Fadli Zon: Lukisan Purba Muna Berusia 67.800 Tahun Tertua di Dunia
Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa lukisan purba yang ditemukan di kawasan karst Muna, Sulawesi Tenggara, merupakan karya seni figuratif tertua di dunia dengan usia mencapai 67....
Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa lukisan purba yang ditemukan di kawasan karst Muna, Sulawesi Tenggara, merupakan karya seni figuratif tertua di dunia dengan usia mencapai 67.800 tahun. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh temuan lukisan gua di kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Cagar Budaya Nasional yang digelar di Jakarta, Senin (16/6/2025).
Berdasarkan hasil penanggalan uranium-series yang dilakukan oleh tim peneliti gabungan dari dalam dan luar negeri terhadap lapisan kalsium karbonat yang menutupi figur babi hutan dan cap tangan di Situs Leang Tedongnge, usia minimum lukisan tersebut ditetapkan pada 67.800 tahun. “Ini bukan sekadar rekor nasional, melainkan rekor peradaban manusia secara global,” ujar Fadli Zon. Ia menyatakan bahwa temuan ini mengubah peta sejarah seni prasejarah dunia yang selama ini didominasi oleh situs-situs di Eropa.
Implikasi Ilmiah dan Posisi Indonesia di Panggung Global
Penanggalan yang menempatkan lukisan Muna pada 67.800 tahun lalu segera memicu diskusi di kalangan arkeolog dan sejarawan seni. Selama ini, gelar seni figuratif tertua di dunia dipegang oleh lukisan di Gua Chauvet, Prancis, yang berusia sekitar 32.000 tahun, atau temuan di Maros-Pangkep yang sebelumnya tercatat berusia 43.900 tahun. Dengan selisih lebih dari 20.000 tahun, temuan Muna membuka babak baru dalam pemahaman tentang migrasi manusia modern awal dan perkembangan kognitif Homo sapiens di jalur selatan menuju Australia.
Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia yang hadir dalam rapat tersebut menyatakan bahwa temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Nusantara merupakan salah satu pusat perkembangan budaya manusia modern paling awal. “Kita tidak lagi berbicara tentang pinggiran peradaban, melainkan salah satu episentrum penciptaan simbol dan seni,” ujarnya. Data yang disajikan dalam rapat menunjukkan bahwa terdapat setidaknya 14 motif figuratif di gugusan karst Muna yang kini tengah diteliti lebih lanjut untuk memperoleh penanggalan serupa.
Pemerintah Siapkan Infrastruktur dan Regulasi
Menindaklanjuti temuan ini, Fadli Zon mendorong agar Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai pusat penelitian dan wisata prasejarah nasional. “Kami sudah menginstruksikan Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk segera menyiapkan peta jalan pengembangan kawasan Muna sebagai laboratorium alam terbuka dan destinasi geoarkeologi bertaraf internasional,” kata Menteri Fadli Zon dalam forum itu. Kebijakan ini, menurutnya, akan diintegrasikan dengan pembangunan Bandara Baru Muna yang direncanakan memulai konstruksi pada 2026.
Rapat Koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, serta perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Gubernur Sultra menyatakan kesiapan daerah dalam mendukung penuh agenda pemerintah pusat, termasuk menyelesaikan tata ruang kawasan lindung budaya seluas 4.500 hektare yang akan diusulkan sebagai Kawasan Strategis Nasional. “Kita ingin memastikan bahwa perlindungan situs berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat adat Muna yang sudah turun-temurun menjaga gua-gua ini,” ujarnya.
Langkah Perlindungan dan Ancaman Degradasi
Di tengah antusiasme tersebut, Kementerian Kebudayaan juga menyoroti ancaman serius terhadap kelestarian lukisan purba. Aktivitas penambangan batu kapur ilegal di sekitar kawasan karst serta meningkatnya kunjungan wisata tanpa pengelolaan standar dikhawatirkan akan mempercepat degradasi pigmen alami yang telah bertahan puluhan ribu tahun. Fadli Zon menyatakan bahwa moratorium penambangan di zona inti akan diberlakukan paling lambat akhir 2025, bersamaan dengan penyusunan Peraturan Menteri tentang Pengelolaan Situs Gambar Purba.
“Kita harus bergerak cepat. Status tertua di dunia adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Jangan sampai generasi mendatang hanya bisa melihat replikanya karena kita gagal melindungi yang asli,” tegasnya di hadapan peserta rapat. Langkah tersebut meliputi pemasangan alat pemantau kualitas udara dan kelembapan dalam gua, pembatasan kuota pengunjung, serta pelatihan bagi pemandu lokal bersertifikat.
Dampak terhadap Dunia Pendidikan dan Diplomasi Budaya
Penetapan lukisan Muna sebagai yang tertua di dunia juga diproyeksikan akan berdampak pada kurikulum pendidikan sejarah nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah diundang dalam rapat lanjutan untuk membahas revisi buku teks Sejarah Indonesia yang selama ini menempatkan era prasejarah secara terbatas. Fadli Zon berharap agar narasi besar tentang peradaban awal Nusantara dapat menjadi materi ajar wajib yang membentuk karakter dan kebanggaan bangsa.
Dari sisi diplomasi, Indonesia berencana mengajukan situs Muna sebagai nominasi Warisan Dunia UNESCO pada 2027. “Kita akan memanfaatkan momentum Presidensi G20 bidang kebudayaan tahun depan untuk memamerkan narasi Muna kepada para menteri kebudayaan negara-negara anggota,” ungkap Fadli Zon. Ia menambahkan, klaim usia yang didukung oleh peer-reviewed journal internasional telah memberi landasan kuat bagi Indonesia untuk memimpin diskursus tentang asal-usul seni manusia.
Comments (0)