Sep 16, 2026
Bali

DENPASAR — Mahasiswa Unwar Sulap Ampas Tebu Jadi Kertas Ramah Lingkungan

DENPASAR — Tiga mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar berhasil mengukir prestasi internasional di Malaysia berkat inovasi lingkungan bertajuk My

DENPASAR — Mahasiswa Unwar Sulap Ampas Tebu Jadi Kertas Ramah Lingkungan

DENPASAR — Tiga mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar berhasil mengukir prestasi internasional di Malaysia berkat inovasi lingkungan bertajuk My Ambu. Tim inovator muda ini sukses mendaur ulang limbah ampas tebu dan residu bubuk kopi menjadi lembaran kertas multifungsi yang bernilai ekonomis tinggi.

Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Ni Made Mailiyoni Keisha Damadi, Gusti Ayu Putu Sri Niti Wahyun, dan Ni Nyoman Maha Dewi Artajaya. Melalui riset intensif, mereka mentransformasikan material sisa yang kerap dianggap sampah menjadi aneka produk fungsional, seperti compostable paper bag, buku catatan (notebook), hingga map dokumen kantor.

Berawal dari Keprihatinan Tumpukan Limbah Kuliner

Inisiasi pembuatan kertas ramah lingkungan ini berakar dari observasi lapangan terhadap aktivitas pedagang minuman sari tebu peras di kawasan perkotaan. Proses ekstraksi cairan manis tersebut secara konsisten menyisakan gunungan ampas berserat kasar yang belum terkelola optimal dan berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Konsep kita bukan hanya membuat suatu kertas, tetapi memastikan limbah yang sudah dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dan berdaya guna,” tegas Ni Made Mailiyoni Keisha Damadi saat memberikan keterangan.

Mailiyoni menjelaskan bahwa timnya memadukan serat ampas tebu dengan limbah ampas kopi guna memperoleh tekstur, ketebalan, dan daya tahan kertas yang ideal. Langkah ini sekaligus menjadi solusi nyata untuk menekan laju eksploitasi pohon hutan sebagai bahan baku utama bubur kertas (pulp) konvensional.

Kronologi Riset dan Pengembangan Produk

Pengembangan produk My Ambu memerlukan dedikasi riset selama tiga bulan berturut-turut hingga berhasil menghasilkan formula kertas yang kokoh dan mudah terurai alami. Berikut tahapan proses yang dilalui para peneliti muda Unwar:

  1. Pengumpulan Bahan Baku: Mengambil residu ampas tebu segar dari pedagang minuman lokal dan limbah ampas kopi dari kedai kopi di Denpasar.
  2. Ekstraksi Serat Alami: Membersihkan dan memisahkan serat organik tebu sebelum dihaluskan bersama ampas kopi sebagai pewarna dan penguat alami.
  3. Eksperimen Formulasi: Melakukan uji coba rasio percampuran serat selama berminggu-minggu untuk meminimalkan kerapuhan kertas.
  4. Pencetakan dan Pengeringan: Mencetak bubur kertas daur ulang secara manual lalu mengeringkannya di bawah sinar matahari stabil.
  5. Diversifikasi Produk Akhir: Membentuk lembaran kertas menjadi produk siap pakai bernilai jual seperti map arsip dan kantong belanja kompos.

Solusi Deforestasi Menuju Ekonomi Sirkular

Keberhasilan inovasi ini membuktikan bahwa pendekatan ekonomi sirkular berbasis limbah biomassa mampu menjawab tantangan krisis iklim global. Dengan memanfaatkan limbah pertanian dan industri kuliner, industri kemasan dapat memangkas jejak karbon secara signifikan tanpa harus bergantung pada penebangan kayu hutan.

Ke depan, tim mahasiswa Universitas Warmadewa ini berencana menyempurnakan standarisasi produksi dan memperluas skala pembuatan kertas agar dapat dipasarkan secara komersial kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan kemasan ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User