Sep 30, 2026
Politik

Dua Personel Damkar Pangkep Gugur Saat Bertugas Padamkan Kebakaran

Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, diliputi duka setelah dua personel Dinas Pemadam Kebakaran meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan operasional pada Selasa, 29 September 2026. Armada tan...

Dua Personel Damkar Pangkep Gugur Saat Bertugas Padamkan Kebakaran

Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, diliputi duka setelah dua personel Dinas Pemadam Kebakaran meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan operasional pada Selasa, 29 September 2026. Armada tangki milik Pemerintah Kabupaten Pangkep terbalik di ruas Jalan Poros Pangkep-Barru ketika personel bergerak cepat untuk menjangkau area yang dilaporkan terbakar dan melaksanakan tugas pemadaman.

Insiden tersebut terjadi dalam situasi siaga darurat. Seluruh awak berada di dalam kendaraan dinas dalam keadaan lengkap dengan perlengkapan pelindung. Perjalanan menuju titik api dilakukan dengan prioritas tinggi karena laporan masyarakat mengindikasikan kobaran meluas dan berpotensi merembet ke permukiman warga di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi Kecelakaan di Jalur Poros Pangkep-Barru

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun aparat di lapangan, kendaraan melaju dari arah pusat kota Pangkep menuju wilayah utara Kabupaten Pangkep. Ketika melintasi segmen jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Pangkep dengan Kabupaten Barru, laju kendaraan diduga hilang kendali hingga terguling ke sisi badan jalan. Benturan keras mengakibatkan bodi kendaraan ringsek serta menimpa sebagian awak di dalamnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan menghubungi pusat komando. Tim gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, serta petugas kesehatan diterjunkan untuk mengevakuasi korban. Dua personel dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat luka berat, sementara personel lainnya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit daerah karena mengalami luka dan membutuhkan observasi lanjutan.

Aparat kepolisian menyatakan telah menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi, serta pemeriksaan teknis terhadap kondisi kendaraan. Polisi menegaskan penyelidikan diarahkan untuk memastikan penyebab pasti, termasuk faktor kecepatan, kondisi permukaan jalan, beban air dalam tangki, serta kelayakan fungsi rem dan kemudi sebelum keberangkatan.

Pemkab Pangkep Menindaklanjuti Korban dan Keluarga

Pemerintah Kabupaten Pangkep menyatakan duka cita mendalam atas gugurnya dua abdi negara dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik. Bupati Pangkep memerintahkan jajaran Sekretariat Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh hak korban ditetapkan dan disalurkan tanpa hambatan administrasi. Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal darurat yang digelar pada malam hari setelah kejadian.

"Kami kehilangan putra terbaik daerah yang gugur dalam tugas negara. Pemerintah daerah bertanggung jawab penuh terhadap santunan, jaminan sosial, serta pendampingan bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar Bupati Pangkep dalam keterangan resmi.

Pemerintah daerah memastikan santunan kematian, jaminan kecelakaan kerja, serta hak kepegawaian diberikan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan ketentuan perlindungan aparatur. Dinas Pemadam Kebakaran diminta mendampingi keluarga dalam pengurusan dokumen, mulai dari surat keterangan kematian, klaim jaminan, hingga penetapan ahli waris yang disahkan secara resmi.

"Seluruh personel berangkat sesuai perintah komando untuk melindungi masyarakat. Kami akan memastikan keluarga tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit ini," menyatakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pangkep.

Rapat Koordinasi Evaluasi Keselamatan Armada Darurat

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Pangkep menjadwalkan Rapat Koordinasi lintas perangkat daerah bersama Polres Pangkep, Dinas Perhubungan, serta unsur legislatif. Agenda rapat mencakup audit menyeluruh terhadap usia pakai armada, jadwal perawatan berkala, kompetensi pengemudi kendaraan berat, serta prosedur operasional standar respons cepat dalam kondisi lalu lintas padat di jalur poros nasional.

DPRD Kabupaten Pangkep melalui pimpinan dan perwakilan Fraksi menyampaikan belasungkawa dan mendorong evaluasi terbuka. Hasil pembahasan direncanakan dibawa ke forum Pleno untuk dirumuskan sebagai keputusan penguatan anggaran keselamatan, termasuk peremajaan unit tangki, pengadaan peralatan pelindung diri, serta pelatihan mengemudi defensif bagi seluruh pengemudi kendaraan darurat.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat pengguna Jalan Poros Pangkep-Barru untuk memberikan prioritas kepada kendaraan darurat yang menyalakan sirene dan lampu isyarat. Solidaritas warga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kerja petugas yang mempertaruhkan keselamatan demi melindungi jiwa, harta benda, dan lingkungan dari bahaya kebakaran di wilayah Sulawesi Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User