Sep 16, 2026
Sulawesi Tengah

Muhammadiyah Siapkan Peta Jalan Strategis 25 Tahun pada Tanwir di Palu

YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mematangkan persiapan penyelenggaraan Sidang Tanwir yang dijadwalkan berlangsung di Palu, Sulawesi Teng

Muhammadiyah Siapkan Peta Jalan Strategis 25 Tahun pada Tanwir di Palu

YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mematangkan persiapan penyelenggaraan Sidang Tanwir yang dijadwalkan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah. Forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar tersebut akan membedah agenda besar, termasuk merumuskan cetak biru arah gerak persyarikatan untuk rentang waktu 25 tahun ke depan.

Kepastian tersebut ditandai dengan peluncuran resmi logo Tanwir sekaligus peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah di Yogyakarta. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa momentum Tanwir di Palu bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan ajang konsolidasi gagasan strategis dalam menjawab tantangan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.

"Muhammadiyah terus melangkah dengan visi berkemajuan. Di Palu nanti, kita tidak hanya mengevaluasi program berjalan, tetapi juga meletakkan fondasi transformasi strategis organisasi untuk 25 tahun mendatang agar tetap relevan menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat," ujar Haedar Nashir.

Filosofi Daun Kelor dalam Identitas Visual

Salah satu sorotan utama dalam persiapan Tanwir kali ini adalah peluncuran identitas visual yang mengusung simbol daun kelor. Pemilihan simbol lokal khas Sulawesi Tengah tersebut sarat akan makna filosofis dan pesan ekologis.

Daun kelor atau Moringa oleifera selama ini dikenal luas sebagai tanaman dengan daya tahan tinggi, kaya nutrisi, serta memiliki segudang manfaat pengobatan. PP Muhammadiyah mengadopsi karakteristik ini sebagai representasi dakwah Islam berkemajuan yang senantiasa memberi daya hidup, menyehatkan peradaban, serta adaptif di berbagai situasi krisis.

Kronologi Agenda dan Tahapan Menuju Tanwir Palu

Guna memastikan musyawarah berjalan produktif dan terukur, PP Muhammadiyah telah menyusun linimasa persiapan intensif yang terbagi ke dalam beberapa fase penting:

  1. Fase Sosialisasi dan Peluncuran Identitas: Peresmian tema, logo daun kelor, serta pedoman visual Milad ke-114 dan Tanwir untuk disosialisasikan ke seluruh tingkatan pimpinan wilayah, daerah, cabang, hingga ranting di seluruh Indonesia.
  2. Fase Perumusan Naskah Kebijakan: Tim pakar dan majelis/lembaga PP Muhammadiyah menggodok draf dokumen strategis 25 tahun yang mencakup transformasi digital, kemandirian ekonomi, reformasi pendidikan, dan ketahanan sosial.
  3. Fase Sidang Pleno dan Pengambilan Keputusan: Pelaksanaan musyawarah puncak Tanwir di Palu yang menghadirkan perwakilan pimpinan persyarikatan dari 38 provinsi untuk mengesahkan keputusan-keputusan strategis organisasi.

Fokus Transformasi Seperempat Abad

Penyusunan peta jalan 25 tahun mendatang difokuskan pada penguatan pilar-pilar utama amal usaha Muhammadiyah (AUM). Muhammadiyah menargetkan peningkatan mutu ribuan sekolah, perguruan tinggi, serta ratusan rumah sakit agar memiliki daya saing global tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman.

Selain sektor pendidikan dan kesehatan, pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat serta dakwah berbasis komunitas digital turut menjadi prioritas. Melalui langkah terstruktur ini, PP Muhammadiyah optimis hasil Tanwir di Palu akan melahirkan terobosan nyata bagi kemaslahatan bangsa Indonesia menuju era Indonesia Emas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User