Sep 16, 2026
Bali

DENPASAR — Kurikulum Bahasa Bali Berubah demi Penguatan Kearifan Lokal Siswa

DENPASAR — Pola pembelajaran muatan lokal Bahasa Bali di tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Denpasar resmi mengalami penyesuaian signifikan. Struktur kurik

DENPASAR — Kurikulum Bahasa Bali Berubah demi Penguatan Kearifan Lokal Siswa

DENPASAR — Pola pembelajaran muatan lokal Bahasa Bali di tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Denpasar resmi mengalami penyesuaian signifikan. Struktur kurikulum terbaru kini menggeser fokus pembelajaran di kelas awal agar lebih menitikberatkan pada pengenalan nilai-nilai kearifan lokal kebudayaan Bali secara kontekstual.

Langkah strategis tersebut dimatangkan melalui agenda workshop analisis kurikulum terbaru Provinsi Bali yang melibatkan seluruh guru Bahasa Bali jenjang SD di wilayah Denpasar. Forum peningkatan kapasitas pendidik ini dirancang untuk menyelaraskan persepsi dan kesiapan bahan ajar menjelang penerapan penuh aturan baru tersebut.

Rangkaian Workshop Penyelarasan Kurikulum Baru

Kegiatan workshop strategis ini diselenggarakan secara bertahap guna memastikan seluruh guru mendapatkan pembekalan yang komprehensif. Berikut adalah rincian pelaksanaan kegiatan tersebut:

  1. Waktu Pelaksanaan: Kegiatan berlangsung intensif selama empat hari dalam dua gelombang pembagian jadwal.
  2. Lokasi Kegiatan: Pelatihan dipusatkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 26 Dangin Puri, Denpasar.
  3. Agenda Pembahasan: Pembekalan mencakup analisis Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), pemetaan materi esensial, hingga perancangan modul ajar berbasis proyek.

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Bali Kota Denpasar, I Wayan Sudiana, S.Pd., menegaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar sosialisasi regulasi administratif di atas kertas, melainkan panduan teknis operasional bagi guru di ruang kelas.

"Jadi dulu Bahasa Bali diajarkan dari kelas 1 sampai kelas 6 secara reguler. Sekarang kearifan lokalnya difokuskan pada kelas 1 dan kelas 2, sehingga akan banyak terdapat perubahan substansial dalam metode pengajaran di kelas," ujar I Wayan Sudiana.

Pergeseran Struktur Materi di Tingkat Sekolah Dasar

Perubahan paling fundamental dalam struktur kurikulum ini terlihat pada pemilahan muatan pembelajaran antara siswa fase awal dan fase lanjutan. Penyesuaian ini dirancang agar siswa tidak terbebani teori tata bahasa sejak usia dini, melainkan diajak mencintai budayanya terlebih dahulu.

  • Kelas I dan II SD: Materi difokuskan pada muatan Kearifan Lokal Bali, seperti pengenalan etika budaya, permainan tradisional, lagu anak-anak berbahasa Bali, serta pengenalan lingkungan sekitar.
  • Kelas III hingga VI SD: Materi tata bahasa, struktur aksara Bali, serta sastra daerah yang sebelumnya ada di kelas rendah dipindahkan dan diintegrasikan secara terstruktur ke tingkat kelas yang lebih tinggi.

Pengawas Sekolah Kota Denpasar turut menekankan pentingnya peran guru dalam mengemas proses belajar-mengajar menjadi lebih interaktif. Guru dituntut menyusun kerangka bahan ajar kreatif agar siswa tidak merasa jenuh mempelajari bahasa ibu mereka di tengah gempuran modernisasi.

Tahapan Implementasi dan Penyusunan Modul Ajar

Pascapelaksanaan lokakarya, para guru diwajibkan menyelesaikan draf modul pembelajaran yang siap diterapkan pada tahun ajaran baru. Modul ini disusun secara kolaboratif antarguru sekolah agar standarisasi kompetensi dasar muatan lokal di Kota Denpasar dapat tercapai secara merata.

Dengan adanya restrukturisasi ini, Dinas Pendidikan Kota Denpasar berharap kurikulum muatan lokal mampu membentuk generasi muda Bali yang berkarakter kuat, berbudaya, serta tetap fasih bertutur dan mengapresiasi warisan tradisi leluhurnya di era transformasi digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User