Sep 16, 2026
Sulawesi Tengah

Tujuh Pendaki Terjebak di Gunung Nokilalaki, Basarnas Palu Kerahkan Tim Evakuasi

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu bergerak cepat mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan mengenai tujuh orang pendaki yang terje

Tujuh Pendaki Terjebak di Gunung Nokilalaki, Basarnas Palu Kerahkan Tim Evakuasi

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu bergerak cepat mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan mengenai tujuh orang pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Rombongan pendaki tersebut dilaporkan tertahan di sekitar Pos 3 jalur pendakian akibat kondisi fisik yang melemah serta cuaca ekstrem yang melanda wilayah pegunungan tersebut.

Gunung Nokilalaki yang berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu memiliki ketinggian sekitar 2.355 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jalur pendakian yang curam, ditambah curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, memicu jalur pendakian menjadi licin dan berisiko tinggi bagi keselamatan para pendaki.

Kronologi dan Langkah Awal Penyelamatan

Operasi pertolongan dimulai segera setelah pihak keluarga dan rekan pendaki melaporkan bahwa rombongan mengalami hambatan serius saat hendak turun kembali menuju pos awal (basecamp). Laporan darurat tersebut langsung direspons oleh Pusat Komando Operasi Basarnas Palu untuk menyusun rencana pencarian dan evakuasi darurat (SAR).

  1. Penerimaan Laporan Darurat: Petugas siaga komunikasi Basarnas Palu menerima panggilan dari kerabat korban yang mengabarkan ada 7 pendaki tertahan di Pos 3 Gunung Nokilalaki dan membutuhkan pertolongan medis serta logistik.
  2. Pemberangkatan Tim Rescuer: Satu regu penyelamat dari Kantor SAR Palu diberangkatkan menuju Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, sebagai titik kumpul awal operasi pendakian evakuasi.
  3. Koordinasi Potensi SAR: Tim Basarnas menggandeng unsur gabungan yang terdiri dari Polsek Palolo, Koramil, kelompok pencinta alam (KPA), pengelola Taman Nasional Lore Lindu, serta masyarakat setempat.
  4. Penyisiran Jalur Pendakian: Personel penyelamat memulai pergerakan darat (open SAR) dari pos registrasi bawah menuju titik koordinat Pos 3 dengan membawa peralatan tandu, pertolongan pertama (P3K), dan perlengkapan survival.
"Begitu informasi kami terima, tim rescue langsung dipersiapkan lengkap dengan peralatan mountaineering dan medis. Prioritas kami adalah mencapai titik keberadaan ketujuh penyintas secepat mungkin guna memastikan kondisi kesehatan mereka stabil," ungkap perwakilan tim operasi SAR Basarnas Palu.

Tantangan Medan Berat dan Cuaca Ekstrem

Proses evakuasi di Gunung Nokilalaki dihadapkan pada sejumlah tantangan geografis yang berat. Hujan deras yang mengguyur lereng pegunungan memicu kabut tebal yang membatasi jarak pandang tim penolong. Selain itu, ancaman pohon tumbang dan kontur tanah yang berlumpur memperlambat laju pergerakan personel di lapangan.

Tim SAR gabungan membagi fokus operasi ke dalam beberapa sektor untuk mempercepat proses penanganan:

  • Pemeriksaan Medis Awal: Memberikan penanganan pertama terhadap pendaki yang mengalami hipotermia, dehidrasi, maupun cedera fisik di lokasi Pos 3.
  • Suplai Logistik Hangat: Membawa pasokan makanan berkalori tinggi serta minuman hangat untuk memulihkan daya tahan tubuh para korban.
  • Skema Evakuasi Bertahap: Memandu pendaki yang masih mampu berjalan dan mengevakuasi pendaki yang membutuhkan bantuan tandu secara bergantian menuruni jalur terjal.

Pihak berwenang kembali mengingatkan kepada para penggiat alam bebas dan pendaki untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di gunung, melengkapi diri dengan standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang benar, serta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila kondisi fisik atau alam sudah tidak memungkinkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User