DHA Penting, tapi Bukan Satu-satunya Nutrisi untuk Kecerdasan Anak

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Marlisye Marpaung, M.Ked, Sp.A(K), menegaskan bahwa tidak ada satu jenis nutrisi yang paling penting atau dapat menggantikan peran nutrisi lainnya d...

Oct 10, 2026 - 18:22
0 0
DHA Penting, tapi Bukan Satu-satunya Nutrisi untuk Kecerdasan Anak

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Marlisye Marpaung, M.Ked, Sp.A(K), menegaskan bahwa tidak ada satu jenis nutrisi yang paling penting atau dapat menggantikan peran nutrisi lainnya dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara talkshow Understanding Your Child's Growth: Milestone, Nutrition & Healthy Development bersama Mirugo di Jakarta Pusat, Jumat (2/10). Menurutnya, anak membutuhkan asupan gizi lengkap dan seimbang, bukan hanya bertumpu pada satu kandungan tertentu.

Pernyataan itu menjawab anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa DHA atau docosahexaenoic acid merupakan nutrisi tunggal yang paling menentukan kecerdasan anak. DHA memang kerap dikaitkan dengan perkembangan otak dan menjadi pertimbangan utama orang tua dalam memilih makanan maupun susu anak. Namun, Marlisye menekankan bahwa pendekatan gizi harus bersifat menyeluruh.

"Kalau kita ingin anak kita bertumbuh dengan baik dan menjadi cerdas, kita harus pastikan bahwa nutrisinya tercukupi, terutama dalam seribu hari pertama kehidupannya," ucap dr. Lisye dalam acara tersebut.

Protein hingga Zat Besi Dibutuhkan Secara Bersamaan

Dalam paparannya, Marlisye menjelaskan bahwa protein menjadi salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan anak. Selain itu, untuk menunjang perkembangan kognitif, anak juga membutuhkan zat besi, zinc, iodium, serta lemak sehat seperti DHA dan omega-3. Kombinasi nutrisi tersebut bekerja saling melengkapi, sehingga pemenuhan salah satu unsur saja tidak cukup untuk menghasilkan tumbuh kembang yang optimal.

Ia menegaskan bahwa orang tua perlu memastikan kecukupan gizi anak secara keseluruhan, khususnya pada periode seribu hari pertama kehidupan yang mencakup masa kehamilan hingga usia dua tahun. Periode tersebut dinilai sebagai fase krusial yang menentukan fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahap selanjutnya.

"Tidak ada satu jenis nutrisi yang paling penting atau bisa menggantikan peran nutrisi lainnya. Anak membutuhkan asupan gizi lengkap dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan otaknya," tegas Marlisye.

DHA dan Omega-3 Tetap Berperan, tetapi Bukan Berdiri Sendiri

DHA merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak dan fungsi penglihatan. Meski demikian, Marlisye menempatkan DHA sebagai bagian dari kebutuhan gizi yang lebih luas, bukan sebagai satu-satunya penentu kecerdasan anak. Dengan kata lain, pemberian DHA tetap penting, namun harus disertai pemenuhan zat besi, zinc, iodium, dan protein agar manfaatnya optimal.

Pandangan tersebut sejalan dengan prinsip gizi seimbang yang menekankan keragaman sumber makanan. Orang tua didorong untuk tidak hanya berpatokan pada satu kandungan dalam label produk, tetapi juga memperhatikan keseluruhan pola asuh dan asupan harian anak.

Peran Orang Tua dalam Memantau Tumbuh Kembang

Dalam acara yang sama, Marlisye mengingatkan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, termasuk pemantauan milestone atau tonggak perkembangan. Pemantauan ini menjadi langkah deteksi dini apabila terdapat penyimpangan, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.

Ia menyatakan bahwa pemenuhan nutrisi, stimulasi, dan pemantauan rutin merupakan tiga hal yang saling terkait. Orang tua diimbau untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan pada pertumbuhan anak.

Dengan pemahaman yang tepat, orang tua diharapkan tidak terjebak pada satu jenis nutrisi tertentu, melainkan memastikan anak memperoleh asupan gizi lengkap dan seimbang. Keputusan tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendukung generasi yang sehat dan cerdas sejak seribu hari pertama kehidupan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User