Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di Tasikmalaya Terkait Ledakan Dadaha

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan seorang terduga teroris berinisial AAS di wilayah permukiman Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (31/7) sore. Pria yang didug...

Jul 13, 2026 - 07:14
0 0

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan seorang terduga teroris berinisial AAS di wilayah permukiman Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (31/7) sore. Pria yang diduga kuat terlibat dalam aksi teror bom itu dibekuk tanpa perlawanan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bebedilan, kawasan Gunung Koneng. Penangkapan ini merupakan puncak dari rangkaian penyelidikan intensif pasca-ledakan di area publik Dadaha yang menggemparkan warga beberapa waktu lalu.

Operasi senyap yang digelar sejak siang hari itu membuat warga sekitar sempat dikejutkan oleh kehadiran sejumlah personel berpakaian preman yang tiba-tiba memasuki gang sempit. Namun, Polri memastikan bahwa seluruh langkah telah terukur dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun ancaman tambahan bagi masyarakat. AAS langsung digiring ke mobil taktis untuk menjalani pemeriksaan di markas Densus 88.

Jejak Ledakan Dadaha dan Keterkaitan AAS

Ledakan di kawasan Dadaha, yang dikenal sebagai alun-alun atau lapangan publik di Kota Tasikmalaya, terjadi pada awal pekan kemarin. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dentuman keras merusak sebagian fasilitas dan menebar kepanikan di kalangan pengunjung yang sedang beraktivitas. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan analisis forensik digital, tim investigasi menemukan petunjuk yang mengarah pada pergerakan seseorang yang belakangan diidentifikasi sebagai AAS.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan AAS diduga berperan sebagai perakit bahan peledak sekaligus penghubung logistik dalam jaringan teroris kecil di Jawa Barat. Rumah kontrakan di Jalan Bebedilan bukan hanya tempat persembunyian, tetapi juga diduga menjadi lokasi penyimpanan sejumlah komponen rakitan, termasuk bubuk kimia, kabel, dan saklar—barang bukti yang kini tengah diperiksa laboratorium forensik. “Ini bukan aksi tunggal. Kami masih mendalami apakah ledakan di Dadaha merupakan uji coba atau bagian dari rencana yang lebih besar,” ujar seorang perwira Densus 88 yang enggan disebutkan namanya.

Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti

Berdasarkan pengintaian selama dua hari, tim Densus 88 memetakan rutinitas AAS yang jarang keluar rumah. Pria berusia sekitar 35 tahun itu hanya terlihat sesekali membeli kebutuhan pokok di warung terdekat. Pada Kamis sore, saat situasi di sekitar Jalan Bebedilan dianggap lengang, belasan personel bergerak cepat. Pintu rumah dibuka paksa tanpa perlawanan berarti, dan AAS yang berada di dalam kamar langsung diamankan. Warga setempat, yang sebagian besar adalah perajin dan pedagang kecil, mengaku tidak menyangka tetangga mereka terlibat dalam aktivitas terorisme.

Dalam penggeledahan, aparat menyita satu ransel hitam berisi paket mencurigakan, beberapa unit telepon genggam yang sedang dianalisis komunikasinya, serta sejumlah dokumen tulisan tangan yang diduga berisi instruksi perakitan. Polri belum merilis secara rinci jumlah bahan peledak yang berhasil disita, namun Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko melalui sambungan telepon membenarkan adanya keterkaitan kuat antara tersangka dan ledakan di Dadaha.

“Benar, Densus 88 telah mengamankan terduga teroris inisial AAS di Tasikmalaya. Penangkapan ini adalah tindak lanjut dari peristiwa ledakan di area Dadaha yang sebelumnya mengundang perhatian publik. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap perannya dan kemungkinan keterlibatan pihak lain,”

kata Trunoyudo.

Respons Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat

Wali Kota Tasikmalaya, H. Muhammad Yusuf, menyatakan pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Ia meminta warga tetap tenang dan segera melapor jika mendapati aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Langkah serupa diutarakan oleh Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, yang akan memperkuat patroli di titik-titik keramaian serta menggiatkan program deradikalisasi di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH. Amin Ma’ruf, mengecam keras aksi teror dan meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh paham kekerasan. “Kami mendukung penuh langkah tegas kepolisian dalam menangkal ancaman terorisme. Ini bukan tentang agama, melainkan tindakan kriminal yang harus dilawan bersama,” tegasnya. Pernyataan tersebut semakin mempertegas sikap kolektif bahwa terorisme tidak memiliki tempat di wilayah Priangan Timur, yang dikenal dengan budaya toleransinya.

Densus 88 dijadwalkan akan merilis secara resmi identitas, peran, dan kemungkinan jaringan dari AAS dalam konferensi pers dalam satu hingga dua hari ke depan, setelah pemeriksaan awal rampung. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan foto atau video penangkapan yang dapat mengganggu proses penyidikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User