Dokter Ingatkan Bahaya Makan Berat Larut Malam, Bisa Ganggu Fungsi Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ vital yang memiliki peran jauh lebih kompleks daripada sekadar menyaring darah. Organ berbentuk kacang ini bertanggung jawab untuk membuang produk limbah dari dalam

Jul 06, 2026 - 07:39
0 0
Dokter Ingatkan Bahaya Makan Berat Larut Malam, Bisa Ganggu Fungsi Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ vital yang memiliki peran jauh lebih kompleks daripada sekadar menyaring darah. Organ berbentuk kacang ini bertanggung jawab untuk membuang produk limbah dari dalam tubuh, menyeimbangkan kadar mineral, mengatur tekanan darah, serta mendukung berbagai proses metabolisme. Menjaga kesehatan ginjal sering kali hanya dikaitkan dengan mencukupi asupan air putih setiap hari. Namun, laporan dari media kami mengungkapkan bahwa ada faktor lain yang tak kalah penting, yaitu penjadwalan atau waktu konsumsi makanan.

Para ahli kesehatan menyoroti fenomena makan berat di larut malam yang sering dianggap remeh. Setelah menjalani hari yang panjang, banyak orang cenderung menunda makan malam hingga mendekati waktu tidur. Kebiasaan ini, meski tampak seperti solusi untuk mengganjal perut yang lapar, rupanya menyimpan dampak serius bagi kerja ginjal.

Gangguan Jam Biologis dan Beban Ginjal

Setiap organ di dalam tubuh manusia bekerja sesuai dengan ritme sirkadian atau jam biologis, termasuk ginjal. Menurut informasi yang dihimpun Apaberita.com, fungsi filtrasi atau penyaringan oleh ginjal secara alami akan melambat pada malam hari. Kondisi ini merupakan mekanisme tubuh untuk beristirahat. Ketika Anda mengonsumsi makanan berat menjelang malam, terutama yang tinggi protein, garam, dan fosfor, ginjal dipaksa untuk bekerja ekstra keras di saat seharusnya ia mengurangi aktivitasnya. Beban berlebih ini secara perlahan dapat mengganggu kemampuan ginjal dalam menyaring racun dan mengatur cairan.

"Ginjal kita memiliki pola kerja harian. Melakukan konsumsi makanan berat sebelum tidur dapat mengacaukan ritme alami tersebut. Proses pembuangan natrium dan pengaturan tekanan darah menjadi tidak optimal. Dalam jangka panjang, ini tidak hanya membuat tidur tidak nyenyak karena sering buang air kecil, tetapi juga menurunkan fungsi glomerulus," ujar seorang spesialis penyakit dalam dalam laporan Apaberita.com.

Dampak Jangka Panjang Proteinuria

Salah satu indikator awal kerusakan ginjal akibat kebiasaan ini adalah meningkatnya kadar protein dalam urine, atau yang disebut proteinuria. Pada kondisi normal, ginjal yang sehat akan menahan protein agar tidak terbuang. Namun, tekanan yang terjadi akibat waktu makan yang tidak tepat dapat merusak kemampuan penyaringan halus tersebut. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menjadi pintu masuk menuju penyakit ginjal kronis yang progresif.

Laporan Apaberita.com juga menekankan bahwa mengatur jam makan bukan hanya tentang mencegah kenaikan berat badan, tetapi juga untuk menjaga umur panjang organ ekskresi ini. Para peneliti menyarankan untuk memberikan jeda setidaknya dua hingga tiga jam antara waktu makan malam terakhir dengan waktu tidur. Dengan memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum metabolisme melambat, kesehatan ginjal dapat lebih terjaga dan risiko kerusakan fungsi ginjal di masa depan dapat diminimalkan secara signifikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User