitu pelestarian koleksi, pengembangan edukasi, dan perluasan akses bagi masyarakat.

Penguatan Diplomasi Budaya

Dalam konteks yang lebih luas, peresmian Galeri Prajnaparamita dipandang sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya Indonesia. Koleksi bernilai tinggi seperti arca Prajnaparamita kerap menjadi rujukan akademik bagi peneliti asing yang mengkaji peradaban Nusantara klasik. Penataan galeri yang tertata memungkinkan penyajian informasi historis secara lebih akurat dan terukur kepada khalayak internasional.

Museum Nasional Indonesia mencatat bahwa arca Prajnaparamita telah lama menjadi ikon koleksi yang paling banyak dikaji. Penempatan arca dalam galeri khusus dinilai akan memudahkan penyusunan program pameran, riset, dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan. Pengelola museum menyatakan bahwa seluruh proses kurasi dilakukan dengan mengacu pada kaidah konservasi dan standar pengelolaan cagar budaya yang berlaku.

Dengan dibukanya galeri ini, publik diharapkan dapat menghargai warisan peradaban Singhasari sebagai bagian penting dari identitas bangsa. Pengunjung yang hadir pada peresmian menyatakan apresiasi terhadap penyajian koleksi yang informatif dan aksesibel. Kementerian Kebudayaan menegaskan akan terus mendorong inovasi layanan museum agar nilai sejarah dapat diwariskan kepada generasi mendatang secara berkesinambungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User