Di S-LCA, JAPFA Ungkap Strategi Keuangan Berkelanjutan Berbasis Sains

Bogor – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menjadi sorotan dalam Konferensi Social Life Cycle Assessment (S-LCA) yang digelar di Bogor. Melalui sesi panel bertajuk Science-Based Sustainable Fi

Jul 08, 2026 - 00:39
0 0
Di S-LCA, JAPFA Ungkap Strategi Keuangan Berkelanjutan Berbasis Sains

Bogor – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menjadi sorotan dalam Konferensi Social Life Cycle Assessment (S-LCA) yang digelar di Bogor. Melalui sesi panel bertajuk Science-Based Sustainable Finance, perusahaan perunggasan terintegrasi terbesar di Indonesia itu membagikan pendekatan inovatifnya: menjadikan kajian ilmiah sebagai fondasi strategi keuangan berkelanjutan.

Menurut laporan Apaberita.com, JAPFA memaparkan pengalamannya sebagai pelaku usaha pertama di sektor perunggasan nasional yang secara formal mengintegrasikan Life Cycle Assessment (LCA) ke dalam kerangka keuangan perusahaan. Langkah ini tidak hanya menjadi penegas komitmen lingkungan, tetapi juga membuka jalan bagi akses terhadap berbagai instrumen pembiayaan global berbasis keberlanjutan.

“Kami meyakini bahwa pengambilan keputusan keuangan yang bertanggung jawab harus disandarkan pada data dan analisis ilmiah yang transparan. LCA memberikan peta jalan yang komprehensif untuk mengukur dampak lingkungan di setiap mata rantai produksi, sehingga strategi pendanaan yang kami pilih benar-benar selaras dengan target pengurangan emisi dan prinsip ekonomi sirkular,” ungkap perwakilan JAPFA dalam sesi tersebut.

Kajian LCA yang dilakukan JAPFA mencakup seluruh siklus hidup produk unggas—dari hulu seperti pabrik pakan, budidaya, hingga distribusi ke konsumen. Hasilnya tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi titik rawan emisi dan inefisiensi, melainkan juga menjadi landasan dalam menyusun kerangka kerja keuangan hijau (green financing framework). Dengan kerangka itu, perseroan berhasil mengakses pinjaman sindikasi berkelanjutan (sustainability-linked loan) serta obligasi hijau yang mensyaratkan pemenuhan indikator kinerja lingkungan terukur.

Pionir di Sektor Perunggasan

Pendekatan ini semakin mempertegas posisi JAPFA sebagai pelopor di industri unggas Indonesia. Sebelumnya, belum ada perusahaan sejenis yang secara eksplisit mengaitkan pengukuran dampak lingkungan berbasis LCA dengan keputusan pendanaan. Direktur Keuangan JAPFA dalam sesi tersebut menjelaskan bahwa integrasi sains ke dalam keuangan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang mendukung visi perusahaan, Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama.

“Visi itu hanya bisa tercapai jika pertumbuhan ekonomi juga diiringi oleh perlindungan ekosistem. Kami tidak bisa bicara tentang kesejahteraan tanpa memastikan bahwa produksi kami bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. LCA menjadi kompas yang mengarahkan langkah kami,” tambahnya, seperti dilansir Apaberita.com dari konferensi tersebut.

Konferensi S-LCA 2025 sendiri menjadi ajang berbagi praktik terbaik seputar penilaian daur hidup sosial dan lingkungan. Kehadiran JAPFA membuktikan bahwa sektor agribisnis, khususnya perunggasan, semakin serius mengadopsi standar global untuk mendukung transisi ke ekonomi rendah karbon. Dengan menjadikan LCA sebagai dasar akses pembiayaan, JAPFA tidak hanya menurunkan risiko reputasi dan operasional, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih luas di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset berkelanjutan.

Langkah JAPFA ini diharapkan dapat menjadi model bagi perusahaan lain di sektor pangan dan pertanian tanah air, mempercepat integrasi antara sains, keberlanjutan, dan kinerja keuangan menuju ketahanan pangan yang inklusif dan ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User