IHSG Anjlok 1,29% ke 6.037 pada Sesi I, Terancam Jebol Level 6.000

Pasar saham domestik bergerak di zona merah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (23/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam sebesar 1,29 persen ke level 6.037,52.

Jul 08, 2026 - 00:39
0 0
IHSG Anjlok 1,29% ke 6.037 pada Sesi I, Terancam Jebol Level 6.000

Pasar saham domestik bergerak di zona merah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (23/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam sebesar 1,29 persen ke level 6.037,52. Penurunan ini membuat indeks komposit nyaris menyentuh level psikologis 6.000, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita.com dari RTI Business, pergerakan IHSG sejak awal sesi sebenarnya sempat menunjukkan optimisme. Indeks sempat menguat ke level 6.121,77 pada pembukaan pagi tadi. Namun, tekanan jual yang meningkat secara gradual membuat posisinya terus tergerus hingga menyentuh titik terendah hariannya menjelang penutupan sesi I.

Sepanjang sesi I, total volume perdagangan tercatat mencapai 11,45 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan menyentuh angka Rp 6,64 triliun. Adapun frekuensi perdagangan terjadi sebanyak 1.022.552 kali. Data ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi di tengah tekanan, menandakan adanya aksi distribusi dari investor besar.

Tekanan Sentimen Global dan Domestik

Analis pasar modal yang dihubungi Apaberita.com menjelaskan, pelemahan IHSG pada sesi I tidak lepas dari kombinasi sentimen eksternal dan internal. Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati sinyal kenaikan suku bunga acuan dari bank sentral utama dunia yang berpotensi memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

"IHSG sedang berada dalam fase konsolidasi kritis. Level 6.000 adalah support psikologis yang harus dijaga. Jika tembus, bukan tidak mungkin indeks akan mencari titik keseimbangan baru di kisaran 5.900," ujar seorang analis dari salah satu sekuritas terkemuka di Jakarta.

"IHSG sedang berada dalam fase konsolidasi kritis. Level 6.000 adalah support psikologis yang harus dijaga. Jika tembus, bukan tidak mungkin indeks akan mencari titik keseimbangan baru di kisaran 5.900."

Secara sektoral, hampir seluruh indeks sektoral bergerak negatif, dipimpin oleh sektor teknologi dan barang konsumen primer yang mencatatkan koreksi paling dalam. Hanya sektor energi yang mampu bertahan di zona hijau berkat kenaikan harga komoditas minyak mentah global.

Nilai tukar rupiah yang juga berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat turut memperburuk persepsi risiko. Pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup signifikan sepanjang sesi pertama, semakin memperdalam koreksi IHSG.

Pasar akan mencermati dengan ketat jalannya sesi kedua nanti. Jika tekanan masih berlanjut, bukan hanya level 6.000 yang terancam, tetapi juga kepercayaan diri investor ritel yang selama ini menjadi penopang utama likuiditas bursa. Apaberita.com akan terus memantau pergerakan dan sentimen terbaru di lantai bursa hingga penutupan perdagangan sore nanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User