Sep 16, 2026
Hukum

Basarnas Fokuskan Pencarian Lima Jurnalis di Selatan Krakatau

PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal cepat (speedboat) Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda ki

Basarnas Fokuskan Pencarian Lima Jurnalis di Selatan Krakatau

PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal cepat (speedboat) Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda kini memasuki hari keenam. Tim SAR Gabungan memutuskan untuk memusatkan titik penyisiran di area perairan selatan Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Pandeglang, Banten, menyusul analisis pergerakan arus laut dan arah angin terkini.

Kapal cepat tersebut diketahui mengangkut total delapan orang penumpang, dengan rincian lima orang di antaranya merupakan jurnalis yang sedang bertugas melakukan peliputan, serta tiga orang lainnya merupakan nakhoda dan awak kapal. Hingga saat ini, seluruh penumpang beserta badan kapal belum berhasil ditemukan oleh armada pencari.

Kronologi dan Pembagian Sektor Pencarian SAR

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten menegaskan bahwa perluasan radius pencarian terus dilakukan demi memaksimalkan peluang penemuan korban. Tim SAR membagi regu penyelamat ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) laut dan penyisiran pesisir pantai.

  1. Hari ke-1 hingga ke-3: Tim SAR melakukan pencarian awal di sekitar rute perlintasan kapal dari daratan Banten menuju gugusan pulau di Selat Sunda dengan radius 15 mil laut.
  2. Hari ke-4 dan ke-5: Wilayah penyisiran diperluas hingga perairan Lampung Selatan dan kawasan cagar alam laut setelah tidak ditemukan tanda-tanda serpihan kapal di rute utama.
  3. Hari ke-6 (Fokus Terkini): Penyisiran difokuskan penuh di sektor selatan Gunung Anak Krakatau hingga perairan Pulau Panaitan berdasarkan kalkulasi SARMAP (Search and Rescue Map) terkait arus permukaan laut.
"Fokus penyisiran pada hari keenam kami arahkan ke perairan selatan Gunung Anak Krakatau karena pola arus dominan mengarah ke barat daya. Kami mengerahkan seluruh armada laut utama dan berkoordinasi erat dengan nelayan lokal," jelas pihak operasi Basarnas Banten.

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Pengerahan Armada Gabungan

Kondisi hidrometeorologi di Selat Sunda menjadi tantangan terberat bagi regu penyelamat. Gelombang laut tercatat mencapai ketinggian antara 1,5 hingga 2,5 meter disertai embusan angin kencang yang sering kali membatasi jarak pandang visual di laut lepas.

Untuk menembus medan perairan yang menantang tersebut, sejumlah unsur gabungan dikerahkan secara terintegrasi:

  • Kapal Negara (KN) SAR Tetuka: Bertindak sebagai kapal komando untuk memantau koordinat sektor tengah perairan.
  • Rigid Inflatable Boat (RIB) & Perahu Karet: Menyisir area dangkal, celah karang, dan pesisir pulau-pulau kecil di sekitar gugusan Krakatau.
  • Dukungan Polairud dan TNI AL: Menyisir perbatasan jalur pelayaran internasional dan jalur penyeberangan Merak-Bakauheni.
  • Jaringan Radio Nelayan: Memancarkan informasi darurat (broadcast alert) kepada seluruh kapal niaga dan kapal penangkap ikan yang melintas di Selat Sunda.

Pihak keluarga korban serta komunitas pers terus menanti perkembangan operasi ini dengan harapan seluruh jurnalis dan awak kapal cepat Arupadhatu 1 dapat segera dievakuasi dalam kondisi selamat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User