Oct 14, 2026
Politik

Dinkes Sidoarjo Telusuri Kematian Bayi Usai Konsumsi Telur Mentah

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menegaskan masih melakukan penelusuran menyeluruh terhadap kasus meninggalnya seorang bayi perempuan berusia 28 hari yang diduga kuat berkaitan dengan pemberian telu...

Dinkes Sidoarjo Telusuri Kematian Bayi Usai Konsumsi Telur Mentah

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menegaskan masih melakukan penelusuran menyeluruh terhadap kasus meninggalnya seorang bayi perempuan berusia 28 hari yang diduga kuat berkaitan dengan pemberian telur mentah oleh anggota keluarganya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyatakan bahwa laporan resmi mengenai peristiwa tersebut baru diterima institusinya pada Senin, 12 Oktober 2026.

"Sudah ada informasi ke Dinkes per hari ini, Senin, 12 Oktober 2026," ujar Lakhsmie saat dikonfirmasi di Sidoarjo.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, bayi tersebut sempat mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di wilayah Sidoarjo sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya karena kondisi kesehatannya terus memburuk. Meskipun demikian, Lakhsmie belum dapat membeberkan detail perkembangan penelusuran di lapangan, termasuk hasil koordinasi lintas daerah dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya maupun jajaran manajemen RSUD dr. Soetomo.

"Semua jawaban belum ada. Masih proses telusur," tegas Lakhsmie.

Koordinasi Lintas Daerah Masih Berjalan

Lakhsmie menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan sejumlah institusi terkait sebelum menarik kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian bayi tersebut. Menurutnya, penelusuran ini memerlukan verifikasi berlapis, mulai dari riwayat medis pasien, kronologi pemberian asupan, hingga hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh rumah sakit rujukan.

"Informasi sementara sebelumnya di rumah sakit Sidoarjo kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya," katanya.

Dalam kerangka penanganan kasus ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menegaskan akan menindaklanjuti setiap temuan lapangan sesuai prosedur yang berlaku. Penelusuran difokuskan pada dua aspek utama, yakni kronologi pemberian makanan pada bayi dan kondisi klinis yang menyertai sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

ASI Eksklusif Jadi Hak Mutlak Bayi 0-6 Bulan

Di tengah bergulirnya proses penelusuran, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh orang tua dan pengasuh mengenai pentingnya pemenuhan asupan nutrisi yang sesuai dengan usia bayi. Institusi tersebut menegaskan bahwa bayi berusia 0 hingga 6 bulan memiliki hak mutlak untuk memperoleh Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, tanpa tambahan makanan maupun minuman lain, kecuali obat atau vitamin atas instruksi medis.

"Dinas Kesehatan mengimbau orang tua atau pengasuh untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan melalui kegiatan posyandu, kelas ibu hamil, serta kelas bayi dan balita," ujarnya.

Lakhsmie menambahkan bahwa edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi bayi secara rutin diintervensi melalui berbagai saluran pelayanan dasar, seperti posyandu, kelas ibu hamil, hingga kelas bayi dan balita. Menurutnya, penguatan literasi kesehatan bagi keluarga merupakan langkah preventif yang paling efektif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

MPASI Diperkenalkan Bertahap Setelah Enam Bulan

Lebih lanjut, Lakhsmie menjelaskan bahwa setelah menginjak usia genap enam bulan, bayi baru diperbolehkan diperkenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) secara bertahap sesuai dengan tumbuh kembangnya. Pemberian MPASI tersebut tetap harus disertai dengan pemberian ASI hingga usia dua tahun.

"Setelah usia enam bulan, bayi baru boleh diperkenalkan dengan MPASI secara bertahap sesuai tumbuh kembangnya, sembari tetap melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun," tuturnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperbarui perkembangan penelusuran kasus ini dan menyampaikannya secara resmi kepada publik. Hingga berita ini diturunkan, proses telusur masih berlangsung dan seluruh pihak terkait diminta menunggu hasil pemeriksaan yang komprehensif sebelum menyimpulkan penyebab pasti peristiwa tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User